Menikmati Kesendirian Sebagai Pribadi Introvert

Ilustrasi

Ada beberapa orang di luar sana yang selalu dianggap aneh oleh sebagian orang, sikapnya sangat sulit dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sehingga sering membuat orang lain tidak nyaman. Mereka itu adalah orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana nampaknya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan akan pergi kemana pada akhir minggu. Orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu tempat sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri. Mencari sebuah kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya dan mengamati orang berlalu-lalang.

Saya pribadi adalah seorang yang introvert dan selalu merasa ingin sendiri serta benar-benar menikmati kesendirian. Untuk itulah saya lebih banyak senang untuk mendaki gunung dan berlama-lama di hutan hanya untuk menikmati desahan angin yang menggesek dahan pinus dan suara serangga kecil yang mengalun merdu dibalik semak belukar. Bukan pergi ke pantai untuk melihat keramaian dan berlari di pinggiran ombak. Saat itulah saya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam. Baik itu persoalan pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Biasanya setelah proses perenungan tersebut, akan ada sebuah jalan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Menurut pandangan sebagian orang, seorang introvert mungkin akan dikatakan sombong, pemalu bahkan sering dikatakan tidaIntrovertk mau bergaul. Oleh karena itu, sebagian orang introvert kadang menjadi korban dari opini publik yang mengatakan demikian. Padahal sebenarnya orang introvert memang butuh waktu sendiri lebih banyak untuk mengumpulkan energi ketimbang mereka yang ekstrovert. Sehingga wajar jika orang-orang introvert tidak lebih sering berkumpul dengan kawan, energi mereka justru tersedot oleh keramaian.

Saya tidak menyukai keramaian mall dan bahkan kepala sedikit pusing dengan hiruk pikuk orang didalam nya. Saya menyukai rimbunnya vegetasi dan aroma tanah ketimbang parfum wangi. Saya lebih menyenangi dinginnya ketinggian dibandingkan dengan dinginnya AC central. Bahkan saya merasa dalam kondisi prima meski nafas tersengal menapaki ribuan anak tangga ketika mendaki dibandingkan dengan menaiki tangga escalator.

Menurut Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, stigma dan perlakuan tak adil pada pribadi-pribadi introvert sudah berlangsung sejak abad ke-19 dan makin parah di awal abad ke-20. Bahkan menimpa hampir separuh manusia di muka bumi yang pada dasarnya adalah introvert.

“Setiap kali Anda mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan Anda, separuh jiwa Anda menghilang seiring waktu. Anda tidak akan ingat lagi cara menghabiskan waktu seperti biasanya,” tulis Cain.

 

Sumber : sini

~ RTM
26 09 17

Iklan

4 thoughts on “Menikmati Kesendirian Sebagai Pribadi Introvert

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s