Kado Cinta Untuk Istriku

BundaHari ini, 09 September 2015 tepat hari ulang tahun istriku tercinta, Enar Sunarsih. Pada usianya yang ke-35, ibu dari dua orang anak lulusan Universitas Islam ’45 Bekasi dan Universitas Islam Assafi’iyah Jakarta ini masih tetap semangat menjalankan aktivitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan seorang guru di salah satu instansi pendidikan di Cikarang.

Sedikit bercerita tentang istriku, dia adalah manusia segala medan. Tangguh dan handal di setiap keadaaan dan selalu saja bisa diandalkan. Pertama kali kami bertemu disalah satu acara ulang tahun sepupu ku di tahun 1997. Saat itu usia ku masih 18 tahun, dan masih duduk dibangku sekolah menengah kejuruan di Jakarta. Gaya nya yang khas tipikal wanita shalehah terpancar dari cara berdandan nya yang sangat sederhana. Sedikit pemalu dan sedikit bicara menjadi satu hal yang menjadi daya tarik ketika itu.

Singkat kata barulah ketika dibulan Mei 1998 saat aku menjadi salah satu mahasiswa di kota Bandung, dia mengantarkan kepergianku di terminal Cikarang dan semenjak itu kami secara intensif melakukan interaksi. Hubungan kami semakin mengarah ke jenjang serius, apalagi ketika dirinya mengikuti jejak ku untuk melanjutkan kuliah di jurusan Hubungan Internasional di kampus yang sama. Meski sama-sama di Bandung, kami jarang sekali bertemu. Mungkin karena sama-sama sibuk atau aku adalah orang yang super cuek. Bahkan ketika beliau OSPEK di kampus, aku malah sibuk jadi panitia OSPEK dan tidak memperdulikannya. Barangkali karena alasan tersebutlah di tahun 1999 kami harus putus.

Barulah di awal tahun 2000-an, seiring dengan bertambah dewasa nya kami akhirnya kami memutuskan untuk kembali memadu kasih. Pasang surut hubungan diantara kami menjadikan kami lebih dewasa, hingga pada akhirnya kami harus terpisah kembali karena dirinya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih meneruskan kuliah di tanah kelahirannya. Semangatnya dalam melanjutkan pendidikan membuatku tidak segan untuk mengacungkan empat jempol untuknya. Disela padatnya jadwal kerja yang mengharuskan dirinya masuk malam, hingga kuliah dari pagi hingga tengah hari membuat dirinya sempat drop dan memutuskan hendak berhenti saja. Ditambah lagi kebiasaanku yang sering keluar masuk gunung dan hutan, seakan meracuni dirinya untuk ikut hobby ku tersebut. Semakin komplit lah kesibukannya menjadi seorang pekerja, mahasiswa dan pecinta alam.

Hingga akhirnya pada tanggal 11 Juni 2005 kami putuskan untuk melegalkan hubungan kami menuju ke jenjang pernikahan. Saat itu usia kami 25 tahun dan sudah berpacaran selama hampir 8 tahun. Alhamdulillah, resepsi pernikahan kami merupakan sebuah acara yang cukup menyita perhatian di kampung. Maklum saja, resepsi pernikahan kami memang sedikit unik dan berbeda seperti biasanya. Proses ngebesan dari pihak ku membawa hampir seluruh keluarga besarku yang berjumlah lebih kurang 300 orang dengan 20 kendaraan pribadi dan ditambah motor. Belum lagi ditambah kawan-kawan seperjuangan ku di KPA RANTING dan teman satu tongkrongan. Alhasil, semua tenda yang berjumlah 7 lokal penuh sesak dan hidangan di meja tamu ludes dalam waktu sekejap. Begitulah suasana resepsi pernikahan dikeluarga Betawi Cikarang. Jadi jika nanti kawan-kawan mendapatkan menantu pria dari Cikarang, persiapkan saja tempat yang luas dan hidangan yang cukup untuk mereka yang datang. 😀

Tidak menunggu lama setelah resepsi pernikahan kami, tepat 1 bulan setelahnya dirinya hamil. Alhamdulillah, Allah mempercayaiku untuk memiliki keturunan darinya. Ditengah hamil muda saat usia kandungan istriku baru 2 bulan, dirinya harus melaksanakan KKN disebuah desa di kabupaten Garut. Ada perasaan was-was, karena harus melepas dirinya pergi sendirian. Apalagi saat hendak pergi dirinya (maaf) muntah di dalam bus kota, yang membuat seisi bus penuh dengan air ludahnya. Tapi dirinya tetap semangat, hingga akhirnya dirinya kembali dengan selamat dan menyelesaikan tugas KKN nya.

Hal lain yang paling kusukai dari istriku tercinta adalah kesederhanaan sebagai seorang istri dan wanita. Ya, istriku ini jarang memakai make-up karena aku pun memang tak pernah membelikannya. Meski begitu, dirinya terlihat jauh lebih cantik dan alami dibandingkan banyak wanita dengan make-up profesional sekalipun. Kesederhanaan lain juga terlihat dari barang-barang yang dibeli tidak lebih dari yang sekedar dibutuhkan. Tas seadanya, sepatu seadanya, pakaian juga seadanya. Kesederhanaan inilah yang membuatku terkesan meskipun dia sebenarnya bisa saja menuntut haknya sebagai seorang istri untuk dibelikan ini dan itu ketika dulu masih banyak rejeki ketika diriku bekerja di Kalimantan. Seorang istri yang bisa diajak hidup susah tapi juga tidak menolak diajak hidup enak. Bahkan ketika harus kutinggalkan selama 3 tahun merantau di negeri seberang, dirinya tak pernah mengeluh karena harus membesarkan putri kami seorang diri.

Atas kecintaan dan kekaguman tersebutlah aku membuat tulisan kecil ini. Semoga tulisan ini akan menjadi kado yang istimewa dibandingkan kado-kado lainnya di hari yang indah ini. Teriring doaku untuk istriku tercinta : Semoga Allah memberikan keberkahan pada usia yang telah diberikan kepadanya, maupun sisa usia yang masih akan dijalaninya. Semoga Allah memudahkannya untuk belajar sabar dan mengambil pelajaran yang banyak dalam mendidik kedua putri kami, melayani suami yang suka minta dirinya serta menjalani suka duka kehidupan. Semoga istriku dapat mengatur waktu lebih baik untuk berbagai aktivitasnya. Selamat Ulang Tahun istriku sayang, semoga Allah menguatkan cinta diantara kita untuk meraih cinta-Nya.

~RTM
09-09-2015

Iklan

20 thoughts on “Kado Cinta Untuk Istriku

  1. Wah, saya baru tahu, ternyata anak Abang udah pada sarjana ya..

    “… ibu dari dua orang anak lulusan Universitas Islam ’45 Bekasi dan Universitas Islam Assafi’iyah Jakarta …”

    Semoga menjadi keluarga yang samawa hingga akhirat, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s