Dan akhirnya, cewek lagi

Seperti biasa di penghujung bulan, banyak target yang belum kesampaian. Alih-alih ingin belajar nulis, malah disibukan dengan berbagai macam kesibukan kantor dan keluarga. Niatnya sih ingin berleyeh-leyeh setelah jurnal sudah approved, tapi apa daya ternyata tenaga ini masih dibutuhkan oleh khalayak ramai. Namanya juga milik rame-rame, ya udah pasti mesti bolak balik jadi seperti setrikaan. Harus kuat, pokoknya harus bisa mewakili semua orang. Meski terkadang ada rasa menolak dalam hati, kenapa mesti saya yang harus melakukan.

WhatsApp Image 2019-06-27 at 15.32.54Alhamdulillah, tepat di tanggal 02 juni 2019 kemarin kami masih diberi kepercayaan oleh Tuhan pemilik alam untuk merawat putri ke-3 kami. Inilah kali kedua harus ikut serta menemani ibu negara dalam proses persalinan. Untuk kesekian kalinya rambut harus siap untuk dijambak pada saat proses kontraksi. Sebenarnya untuk saya pribadi, tidak ada masalah dengan ceceran darah pada saat proses persalinan ini. Nah, yang jadi masalah adalah kondisi waktu itu pas perut kosong karena sedang puasa. Ditambah prosesnya udah hampir jam 14.00 sore, bisa dibayangkan gimana rasanya perut di ubek-ubek liat ceceran dan bau amis darah persalinan. Dijamin dah bakal nyel-nyelan klo inget waktu itu.

Beruntung juga sih, proses nya berjalan cepat dan tidak butuh waktu lama seperti anak kami yang kedua. Beruntung juga, proses persalinan terjadi pada H-2 hari raya idul fitri 1440 H. Coba klo pas H-1, bisa kebayang klinik persalinan tutup semua. Untung saja si teteh bidan nya belum pulang mudik, baru ketika tanggal 03 juni beliau bisa mudik dan kami pun sudah pulang ke rumah dengan tenang. Alhasil, lebaran idul fitri kali ini kami berlima tidak bisa pulang kampung ke Cikarang lagi. Meskipun hiruk pikuk lebaran di kampung orang lebih ramai dibandingkan dengan kota kelahiran, tetapi tetap saja aroma khas Bekasi yang membuat kami selalu kangen dengan kota sepanas ini.

Meski ada sedikit gurat kecewa di keluarga karena semuanya anggota keluargaku putri-putri cantik, hal itu tidak mengurangi rasa syukur kami kepada sang khalik. Biarlah, anugerah ini akan menjadikan kami sebagai pribadi-pribadi yang penuh syukur. Semoga saja kelak kau akan menjadi seorang hafidzah qur’an sama seperti kakak-kakakmu dan meneruskan cita-cita kedua orang tua mu sehingga menjadikanmu menjadi kebanggaan nusa, bangsa serta agama.

Selamat datang ke dunia RE. Dhaulaghiri Ramadhani Ainnur Rahmat .

 

~RTM 27 06 19