Ternyata Dunia Ini Sempit

Dunia atau dalam hal ini planet bumi memiliki luas seluruhnya 510.072.000 km². Luas daratan 148.940.000 km² (29,2 %), sedangkan luas perairan  yaitu 361.132.000 km²  (70,8 %). Menurut wikipedia, massa bumi adalah sekitar 5,98×1024 kg. Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), Oksigen (30,1%), Silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.

Bisa dibayangkan dengan luas permukaan yang begitu besar, maka kemungkinan besar jika kita tidak akan saling mengenal satu sama lain adalah sebuah hal yang cukup masuk akal. Akan tetapi apa jadinya jika orang yang baru kita kenal tersebut adalah temannya dari teman kita sendiri. Situasi di mana saya terkadang tidak mengerti kenapa si ini kenal si itu, terus si itu kenal si anu. Eh si anu juga ternyata temannya si ini. Ya ilah, ternyata dunia ini sempit amat ya? Semuanya bisa sama-sama saling kenal kaya gini.

Ya begitulah kejadian seperti ini sering sekali dialami oleh kita yang makin hari bikin dunia makin berasa beneran selebar daun kelor. Terus mengapa kejadiannya bisa seperti ini? Apanya yang salah?

  • Apakah kita yang tidak berkembang – mainnya cuma sama yang itu-itu aja? atau
  • Apakah kita malah kelewat gaul dan terlalu populer hingga semua orang kenal kita? Atau
  • Eranya media sosial, sehingga tidak heran jika mutual friends seseorang jadi makin banyak? Atau
  • Atau sesuatu yang lain?

Semuanya bisa saja terjadi, bisa jadi…

Setelah berkenalan dan berbincang-bincang beberapa saat, terkadang kita menemukan bahwa kita dengan orang yang baru kita kenal tersebut ternyata sama-sama mengenal seorang teman yang sama. Selanjutnya kita biasanya mengatakan, “…memang dunia ini kecil.” Pengalaman ini membawa kita kepada apa yang disebut sebagai fenomena dunia kecil (small world phenomenon).

Tapi jauh sebelum era social media seperti facebook, Linkedin, twitter dan semuanya bisa seperti sekarang ini, ternyata ada sebuah teori yang menjelaskan tentang fenomena ini. Teori itu bernama Six Degrees of Separation. Menurut wikipedia juga teori Six Degrees of Separation adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa setiap manusia di bumi memiliki hubungan dengan manusia lainnya, yang hanya terpisah sejauh 6 orang. Dengan kata lain, dua orang yang tidak saling kenal di dunia ini dapat dihubungkan satu sama lain melalui (rata-rata) 6 pihak.

Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Frigyes Karinthy, cerpenis tahun 1929 dalam cerpennya yang berjudul Chains (dalam kumpulan cerpen Everything is Different). Semenjak teori tersebut dicetuskan, banyak dari orang-orang yang penasaran dan ingin membuktikan teori tersebut. Salah satu orang yang melakukannya adalah Stanley Milgram, seorang pakar psikologi sosial Amerika yang bereksperimen lewat sebuah penelitian berjudul Small World Problem pada tahun 1967 di Universitas Harvard.

Milgram membuat penelitian dengan mengirimkan paket kepada 160 orang yang tinggal di Omaha, Nebraska dimana pada paket tersebut tertulis nama seorang pialang saham yang tinggal di Boston. Orang yang menerima paket diminta mencantumkan namanya, kemudian mengirimkan paket tersebut kepada kenalannya yang dianggap mengenal/lebih dekat dengan si pialang saham/penerima. Intinya nggak langsung dikirim ke alamat si penerima, kecuali bener-bener kenal banget. Milgram kemudian mencatat jumlah perpindahan paket, dan menemukan bahwa dari seluruh paket yang sampai ke tujuan, rata-rata hanya dibutuhkan enam kali pengiriman atau 5 orang yang jadi penghubung. Dari sinilah Milgram berkesimpulan bahwa semua orang di dunia hanya terpisah sejauh enam tingkat (six degrees of separation).

Kemudian pada tahun 2001, Duncan Watts, seorang profesor di Columbia University, mengulangi percobaan Milgram di Internet. Dia menggunakan surat elektronik dengan 48.000 pengirim dan 19 target. Ditemukan bahwa jumlah rata-rata adalah perantara sekitar enam. Hasil yang lebih baru 6,6 derajat rata-rata diperoleh oleh para peneliti Microsoft baru-baru ini setelah memeriksa 30 miliar pesan elektronik. Six Degrees of Separation populer setelah jadi judul film karya John Guare tahun 1993.

Bahkan seorang aktor bernama Kevin Bacon juga pernah membuktikan teori “Six Degrees of Separation”. Bacon mengklaim bahwa ia pernah bekerja dengan semua orang Hollywood di sepanjang karirnya. Melalui klaim inilah muncul sebuah permainan trivia yang bernama “Six Degrees Of Kevin Bacon” atau “The Kevin Bacon Game”, yang muncul pada tahun 2007

Nah fenomena “six degrees of separation” juga saya alami beberapa kali, seperti kejadian ketika saya di lokasi Tambang Melak Kutai Barat Kalimantan Timur dan terakhir adalah kejadian di gedung CIMB Lippo Cikarang. Anehnya kejadian yang terakhir ini adalah kejadian yang cukup unik. Bagaimana tidak, ketika melakukan wawancara kerja sang user bertanya tentang asal kampus S1 saya. Dengan jawaban yang cukup singkat saya jawab : “UNPAS”. Dan ternyata, beliau pernah mempunyai beberapa kawan-kawan dari kampus saya. Disebutkanlah beberapa orang, Si A tapi beliau tidak tahu angkatan berapa hanya saja seusia saya. Tidak lama saya sebutkan bama panjangnya, dan ternyata beliau mengiyakan. Saya sebut lagi satu persatu Si B dan Si C. Ternyata betul juga, astaga semuanya bukan hanya kawan satu angkatan saya akan tetapi mereka adalah kawan-kawan saya satu kost selama menimba ilmu di Mesin Unpas.

Hahaha, “Ternyata dunia ini sempit ya….!!! “

Sumber :
1. Sini
2. Sini

3. Sini

~RTM
02-11-2015

Iklan

13 thoughts on “Ternyata Dunia Ini Sempit

  1. Ahahahaha. Belom pernah ngetest sendiri sih tapi percaya sama teori ini. Jadi sebenernya sebagian besar (kalo gak boleh bilang semua) orang di bumi ini terhubung ya Bang. D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s