Budaya di Kantor Baru

Assalamualaikum wr.wb…
Apa kabar sahabat-sahabatku?
Semoga semuanya dalam lindungan Allah SWT dan tetap semangat beraktifitas di pagi ini.

Setelah hampir sebulan tak menulis di sini, akhirnya pagi ini saya coba lagi untuk menulis meski hanya sebatas menulis tentang pekerjaan yang baru saya lakoni ini. Bukannya tidak ingin menulis, akan tetapi kondisi pekerjaan yang tidak memungkinkan saya untuk aktif menulis setiap hari. Bagaimana tidak meski pekerjaan yang sekarang dekat dengan tempat tinggal, akan tetapi tetap saja saya harus bekerja jauh dari lokasi kantor. Alasannya karena lokasi project yang sedang berjalan ada di daerah Karawang dan Pulo Gadung, sehingga tetap saja mengharuskan saya untuk pulang larut malam.

Padahal kondisi kantor saat ini cukup kondusif. Koneksi internet yang full akses, serta jumlah karyawan yang hanya 9 orang saja membuat kondisi kantor seperti rumah sendiri. Apalagi rata-rata usia mereka seumuran dengan saya, sehingga semakin menambah semangat untuk bekerja. Belum lagi tradisi yang ada di kantor ini, membuat siapapun yang ikut bergabung di perusahaan ini pastinya akan berpikir beberapa kali untuk resign.

Ya, meski perusahaan ini hanya perusahaan keluarga dan jumlah total karyawannya hanya 60 orang termasuk di negeri Jepang sana, akan tetapi perusahaan ini adalah salah satu vendor perusahaan besar yaitu Yamaha Music dan Yamaha Motor. Alhasil, dengan karyawan yang sedikit kami harus mensupport semua pekerjaan Yamaha diseluruh dunia. Bisa dibayangkan, betapa sibuknya kami setiap harinya.

Meski demikian, perhatian sang pemilik perusahaan adalah kunci mengapa para karyawan betah untuk bekerja hingga pensiun di perusahaan ini. Bos, selalu menanyakan kabar kami setiap hari dan selalu minta maaf jika kami pulang larut malam ketika meeting pagi. Rutinitas tersebut yang menjadi alasan karena para pekerja selalu diperhatikan. Ya, kami bekerja untuk kami sendiri. Jika perusahaan sibuk dan kami lelah maka itu berbanding dengan penghasilan yang kami dapat setiap bulannya.

Sebagai karyawan baru, tentunya saya tidak mengharapkan mendapatkan sesuatu seperti karyawan lama. Tapi pemikiran saya ternyata salah, baru masuk beberapa hari saja saya dipanggil si bos untuk menghadap. Saya pikir itu hal yang wajar karena si bos ingin mengenal karyawan barunya, tetapi setelah selesai saya diberi amplop kecil dan 1 bungkus coklat kecil sebagai hadiah pertemanan katanya. Penasaran dengan isi amplopnya, setelah pulang kerja saya buka saja dengan disaksikan istri, anak dan orang tua saya. Dan ternyata, isinya adalah uang sebesar 10.000 Yen. Alhamdulillah rejeki anak soleh 😀 . Maklum tabungan sudah menipis setelah membangun rumah.

10.000 Yen

10.000 Yen

10.000 Yen

10.000 Yen

Itu terjadi ketika saya baru bekerja 2 hari dan selanjutnya ketika saya sudah bekerja selama hampir 2 minggu, ternyata ada kejutan dari si bos untuk saya. Ya, tiba-tiba saja ada uang masuk ke rekening saya sebanyak 2 juta rupiah. Setelah saya cek email, ternyata spesial bonus dari si bos lagi. Wow, royal betul perusahaan ini apalagi saya juga belum memberikan kontribusi apa-apa perusahaan. Setelah saya telusuri ternyata, hal ini adalah budaya mereka untuk hasil kerja keras saya karena pulang malam setiap harinya. Dan ini ternyata berlaku untuk semua karyawan loh. Semuanya mendapat jatah yang sama dari si bos, sungguh sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya.

Begitulah pengalaman saya bekerja di tempat yang baru ini, semoga saya bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan dan saya bisa mengemban amanah untuk bekerja sebaik mungkin. Dan tetap, saya masih menunggu kejutan-kejutan yang lainnya…. :mrgreen:

~RTM
29-12-2015

Iklan