Menikmati Hari Terakhir Di Kantor

Ilustrasi

Ilustrasi

Hari ini, Jum’at 13 november 2015 adalah hari terakhir saya bekerja di kantor. Setelah hampir 5 tahun lebih  mengais rezeki di sana, kini saatnya saya harus mengucapkan kata selamat tinggal. Selama hampir 5 tahun saya merasakan hiruk pikuk dunia pertambangan di negeri tercinta. Keluar masuk pedalaman hutan Kalimantan, menyusuri jalan provinsi yang tak ada ujungnya dari Makasar hingga Malili di Sulawesi, melihat dan merasakan curamnya kelokan di tanah Sumatera, menikmati garis pantai yang tak ada habisnya dari Lombok sampai Sumbawa, hingga akhirnya saya harus kembali berbasah ria menikmati kemacetan di kota Jakarta.

Begitu banyak pengalaman hidup yang saya dapatkan, dari indahnya persahabatan dan rasa persaudaraan sesama pekerja tambang hingga hidup bersama di dalam mess perusahaan bersama-sama. Semuanya bagaikan sebuah mimpi yang tak berujung. Hingga tiba saatnya, kini saya harus melepaskan zona nyaman yang sudah saya jalani hampir 5 tahun ke belakang.

Meski harus sedikit tarik ulur dengan atasan karena saya menolak untuk di mutasi kembali ke kota Samarinda, akhirnya saya memilih untuk mengundurkan diri saja dengan pertimbangan studi saya yang mengharuskan saya tetap tinggal di Jakarta. Gayung pun bersambut, selepas saya nyatakan mengundurkan diri ternyata seorang teman lama mengajak untuk bergabung diperusahaan tempat dia bekerja. Dan Alhamdulillah, setelah melewati proses interview yang cukup panjang, akhirnya saya lolos dan diterima bekerja di sana.

Saya pun merasa tak percaya, bagaimana bisa saya melepaskan zona nyaman ini untuk yang kedua kalinya. Bagaimana tidak, kedua perusahaan saya sebelumnya memiliki peraturan yang sangat longgar. Bahkan semuanya hampir di fasilitasi, mulai ruang kantor yang terletak di sudut bangunan hingga koneksi internet yang cukup lancar. Untuk urusan keluar kantor pun bisa dibilang cukup mudah, karena saya tak perlu meminta izin atasan untuk melakukannya. Cukup memberitahukan teman saja, dan urusan jadi lancar. Begitupun untuk pressure pekerjaan, rasanya hanya kadang-kadang saja dirasakan. Apalagi atasan selalu menekankan jika kami ini adalah orang yang berpengalaman dan tidak perlu di guide. Jadi yang penting pekerjaan selesai sesuai target dan tidak ada complaint dari customer itu sudah cukup membuktikan bahwa saya sudah bekerja dengan baik.

Hal-hal di atas bisa jadi tidak bisa saya dapatkan lagi di kantor baru lagi, karena situasinya sangat berbeda. Meski sebenarnya tipe pekerjaannya adalah sama, yang mengharuskan saya untuk bekerja di kantor dan di lapangan. Meskipun demikian, saya tetap bersemangat untuk melakoni pekerjaan baru di samping menyelesaikan tugas saya sebagai seorang mahasiswa.
Ya, semoga saja kali ini saya bisa survive dan fight dengan pekerjaan baru ini karena lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal saya. Bissmillah…
~RTM
13-11-2015
Iklan

30 thoughts on “Menikmati Hari Terakhir Di Kantor

  1. wah kalo resign waktu nulis blog makin banyak dong hehehe…. bisa kali ya ikut giveaway aku… temanya kayaknya cocok #HappyNovemberRain

  2. Lama nggak mampir kesini ternyata sudah banyak yang terjadi ya mas 🙂
    Selamat untuk sidang proposalnya, selamat untuk pekerjaan barunya. Jadi bisa deket terus sama Rinjani nih sekarang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s