Menjadi Seorang Ahli K3 Umum

Safety biasa kita menyebutnya adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja. Sebagai seorang yang sudah familiar betul dengan dunia keselamatan dan kesehatan kerja baik itu di area kerja pertambangan maupun manufaktur, rasanya bukan hal yang cukup rumit untuk mengikuti pelatihan menjadi seorang Ahli K3 umum. Pada awalnya saya pikir untuk menjadi seorang ahli K3 adalah mereka yang telah melalui ujian pelatihan K3 umum dari Kemenakertrans saja selama kurang lebih 12 hari dengan materi pelatihan berupa masalah teknis saja. Akan tetapi ternyata materi nya semua menyangkut undang-undang Kesehatan & Keselamatan Kerja, Undang-undan Ketenagakerjaan, dan puluhan undang-undang yang lain.

Bisa dibayangkan, saya yang notabene dari lahir mengenyam ilmu teknik kan kelabakan kalau disuguhin dengan peraturan perundang-undangan seperti ini. Lain halnya kalau ibu negara di rumah yang ikut pelatihan, pastinya semua Perpu, Permen, dan Peraturan lain akan dilahapnya habis tanpa sisa. Jangankan untuk menghapal puluhan pasal beserta ayat-ayatnya, untuk sekedar mengerti tata bahasanya aja sudah bikin kepala pusing dan mual. Beruntung, semua itu bisa saya siasati dengan cara yang cukup simple yaitu dengan cara menjadikan buku kumpulan undang-undang sebagai bantal. Harapannya sih biar nempel sama otak, kan lumayan bisa ngirit tenaga. 😀

Tidak semuda itu ferguso…. ! Harus dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Ya menghapal versi waktu zaman ngaji baheula, yaitu bangun shalat malam langsung buka kitab undang-undang. Di jamin bakal ngatuk pas masuk kelas nanti siangnya.

Setelah melewati hari yang melelahkan selama 10 hari, tiba saatnya saya melakukan Praktek Kerja Lapangan (P.K.L) seperti yang biasa dilakukan saat masih duduk di bangku SMA. Ya, kami harus melakukan observasi di salah satu perusahaan untuk melihat kinerja apakah perusahaan tersebut sudah baik atau belum dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Perusahaan yang saya akan observasi adalah PT. Arnotts’s Indonesia plant Bekasi. Sebagai sebuah PMA, perusahaan ini sudah sangat baik dalam penerapan SMK3. Mungkin sudah menjadi habit dari perusahaan Amerika, sehingga di setiap lini kami hanya sedikit menemukan kondisi yang berbahaya.

Selesai melaakukan PKL, tiba saatnya untuk membuat sebuah laporan yang harus di presentasikan di hadapan pengawas dari Kementrian Ketenagakerjaan. What…. ? harus presentasi dan sidang lagi ? Padahal baru setahun kebelakang, saya habis di keramasi oleh penguji saat sidang tesis kemarin. Tapi memang rejeki anak soleh, untuk kali ini pengawasnya spesialis di bidang Hygiene dan Kesehatan Lingkungan. Sedangkan bidang yang kami presentasikan adalah : Mekanik, Pesawat Uap dan Bejana Tekan dam Alat Angkat Angkut. Jadi mungkin akan sedikit sekali pertanyaan dari pihak kementrian untuk menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan ketiga materi tersebut.

WhatsApp Image 2019-09-07 at 14.13.32Hari yang di nanti pun tiba, gemetar rasanya seluruh tubuh karena beberapa jam ke depan kami di uji dengan 3 soal yaitu : pilihan ganda. essay dan studi kasus, dan besok nya akan di lanjutkan dengan seminar. Dari keempat metode tes tersebut, saya khawatir dengan pilihan ganda. Karena meski jawabannya sudah ada, tetapi jika salah pilih hal ini akan berakibat fatal ke depannya. Target saya sih, untuk post test ini tidak di ulang lagi ujian nya. Bissmillah aja lah, yang penting hasil akhirnya.

Berikut adalah beberapa tugas pokok dan wewenang serta dasar hukum dari seorang Ahli K3 Umum.                                                                                                                                                                                                                                                                                                         PERAN AHLI K3 :

  1. Sebagai sekretaris pada P2K3 di lini fungsional.
  2. Memfollow up rekomendasi atau saran dan perkembangan yang telah disepakati  kedua belah pihak di lini struktural.

KEWAJIBAN AHLI K3 :

  1. Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan K3 sesuai dengan bidang yang ditentukan.
  2. Memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai keputusan penunjukannya yaitu tiap 3 bulan atau ditentukan lain bagi Ahli K3 Umum serta setiap selesai memberikan jasa bagi Ahli K3 yang berada pada perusahaan jasa.
  3. Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang di dapat berhubungan dengan jabatannya.

WEWENANG AHLI K3 :

  1. Memasuki tempat kerja sesuai dengan penunjukan.
  2. Meminta keterangan dan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja sesuai sengan penunjukan.
  3. Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi :
  • Keadaan dan fasilitas tenaga kerja
  • Keadaan mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya
  • Penanganan bahan-bahan
  • Proses produksi
  • Sifat pekerjaan
  • Cara kerja
  • Lingkungan kerja

Peraturan-peraturan yang mengatur standar kompetensi K3 :

  1. Undang-undang No. 1 tahun 1970
  2. Undang-undang Uap dan Peraturan Uap 1930
  3. Permen No. 01/Men/1976 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Dokter Perusahaan.
  4. Permen No. 03/Men/1978 tentang Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  5. Permen No. 01/Men/1979 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Para Medis Perusahaan.
  6. Permen No. 02/Men/1982 tentang Klasifikasi Juru Las.
  7. Permen No. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja.
  8. Permen No. 04/Men/1987 tentang P2K3.
  9. Permen No. 01/Men/1988 tentang Klasifikasi dan Syarat-Syarat Operator Pesawat Uap.
  10. Permen No. 01/Men/1989 tentang Klasifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat.
  11. Permen No. 02/Men/1992 tentang TataCaraPenunjukan Kewajiban&Wewenang Ahli K3.
  12. Permen No. 04/Men/1995 tentang Perusahaan Jasa K3.
  13. Permen No. 05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen K3.
  14. Permen No. 03/Men/1999 tentang Pengawasan Lift Listrik.
  15. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

Program Kerja :

  • Safety meeting
  • Inventarisasi permasalahan K3
  • Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya
  • Penerapan norma K3
  • Inspeksi secara rutin dan teratur
  • Penyelidikan dan analisa kecelakaan
  • Prosedur dan tata cara evakuasi
  • Catatan dan data K3
  • Laporan pertanggungjawaban
  • Penelitian

Klasifikasi jabatan personil K3 yang diharapkan di tempat kerja/perusahaan (usulan)

  • Auditor K3
  • Ahli Keselamatan Kerja (Occupational Safety Expert)
  • Ahli Kesehatan Kerja (Occupational Health Expert)
  • Ahli Higiene Industri (Industrial Hygienist)
  • Ahli Toksikologi (Occupational Toxicologist)
  • Ahli Efidemoligi (Occupational Epidemologist)
  • Ahli Ergonomi
  • Ahli Kedokteran Kerja (Occupational Medicine)
  • Ahli Kebakaran (Occupational Fire Safety Expert)
  • Tenaga Perawat (Occupational Nurse)
  • Operator

– Boiler  – Teknisi Listrik  – Spesialis Uap, Bejana Tekan, Kimia

– Crane  – Teknisi Lift     dan Angkat & Angkut

– Forklift  – Teknisi Kebakaran

– Juru Las

 

Sumber : Sini

~ RTM 13 09 19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s