Ternyata, Ada Juga Razia Di Lokasi Tambang

Sambil mengisi waktu senggang setelah berjibaku lebih dari beberapa bulan mengais rejeki serta sambil sedikit demi sedikit menyapu beberapa comment dari blog yang belum sempat di jawab, alangkah baiknya untuk sedikit berbagi pengalaman kepada rekan-rekan yang ingin mengabdikan diri bekerja dan berkarir di perusahaan pertambangan. Bukan kah berbagi itu indah ? Meski tulisan ini sudah lawas dan saat ini pun saya sudah beralih profesi menjadi pekerja kantoran lagi, semoga isi nya masih bermanfaat untuk para pembaca.

APD Pekerja Tambang

APD Pekerja Tambang

Tugas Non Destructive Test (NDT) untuk pekerjaan Mandatory dump truck EH-3500 ACII sudah hampir selesai, tinggal menunggu saja untuk moving lagi ke site lain di Batu Kajang Kalimantan Timur. Alhamdulillah, hingga pekerjaan ini selesai saya masih diberikan kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang apa itu Safety induction dan beberapa kali tentang Standar kerja bagi para pekerja tambang, kali ini pun saya akan tulis sebuah pengalaman menarik seputar aktivitas ditambang.

Pagi itu, cuaca cukup dingin sehingga beberapa pekerja mungkin akan enggan beranjak dari tempat tidur. Maklum, sehari ini Kalimantan selatan dilanda hujan yang cukup lebat dan kondisi asap akibat pembakaran lahan gambut juga cukup mengganggu di hari itu. Kebetulan saya bangun dari tidur pukul 04:23 pagi, karena malam tadi saya tidur lebih cepat. Selesai showan dengan yang Maha agung, saya lanjutkan untuk sarapan pagi di camp. Beruntung pagi itu camp cukup lengang, maklum masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Segelas susu tawar ukuran 300 ml sudah selesai saya tenggak, begitu pula dengan dua buah roti tawar dilapisi selai nanas sudah melenggang ke dalam perut. Tetapi kenapa suasana masih sama, sepi. Entah apa yang terjadi ditambang, biasanya jam segini para pekerja sudah mulai berlalu lalang.

Sesekali saya tengokan kepala ke ara belakang, mungkin ada pekerja yang saya kenali. Ya, “lokasi tambang memang tak selebar daun kelor”. Artinya, orang yang dilokasi tambang adalah orang itu-itu saja. Jadi, saya punya pengalaman, saya kebetulan akrab dengan salah satu perusahaan blasting (bahan peledak) dan kebetulan bertemu di Melak – Kutai Barat Kaltim karena selalu makan bersama satu meja selama hampir sebulan lebih. Selang beberapa tahun saya tidak bertemu dengannya, akhirnya diakhir penghujung 2013 lalu saya bertemu kembali dengannya di Site Senakin Kalsel, tentunya dengan seragam yang sudah berganti pula. Begitulah tambang, para pemainnya hanya itu-itu saja.

Beruntung kali ini saya bertemu dengan orang yang saya kenal ketika tugas di Vale Sorowako, Sulawesi Selatan. Saya lambaikan tangan kepada nya, kemudian saya tanyakan tentang apa yang terjadi pagi ini. Mengapa camp kelihatannya sepi sekali ? Sambil berbisik dia berkata, “Ada razia safety di akses pintu masuk, oleh karena itu sebagian besar bus jemputan dan mobil kecil tertahan di gate masuk”. Oalah, ternyata hal itu yang menyebabkan sebagian besar pekerja sibuk melengkapi diri agar tidak ditangkap karena lupa membawa Mine permit (Izin masuk area pertambangan), APD (Alat Pelindung Diri) serta kelengkapan lain seperti lupa mengisi form P2H (Prosedur Pemeriksaan Harian) dari kendaraan operasional, serta beberapa lampu kendaraan yang sudah tidak beroperasi sebagaimana mestinya.

Razia bagi para pekerja tambang dilakukan secara random, dengan harapan bisa meminimalisasi angka kecelakaan kerja. Konsekuensi nya cukup berat bagi mereka yang melanggar. Mulai dari peringatan verbal, hingga pengusiran dari lokasi pertambangan bagi mereka yang melanggar cukup berat. Contoh pelanggaran berat yang dapat mengakibatkan kita di usir dari lokasi pertambangan adalah sebagai berikut :

  1. Mengoperasikan unit tanpa ada SIMPER (Surat izin Mengendarai Mobil Perusahaan).
  2. Tidak Memakai Safety belt saat berkendara baik bagi pengemudi maupun penumpang.
  3. Menggunakan Handphone ketika berkendara.
  4. Tidak memasang gembok dan danger tag ketika melakukan maintenance unit.
  5. Merokok didalam kabin kendaraan operasional.
  6. Mengerjakan pekerjaan yang bukan bidang nya.
  7.  dll.

Begitulah, memang sedikit agak keras bagi yang merasa baru bekerja di dunia pertambangan. Akan tetapi, semuanya demi kebaikan bersama dan untuk kesejahteraan bersama. Kecelakaan kerja tentu saja merupakan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu operasional pertambangan. Kerugian yang akan diderita tidak hanya berupa kerugian materi, namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa. Kehilangan sumber daya manusia merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumberdaya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Tentunya kita tidak ingin kecelakaan berat dan fatality (meninggal dunia) sampai terjadi di lingkungan kerja kita. Kalau untuk urusan si pekerja yang mengalami nya, mungkin sudah selesai hingga di situ saja. Tapi bagaimana dengan nasib mereka yang ditinggalkan ? bagaimana dengan kelangsungan biaya hidup mereka ? Alangkah bijaksana nya jika kita bekerja dengan aman, kapan pun dan dimana pun !

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Apalagi untuk point no.1, hal tersebut sudah menjadi fatwa wajib bagi semua area pertambangan. Tidak ada kata ampun untuk para pelanggar aturan. Cukup dengan satu kata singkat untuk memulai bekerja di dunia keras pertambangan “TAKE IT or LEAVE IT ..!”.

Semoga bermanfaat ….!!!

~RTM
-03-2015

Iklan