Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagi orang kebanyakan, hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan sangat menyeramkan. Hanya ada sekumpulan pepohonan yang sangat rimbun dan saking rimbunnya, sinar matahari sekalipun tidak dapat menembusnya. Belum lagi berbagai macam hewan liar yang tentunya semakin menambah keangkeran dari hutan tersebut. Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya apalagi hendak berlama-lama berada dikawasan tersebut. Akan tetapi bagi para petualang, hutan justru menjadi sebuah tempat bermain yang sangat menyenangkan dan mengasyikan. Asal, tentu saja kita harus pandai-pandai menjaga sikap dan bersahabat dengannya.

Tentunya akan lebih aman dan mengasyikan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup bercengkrama dengan alam. Pastinya semua hal tersebut akan lebih aman dilakukan. Terlebih jika hutan belantara yang akan kita kunjungi tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut. Tentunya dengan konsekuensi yang keras dari pengelola apabila pengunjung tersebut melanggarnya.

Tetapi bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara dijadikan seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal atau café, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota, kami akan lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda, melewati dinginnya malam dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Gurauan khas sesama pendaki gunung diiringi celotehan dan saling mengejek siapa diantar kami yang bisa sampai dipuncak lebih dulu serta siapa yang jalannya bagaikan putri raja. Serta Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Hingga (maaf) kentut pun harus berbagi, itulah salah satu keakraban yang menandakan bahwa kami adalah sahabat sejati. Duh sedapnya!

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara adalah tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat.

Lho kok bisa? Bisa saja…

Petualangan menembus belantara hutan di gunung maupun dimana saja selama beberapa hari dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan. Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul tanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

“Saya sudah pernah menjelajahi sepertiga keindahan alam Nusantara. Namun yang paling mengesankan adalah saat di tengah hutan belantara. Saya begitu jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya.”

Bagi para petualang, tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat sejati dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung lainnya. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita dan mereka rela memberikan sedikit tempat yang hangat bagi kita.

 

Sumber : Pengalaman pribadi, di sini

~RTM
04 08 17

Iklan

10 thoughts on “Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

  1. Jadi ingat waktu pertama mendaki gunung merapi di sumbar… Itu yang pertama dan satu-satunya.. Celakanya semua kawan yang ikut waktu itu belum pernah mendaki gunung… Untungnya di jalan ketemu sama pendaki gunung yg pengalaman. Kita jumpa dengan mereka karena nyasar dan salah jalan. Itu disebabkan karena mereka ngikuti jalan kelompok kami.. Saat di ngeh itu jalan yang salah, disitulah kami kenalan..

    • Begitulah resikonya jika mendaki dengan para pemula, yang belum pernah mendaki. Meskipun tidak ada istilah senior dalam kamus pendaki gunung, alangkah lebih bijaknya mengajak orang yang punya sedikit ilmu mendaki. Alhamdulillah, bisa selamat sampai tujuan ya Uda…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s