Untuk kesembuhan abah

Abah! Abah! Abah! Abah jangan pergi..! ” Abah harus kuat, Jangan pernah menyerah melawan penyakit yang kau derita..! Kami di sini selalu bersama mu.
Antara sadar dan tidak beliau bersandar di pundak ku, raut wajahnya pucat, kepala nya sudah tak bisa tegak karena sakit yang teramat sangat.

syafakallah-1
Berulang kali kata tersebut terlontar dari bibirku, membelah keheningan  sepertiga malam. Tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya berusaha semampuku untuk tetap terjaga bersama nya. Berulang kali pula dia berdiri untuk meredakan sakit yang tak kunjung usai. Biasanya sakit nya akan hilang setelah beberapa lama. Biasanya setelah (maaf) sendawa, perut nya akan sedikit membaik. Tapi kali ini, sakitnya tak kunjung mereda. Bahkan malah semakin menjadi.

Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya kami bawa si abah menuju rumah sakit terdekat. Meski waktu sudah menunjukan jam 01:00 malam, kami tetap membawanya dengan kondisi berdiri di atas bak pick up. Bukannya tega, jika beliau didudukan didalam mobil maka sakitya bertambah parah. Alhasil, kami harus membawanya dengan cara seperti itu.

Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan yang intensif selama beberapa hari beliau diizinkan untuk pulang dan hanya melakukan check up seminggu sekali. Itupun dengan santai nya si dokter spesialis mengatakan kalau tidak perlu lagi ke rumah sakit, cukup ke puskemas atau klinik terdekat saja untuk membeli obat nya yang kurang.

Allah SWT memberikan ujian berupa sakit kepada setiap manusia, baik itu sakit yang ringan ataupun yang berat atau sakit fisik maupun sakit emosi. Sekiranya sakit tersebut menimpa  keluarga kita, maka amatlah penting untuk kita mengetahui cara menjaga atau mengurus orang yang sedang sakit ini. Ujian sakit yang Allah berikan adalah untuk menyucikan dosa serta mengangkat derajat seseorang dan sekaligus menjanjikan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu orang menjaga ataupun yang datang menjenguk orang yang sakit perlu memberikan kata-kata yang bisa merangsang si penderita agar sentiasa berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Setiap ujian sakit dari Allah adalah untuk memberikan keampunan terhadap dosa yang telah dilakukan dan mengembalikan hamba kepada sang Pencipta, yaitu kembali ke jalan yang benar. Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Baqarah, ayat 156 :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya : (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali.”

Kini setelah hampir 1 bulan beliau keluar dari rumah sakit, sakit pada bagian perutnya mulai terasa lagi. Aneh memang ketika pagi ini kami bawa ke RS. Harapan Kita, beliau dinyatakan terkena gejala pembengkakan jantung. Masya allah, cobaan berat apalagi yang harus kami hadapi setelah hampir 2 tahun si abah di dera penyakit.

Adalah hal yang sangat tidak mudah bagi siapapun untuk belajar dan menerima bahwa ada anggota keluarganya yang sakit parah. Begitupun dengan keluarga kami, meski si abah tetap tegar menghadapi nya. Kami hanya bisa berpasrah dan berdo’a serta tetap berusaha untuk kesembuhannya…

~RTM
29 08 16

Iklan