Mimpi buruk jika telat lulus kuliah

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Proses menanti saat-saat kelulusan serta mengenakan pakaian toga dan berfhoto dengan latar belakang buku perpustakaan adalah idaman bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif. Ketika pertama kali diterima di sebuah perguruan tinggi, mayoritas dari mereka berkeinginan untuk cepat lulus, tepat waktu dan mendapatkan indeks prestasi kummulatif (IPK) yang tinggi. Merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar bagi setiap mahasiswa mendapati keinginan seperti itu. Namun pada saat memasuki fase-fase rumitnya berkuliah, tugas yang menumpuk dan jadwal kuliah yang padat, mereka pun menyadari bahwa perjuangan dalam mencapai itu semua diperlukan usaha yang tidak mudah.

Sebagian dari mereka ada yang terpaksa kalah oleh seleksi alam dan memilih tidak melanjutkan kuliahnya. Beruntunglah bagi mereka yang tetap tabah menjalani perkuliahn dan harus merelakkan untuk tidak lulus tepat waktu dikarenakan berbagai macam hal seperti sibuk berwirausaha, menyelesaikan penelitian, bermasalah dengan dosen, malas, dan lain-lain.

Saya sendiri mengalami untuk kedua kalinya ketika harus berhadapan musuh terbesar kehidupan kampus yaitu menjadi mahasiswa abadi. Saat sedang menyelesaikan study sarjana yang semestinya bisa diselesaikan dalam 8 semester harus di tempuh selama 10 semester, padahal semua mata kuliah sudah selesai ketika semester 8. Hanya 1 saja yang masih nyangkut, yaitu tugas akhir atau skripsi. Bukan ingin berlama-lama di kampus, hanya saja memang kendala biaya yang harus dikeluarkan saat akan melakukan penelitian.

Begitupun saat akan menyelesaikan S2, kembali saya dihadapkan dengan mimpi buruk menyelesaian tesis. Letak kesalahan awalnya pada saat membuat proposal tesis, dimana sekertaris jurusan menyetujui untuk membuat laporan hingga bab III. Tapi setelah mengajukan judul dan meminta pembimbing, proposal saya di tolak dan harus ganti judul dengan alasan terlalu sederhana. Alhasil kerja keras selama beberapa bulan harus rela di buang ke laut dan kembali mengetik ulang lagi. Mirip kisahnya seperti saat mengambil mata kuliah praktikum Fisika Dasar I saat di Bandung.

Bila dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, telat lulus kuliah tentunya akan menjadi ancaman terbesar untuk masa depan kita. Saya tentunya harus membayar uang perkuliahan kembali untuk memperpanjang masa studi. Melihat teman-teman kita sudah pada lulus terlebih dahulu kerap kali membuat kita depresi, putus asa, tak tahu harus berbuat apa. Namun bila dilihat dari sisi lain, bahwa untuk para mahasiswa-mahasiswi yang bersemangat secara konsisten namun harus merelakan telat lulus tentu ini menjadi sebuah nilai-nilai positif buat kita, tak harus kecewa bila melihat orang lain lulus duluan karena bisa jadi mereka yang terlebih dahulu lulus tidak sebagus apa yang kita jalani saat ini.

Pasti akan selalu ada cara untuk memperbaiki kesalahan dan setiap orang mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk meraih kesuksesan, ada yang rasanya lancar-lancar saja berkuliah namun setelah selesai menyelesaikannya kesulitan mencari kerja kemudian adapun yang harus telat lulus namun setelahnya langsung mendapatkan pekerjaan. Tidak selamanya kita harus menyalahkan orang lain atas keterlambatan kita untuk lulus, tentu kita pun harus introspeksi diri apa yang menjadi penyebab kita telat lulus. Melihat teman-teman kita yang sudah menyelesaikkan studi nya duluan tentu harus dijadikan cambuk hati untuk bersemangat dalam menyelesaikan perkuliahan. Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk memacu semangat kita agar terus berkembang lebih baik dari mereka. Percaya kita pun akan bisa seperti mereka.

Semangat Rahmat…!!!

Jauh di sudut kantor
~RTM 26 05 17

Iklan

2 thoughts on “Mimpi buruk jika telat lulus kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s