Pengetahuan Dasar SURVIVAL

Fhoto : Keylah

Fhoto : Kayleah

Sebagai seorang penggiat olahraga Alam Terbuka (KAT) yang merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga yang cukup memacu adrenalin dan berbahaya tentunya harus selalu dibekali dengan kemampuan tentang dasar bertahan hidup dialam bebas. Meskipun pada prinsipnya olahraga ini memiliki resiko yang cukup tinggi, akan tetapi risiko tersebut dapat sedikit kita kurangi jika dibekali dengan ilmu yang cukup. Ingat, antara bahaya dan risiko adalah dua hal yang berbeda. Jangan disamakan antara keduanya, karena risiko adalah sesuatu yang timbul apabila kondisi bahaya tidak dihilangkan. Jadi, marilah kita belajar untuk mendaki gunung secara aman…!

Baiklah, mari kita mulai berbicara tentang bagaimana caranya agar kita mampu untuk bertahan hidup dialam bebas. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu.  Dengan demikian kelangsungan hidup seseorang itu sangat tergantung pada kemampuan dirinya sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Survival secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan hidup dalam keadaan kritis/marjinal. Kemampuan mempertahankan diri tergantung pada sikap mental, emosional, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan orang yang sedang berusaha untuk mempertahankan hidupnya dari keadaan yang sangat kritis atau orang yang sedang melaksanakan survival disebut Survivor.

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :

  1. Keadaan alam (cuaca dan medan)
  2. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  3. Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk melakukan improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit, hanya sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.

Dalam keadaan survival, yang diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan dari tubuh bukan mutlak mengerti secara fisik akan tetapi memahami semua reaksi atau dampak yang terjadi akibat dari pengaruh lingkungan. Menggunakan pengetahuan dalam usaha untuk mengatur diri saat dalam keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru maka tidak hanya badan yang terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup.

Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival. Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa untuk menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir yaitu mampu bertahan hidup dan mencari pertolongan.

Ada beberapa bahaya yang harus diperhatikan ketika kita hendak berpetualang dialam bebas, namun secara umum bahaya melakukan kegiatan di alam bebas dapat dibedakan menjadi :

  1. Bahaya yang berasal dari dalam diri kita sendiri (Subjective Danger).
    Subjective Danger dapat terjadi karena persiapan kita yang terkadang asal-asalan, ketelodoran, pengetahuan yang minimal dan lain sebagainya. Berdasarkan fakta itulah, kita bisa memprediksi dan mengantisipasi dengan melalui persiapan perjalanan yang lebih baik (manajamen ekspidisi).
  2. Bahaya yang berasal dari luar/lingkungan (Objective Danger).
    Objective Danger lebih banyak terjadi karena faktor alam yang kita hadapi semisal cuaca, binatang buas dan sebagainya.

Beberapa kondisi yang harus dihadapi dan disiasati oleh seorang survivor dalam keadaan antara lain :

  1. Phisikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, bosan dll.
  2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka dll.
  3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin dll.

Sedangkan beberapa faktor yang menyebabkan seorang gagal dalam bersurvival dialam bebas antara lain adalah :

  1. Rasa kesunyian.
  2. Rasa putus asa atau perasaan sudah tidak ada harapan lagi.
  3. Rasa jemu terhadap lingkungan/situasi.
  4. Kebutuhan jasmani seperti rasa lapar, haus dll yang dapat menipu diri sendiri sehingga mental menjadi lemah.

Sedangkan berdasarkan medan yang harus dihadapi oleh seorang survival dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. Survival di hutan (jungle survival).
  2. Survival di laut (sea survival).
  3. Survival di padang pasir (desert survival).
  4. Survival di kutub (artic/antartic survival).
  5. Survival di perkotaan (urban survival).
  6. Survival di bahaya nuklir (nuclear survival).

Menurut tindakan yang dilakukan ketika kita melakukan survival, kegiatan survival dapat dibedakan menjadi :

  1. Survival menetap (static survival).
    Dimana survivor dalam tindakan survival menetap pada suatu tempat dan menunggu bantuan dari pihak lain. Apabila anda melakukan tindakan survival statis usahakan menetap pada daerah yang aman, dan memiliki sumber makanan serta air yang cukup, seperti sungai, mata air, gua.Buatlah tanda-tanda kehidupan untuk  memudahkan team evakuasi. Keuntungan dalam melakukan tindakan ini survivor dapat menghemat energy , sedangkan kerugiannya survivor terlalu pasif dengan hanya menunggu team evakuasi, kadang kondisi mental dan fisik pun semakin melemah apa lagi tanpa pengetahuan yang memadai justru akan berakibat fatal.
  2. Survival bergerak (dynamic survival).
    Dalam tindakan ini sang survivor berpindah-pindah lokasi dalam melakukan survival. Keuntunganya adalah lebih cepat keluar dari kondisi survival, kerugianya survivor tanpa pengetahuan dan penguasaan medan yang memadai justru hanya akan membuang-buang energy dengan sia-sia.

Bersambung…
Diolah dari berbagai sumber

 

~RTM
03-11-2015

Iklan

6 thoughts on “Pengetahuan Dasar SURVIVAL

  1. jadi inget sebuah film yang katanya berdasarkan kisah nyata…. seorang pendaki gunung yang jatuh ke jurang sempit dan tertimpa batu sehingga terjepit dan tangannya nggak bisa ditarik. di saat haus dan hampir dehidrasi… dia meminum air seninya sendiri dan akhirnya dia bisa bebas dengan memotong tangannya yang terjepit…. hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s