Gaudeamus Igitur (De Brevitate Vitae) Begitu Sakral Di Telingaku

Done, Finished….!!!

Perlahan syair itu menggema di telinga, satu persatu guru besar keluar dan memasuki ruang sidang terbuka senat universitas. Haru bercampur bahagia menjadi satu ketika memasuki ruang sakral tersebut. Apalagi saat diperdendangkan lagu Guedeamus Igitur, betul-betul menambah rasa syukur bisa ikut andil menjadi peserta pada hari itu.

Rabu, 14  November 2018
Saat semua sedang bersiap untuk masuk ke arena JCC, saya masih bingung mencari dimana tempat untuk berganti pakaian. Maklum sebagai orang kampung, hari itu saya dibingungkan dengan suasana glamour dari acara wisuda universitas. Ya, Alhamdulillah meski dengan terseok-seok akhirnya saya bisa menyelesaikan studi magister teknik mesin dengan mengambil judul tesis “Pengembangan mesin stirling tipe gamma sebagai tenaga penggerak kipas angin”. Bukan hal yang mudah untuk menyelesaikan penelitian tersebut, karena memang sedikitnya referensi dan begitu banyaknya rumus yang harus diturunkan membuat penelitian ini berjalan lambat. Ditambah kesibukan mencari sesuap nasi semakin menambah pelik penyiksaan sebelum summit attack (meminjam istilah pendaki;saat pendakian menuju puncak).

Meskipun semuanya sudah berlalu, euforia kemenangan saat sidang akhir di depan penguji pada tanggal 24 agustus 2018 kemarin masih menyisakan momen yang sangat indah. Bagaimana tidak, sidang tesis yang selama ini ditunggu-tunggu selama lebih dari 2 tahun saya lewati tanpa sedikit pun membuka kembali tulisan penelitaian yang saya buat. Bisssmillah aja deh, meski sebenarnya agak khawatir karena dari 5 orang penguji, ada beberapa dosen senior dan guru bsesar. Bahkan ada yang mantan menteri perhubungan di era kepemimpinan K.H Abdurahman Wahid. “Ah, sudahlah kami pasti bisa melewati ini semua Mat…!” Begitu pikirku dalam hati. Jadi percaya diri dan belajar mengemukakan pendapat menjadi modal utama untuk melewati sidang tersebut dan menjadikan sidang tersebut sebagai kenangan terindah di tahun ini.

Alhamdulillah, ini kali kedua saya mengenakan seragam ini. Kali kedua juga saya mendengarkan lagu Guedeamus Igitur. De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan) atau Gaudeamus Igitur merupakan hymne mahasiswa internasional yang biasa dinyanyikan pada saat acara wisuda mahasiswa. Lagu berbahasa Latin ini diciptakan pada abad pertengahan dan hingga sekarang masih tetap sering dinyanyikan seluruh orang di dunia. Namun, umumnya orang yang menyanyikannya tidak terlalu mengerti apa arti lagu ini sebenarnya. Bagi saya liriknya yang begitu membuat bulu kuduk merinding saat dinyanyikan, meskipun lebih mirip seperti lagu kebaktian sebenarnya.

Meskipun liriknya berbahasa latin dan tidak banyak juga mahasiswa hafal dengan lirik lagu ini, akan tetapi lagu ini tetap memiliki makna tersendiri bagi kami para wisudawan yang hadir di sini. Lagu ini masih banyak diperdengarkan di setiap acara wisuda di univeritas dii seluruh dunia, meskipun banyak juga universitas di Indonesia sekarang yang tidak memakai lagi ini pada saat proses wisuda berlangsung seperti ITB, IPB dan lain-lain. Apapun alasannya, lagu ini tetap menjadi salah satu lagu favorit saya, apalagi bisa untuk ketiga kalinya mendengarkan lagi ini saat proses wisuda S3 (masih dalam mimpi) nanti.

Semoga saja….

 

~RTM 28 11 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s