Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Pagi hari,
Mengapa parasmu dingin, begitu mengiris hati…

Siang hari,
Mengapa panasmu terik, menyengat sekujur tubuh…

Sore hari,
Mengapa senjamu kejam, menguap tanpa mega…

Malam hari,
Semuanya hilang, terpendar bersama mataharimu…

 

~RTM
Akhir Juli, 1998

Jika 5 Generasi Kumpul Bersama

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Apa jadinya jika 5 generasi keluarga berkumpul dan bercengkrama bersama?

Awalnya memang agak sedikit sulit menyusun dan mempersatukan seluruh keluarga dari anak-anak pasangan dari Alm H. Caeng Bin Liin dan Almh Ibu Hj. Uti bin Minan. Tapi berbekal dengan tekad dan semangat ingin mempersatukan keluarga akhirnya meski harus menguras fisik dan pikiran, kami berhasil juga melakukannya. Ya, sebuah acara yang sangat berharga bagi saya khususnya yang merupakan generasi Ke-4 dari keluarga ini. Meski saat ini anak-anaknya hanya menyisakan 3 orang saja yang masih hidup dari 13 orang yang dilahirkan, hal ini malah menambah semangat bagi kami untuk semakin mempersatukan mereka. Saya tidak tahu pasti, nenek saya anak keberapa dari keluarga ini. Hanya saja, nenek saat ini adalah yang anak tertua yang masih hidup dan bisa bercerita kepada kami siapa sebenarnya kakek buyut kami tersebut.

Tantangan untuk membuat acara temu kangen ini begitu sangat berat. Bayangkan saja, untuk survey lokasi acara temu kangen ini saja, panitia membutuhkan 4 kali survey lokasi. Dari mulai D’ranch Bandung, Capolaga Subang, Penangkaran Rusa Cariu, Kebun Wisata Pasir Mukti Cileungsi, dan seluruh lokasi wisata di Babakan Madang sudah habis kami survey. Anehnya, lokasi yang kami jadikan untuk tempat berkumpul ini tak membutuhkan survey. Dasar…!!! Emang kalau sudah jodoh tidak akan kemana 😀

Lokasi tempat acara akhirnya dipilih Kebun Raya Cibodas, Cianjur. Selain aksesnya lebih mudah, kami memikirkan juga perjalanan dari tempat parkir ke lokasi. Mengingat sudah banyak anggota keluarga yang cukup berumur yang akan ikut acara ini. Begitupun acara yang akan kami gelar nanti. Selain berkumpul dan mendengarkan sedikit kisah tentang si kakek buyut, kami diwajibkan untuk saling mengenalkan diri dari keluarga mana berasal. Tentunya akan membutuhkan tempat yang sangat luas untuk mengumpulkan keluarga ini. Belum lagi untuk acara fun games, yang mengharuskan banyak pergerakan dari .

Semoga kebersamaan ini akan terus terjalin…

~RTM
29-01-2017

Nasib Pekerja Tambang Jika Perusahaan Tutup

Ilustrasi pekerja tambang

Ilustrasi pekerja tambang

Terinspirasi dari pertanyaan salah seorang teman di fb mas Ibra Rodes, tentang bagaimana kelak nasib dari seorang pekerja tambang jika bahan yang ditambang sudah habis? Tentunya perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran untuk memangkas pengeluaran perusahaan. Sebenarnya, saya agak sedikit kerepotan untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena aslinya saya bukanlah seorang yang mengerti tentang legal. Saya hanyalah bekas seorang pekerja tambang yang pernah merasakan bagaimana situasi di area tambang saat tambang tersebut berhenti beroperasi dan bahkan hingga tutup.

Pada umumnya, perusahaan akan melakukan pemberitahuan pada karyawan tentang masa kontrak perusahaan. Sejak awal bekerja, seorang karyawan akan diberikan pengetahuan mengenai jangka waktu izin beroperasi perusahaan di Indonesia. Jadi, karyawan bisa bersiap-siap atau setidaknya tahu konsekuensi bahwa perusahaan tempatnya bekerja punya waktu beroperasi yang terbatas.

Bagi perusahaan yang baik, mereka tidak akan mem-PHK karyawan secara tiba-tiba. Beberapa saat sebelum kontrak izin operasi di Indonesia usai, mereka akan kembali melakukan pemberitahuan pada karyawan. Proses PHK juga dilakukan secara benar sesuai prosedur hukum. Biasanya, karyawan akan diberikan surat keterangan mengenai alasan mereka di-PHK. Surat ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa alasan PHK bukan berada di pihak karyawan.

Salah satu contoh dari kasus perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia dan akan habis kontraknya adalah perusahaan tambang Chevron di Kalimantan Timur. Kontrak kerja perusahaan ini dengan Pemerintah Indonesia dalam penggarapan proyek Blok East Kalimantan, akan habis pada tahun 2018 dan memutuskan tidak akan diperpanjang.

Seperti dilansir dari situs berita dan riset Katadata, pihak Chevron mengatakan akan mempertahankan sejumlah karyawan untuk bekerja di proyek tambang milik Chevron di wilayah Indonesia lain. Sedangkan mereka yang tidak dipindahkan di tambang lain, akan menerima PHK disertai kompensasi sesuai dengan perjanjian kerja. Sedangkan aset Blok East Kalimantan akan dikembalikan oleh Chevron ke pemerintah Indonesia.

Di samping itu, pihak Manajemen Chevron yakin kontraktor baru yang akan melanjutkan pengelolaan Blok East Kalimantan akan membutuhkan orang yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya. Pernyataan ini diperkuat oleh ungkapan Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono. Ia menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari berakhirnya kontrak ini, karena siapapun kontraktornya, kebutuhan akan tenaga kerja tetap sama.

Melihat dalam sudut pandang recruiter perusahaan, Rinanti Nur Hapsari, HRD Manager ECC UGM, menyebutkan bahwa PHK dengan alasan di atas sebenarnya bukan merupakan suatu riwayat karir yang buruk. PHK dilakukan semata-mata murni karena perusahaan tempat bekerja dulu tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya. Maka saat orang tersebut kembali melamar pekerjaan, alasan ia di-PHK tidak akan mempengaruhi hasil nilai tes rekrutmennya.

Jika perusahaan asing tersebut tidak lagi mempertahankan karyawannya karena tidak punya cabang atau proyek lain di Indonesia, PHK memang jalan yang harus ditempuh. Namun, tak perlu khawatir, catatan PHK karena hal ini tidak akan menodai perjalanan karir karyawan. Selain itu, perusahaan biasanya akan memberitahukan pada karyawan jauh hari sebelum kontrak berakhir agar karyawan bisa bersiap membidik karir yang baru.

Jadi, tidak usah khawatir bagi kalian yang ingin berkarir di dunia pertambangan, karena semuanya sudah tercantum dengan jelas. Meskipun terkadang ada beberapa perusahaan nakal yang tidak transparan tentang hal tersebut. Pintar-pintarlah dalam mencari pekerjaan di perusahaan tambang, jika anda tidak ingin nasib anda menjadi tidak jelas.

Sumber : sini

~RTM
09-01-17

Cara Nyaman dan Aman Menggunakan Sepatu PDL

Alhamdulillah, meski dengan kesibukan yang cukup menyita waktu hingga blog ini nyaris tak terurus dan tulisan yang ada hanya sekedar repost dari beberapa tulisan kawan-kawan. Siang ini akhirnya saya kembali dari pengembaraan yang cukup panjang :D.

Baiklah, kali ini saya akan coba membahas apa itu Sepatu PDL yang biasa digunakan oleh teman-teman ketika hendak mendaki gunung. Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan luar. Ada juga sepatu tracking,  Sepatu ini kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu tersebut sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di Karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman.

Semoga bermanfaat..

Sumber: Sini

~RTM
29-01-2016

Buah Huni, Si Kecil Dengan Sejuta Manfaat

Buah huni

Buah huni

Barangkali, hanya sedikit orang saja yang mengetahui dan mengenal buah yang satu ini. Apalagi saat sekarang ini, pohonnya sudah sangat jarang ditemukan. Apalagi di daerah saya, yang sekarang sudah menjadi kota industri. Tinggi dari pohon ini bisa mencapai sekitar 15-30 m. Pohon huni ini dahulunya banyak tumbuh di daerah saya dan banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara, Australia. Akan tetapi karena populasi penduduk yang semakin meningkat, akhirnya lama kelamaan tanaman ini mulai punah seperti sahabatnya yaitu pohon kecapi. Di dataran Jawa, tanaman ini bisa ditemukan di hutan-hutan dengan ketinggian maksimal 1.400 meter di atas permukaan air laut (dpl).

Buni atau Huni (Antidesma bunius (L.) Spreng.) adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai (ranti). Huni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan. Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa. Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa), bignai (Filipina).

Pohon huni diduga berasal dari kaki pegunungan Himalaya di India, C dan Asia Tenggara (di luar kawasan Melayu), Filipina, dan timur Australia, Secara taksonomi termasuk bangsa Euphorbiales, suku Euphorbiaceae. Itu berarti buni masih sekerabat dengan tanaman hias Euphorbia milli. Sinonim: Antidesma andamanicum, Antidesma ciliatum, Antidesma collettii, Antidesma cordifolium, Antidesma crassifolium, Antidesma floribundum, Antidesma glabrum, Antidesma rumphii, Antidesma stilago, Antidesma sylvestrt Antidesma thoreiianum, Sapium crassifolium, dan Stilago bunius.

Batang huni mengandung alkaloid toksik. Daun mengandung terpenoid, tanin, glikosida, saponin, dan antrakuinon. Bagian korteks mengandung alkaloid, terpenoid, tanin, glikosida, dan saponin. Penelitian mengkaji asam organik yang terkandung pada kultivar buah matang buni yang terdapat pada hutan primer dipterocarp di Lembah Phupan, Sakon Nakhon, timur laut Thailand menunjukkan terdapat dua kelompok asam organik yaitu mayor dan minor. Kelompok mayor terdiri dari asamtartarat (7,97-12,16 mg/g bobot segar), asam askorbat (10,01-16,55 mg/g bobot segar), asam sitrat (4,44-11,73 mg/g bobot segar), dan asam benzoat (8,13-17,43 mg/g bobot segar). Sedangkan kelompok minor terdiri dari asam malat (3,05-4,52 mg/g bobot segar), asam laktat (1,12-4,09 mg/g bobot segar), asam oksalat (1,00— 1,45 mg/g bobot segar), dan asam asetat (0,19-0,69 mg/g bobot segar).

Ada beberapa kultivar yang tumbuh di tempat itu. Kultivar khumlhai memiliki asam askorbat tertinggi diikuti kultivar lompat, phuchong, sangkrow 2, dan maelookdog. Kultivar sangkrow 2 dan phuchong memiliki rasio asam tartarat dan malattertinggi. Kandungan total bagian padat terlarut (total soluble solid, TSS, %) tertinggi ada pada kultivar sangkrow 5 sedangkan total asam organik (total organlc acids, TOA) tertinggi terdapat pada kultivar phuchong. Rasio TSS:TOA tertinggi terdapat pada kultivar sangkrow 2. Kultivar sangkrow 2 dan 3 memiliki persentase jus tertinggi diikuti kultivar fapratan dan lompat.

Buah huni adalah tipe buah berdaging yang paling umum ditemui dan dagingnya banyak yang bisa dimakan. Buah tumbuhan huni merupakan tipe dasar, tetapi banyak buah populer lainnya yang merupakan tipe ini, seperti buah anggur, buah tering-terungan (terung, tomat, cabai), buah jambu-jambuan (jambu air, jambu biji), dan buah kakao.

Daun tanaman ini berbentuk tunggal seperti mangga, memiliki tangkai yang pendek, dan berbentuk seperti telur yang lonjong. Panjang daunnya antara 9-25 cm, bagian tepiannya agak bergelombang, dan ujungnya meruncing. Daun mudanya berwarna hijau muda dan ketika sudah tua berubah menjadi hijau tua. Tanaman ini berbunga dalam tandan, keluarnya dari ketiak atau pada bagian ujung percabangannya.

Buahnya berbentuk kecil, elips, dan berwarna hijau. Ketika sudah masak, warna buah akan berubah menjadi ungu kehitaman dengan rasa yang manis dan sedikit asam. Anda yang suka lalapan juga dapat mengonsumsi daunnya yang masih muda. Selain itu, daun tanaman Buni juga bisa digunakan untuk campuran jamu.

Sedangkan, buahnya yang masih muda dapat dibuat untuk rujak. Buah huni yang sudah matang bisa langsung dimakan atau dibuat selai.  Warna ungu kehitaman pada buah Buni yang sudah matang menunjukkan tingginya kadar antosianin dalam buah ini. Keberadaan senyawa aktif ini dinilai penting dalam tubuh, terutama untuk kesehatan pembuluh darah Anda, dimana antosianin bekerja dengan cara mengoksidasi kadar LDL (lemak jahat) dalam tubuh. Tentu saja, penyakit-penyakit seperti darah tinggi, aterosklerosis, dan resiko yang mengintai jantung Anda dapat diatasi dengan keberadaan senyawa ini dalam tubuh.

Rujak huni from twiter @Putrapakidulan

Rujak huni from twiter @Putrapakidulan

Jadi, bagi anda yang menderita penyakit darah tinggi dapat mengonsumsi buah huni untuk mengatasinya. Caranya sangat sederhana yakni dengan menyiapkan buah Buni yang telah matang sekitar 20-30 buah. Kemudian, cuci bersih dan buanglah bagian bijinya. Lalu, makanlah daging buahnya. Lakukan hal tersebut sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari. Setelah itu, minumlah air hangat untuk menetralisir rasa sepat yang dirasakan setelah mengonsumsi huni.

Sumber :
1. Sini

~RTM
26-12-2016

Reuni Keluarga Besar H. Ca’eng Bin Li’in

1000-images-about-clipart-family-on-pinterest-happy-family

Berkumpul bersama dengan keluarga besar tentu nya selalu dinanti-nantikan, apalagi ketika ada acara dan hajatan besar. Namun, untuk mengadakan reuni dari sebuah keluarga besar tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Belum lagi jika sudah banyak yang menikah dan memiliki keluarga masing-masing, rasanya akan semakin sulit untuk mengumpulkan seluruh keluarga dalam sebuah acara reunian keluarga. Ditambah lagi dengan domisili dari masing-masing keluarga dengan pekerjaan mereka yang mengharuskan berada diluar pulau, tentunya semakin menambah kerumitan tersendiri. Tetapi demi kebersamaan dan waktu yang berkualitas untuk bersama keluarga besar, mari kita rencanakan reuni keluarga dari sekarang!

Sebelum mengadakan sebuah acara reuni keluarga besar, buatlah rencana secara matang dan terperinci. Libatkan sebanyak mungkin anggota keluarga yang dapat membantu segala persiapan demi tercapainya kesuksesan  acara reunian keluarga ini. Pastikan jugaaAnda membuat daftar nama dari setiap anggota keluarga yang ingin diundang, agar tidak ada satu pun yang terlewatkan. Agar nantinya semua keluarga besar dapat berkumpul dan menikmati acara dengan sukacita. Nah kebetulan, dari keluarga besar saya mencapai 200 orang lebih. Maklum kata orang dulu “banyak anak banyak rejeki”.

Dari sejak kecil dulu, saya selalu menunggu-nunggu momen kebersamaan pada acara kumpul keluarga karena bisa bermain dengan sepupu yang sebaya. Mulai dari bermain petak umpet di halaman rumah nenek, hingga menikmati segelas besar es orson secara bersama-sama. Pengalaman semacam inilah yang perlu dirasakan oleh anak. Rasanya akan sangat berbeda antara bermain bersama teman sekolah yang bisa ditemui hampir setiap hari dengan bermain bersama sepupu yang hanya dapat berjumpa setahun sekali atau bahkan 10 tahun sekali. Nah pada tanggal 27 januari 2017 besok, inshaallah semuanya akan berkenan untuk hadir dan bersama memeriahkan acara ini.

Ah rasanya, sudah tak sabar hari itu akan menjelang….

Belajar Ikhlas

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” gumam ku dalam hati saat mendengar kabar buruk di pagi itu. Entah musibah apalagi yang menimpa keluarga ku di tahun ini. Rasanya sudah bertubi-tubi musibah ini datang silih berganti menghampiri kami di tahun 2016 ini. Mulai dari harus merasakan 7 kali bolak-balik menginap di rumah sakit menemani istri, orang tua serta iu mertua ku. Masih belum selesai dengan itu saja, pagi itu musibah yang tak kalah besar nya kembali menimpa keluarga ku. Ya, mobil pick up yang biasa dipakai oleh abah untuk mengais rejeki setiap hari, hilang di curi orang. Bahkan tepat di saat si abah hendak melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid.

B 9630 FAC sebelum hilang

B 9630 FAC sebelum hilang 😥

Aku yang tinggal sekitar 500 meter dari rumah orang tua, sama sekali tak menduga musibah ini akan kembali menimpa kami. Bagaimana tidak, mobil tersebut bukan mobil penumpang ataupun mobil mewah. Mobil tersebut hanya mobil pick up keluaran tahun 2011 yang mungkin jika dijual secara resmi harganya tidak lebih dari 40 juta-an apalagi jika dijual secara tidak resmi. Bagaimana mungkin si pencuri akan tertarik dengan mobil seperti itu? Bahkan secara logika saja, mobil tersebut diparkir di rumah orang tua dengan garasi terbuka sudah lebih dari 10 tahun bersama dengan mobil jenis yang sama keluaran tahun 2005. Toh selama kurun waktu tersebut, semuanya aman saja tanpa ada kendala meski 5 tahun lalu pernah part distributor untuk businya ada yang mencuri .

Bukan masalah seberapa besar kerugian yang harus kami derita, akan tetapi jauh lebih berharga dari itu semua adalah kesehatan si abah yang lebih penting. Baru saja sebulan ini dirinya tidak mengeluh merasakan sakit yang di derita akibat pembengkakan jantung, aku takut penyakitnya akan kembali meyerang dirinya. Bukankah penyakit itu awalnya timbul dari pikiran? Semoga saja hal itu tidak terjadi, di saat kondisi yang seperti ini.

Jum’at pagi itu menjadi hari yang begitu sibuk untuk ku, mulai dari laporan ke pak RT hingga laporan ke kantor kepolisian. Ada satu hal yang cukup menarik ketika melapor kehilangan di kantor kepolisian saat itu. Biasanya jika kita kehilangan cukup melapor di sentra pelayanan kepolisian saja, kemudian si petugas langsung membuatkan surat kehilangan yang dimaksud. Lain halnya jika barang yang hilang adalah kendaraan bermotor, kita tetap mengadu ke sentra pelayan kepolisian kemudian kita akan langsung dipertemukan dengan petugas Reskrim (Reserse kriminal) hingga dilakukan olah TKP (Tempat kejadian perkara) kemudian dibuatkan BAP (Berita acara pemeriksaan) baru setelah itu dibuatkan surat keterangan kehilangan. Cukup menyita waktu, untuk menyelesaikan laporan kepolisian. Bahkan aku harus kembali izin untuk tidak masuk kerja demi membuat laporan kehilangan di kanator kepolisian. Sungguh satu lagi kerumitan biroksrasi di negeri tercinta ini, padahal semuanya tentu akan lebih mudah apabila semuanya sudah dalam satu kesatuan system.

Akhirnya selesai sudah proses pemeriksaan dan pelaporan kehilangan kendaraan di kantor polisi, sambil menunggu kabar baik dari mereka saja. Semoga saja musibah kali ini kembali membuka mata hati kami bahwasanya kami masih banyak kekhilafan dan masih belajar untuk ikhlas jika memang kendaraan tersebut benar-benar tidak kembali lagi.

Semoga saja…

~RTM
31-10-16

Jangan Pernah Mimpi Ke Pantai Tanjung Lesung

Tanjung Lesung Sunrise

Tanjung Lesung Sunrise

Indonesia adalah sebuah negeri yang sangat beruntung, karena dianugerahi begitu banyak keindahan alam dengan pemandangan yang mempesona. Mulai dari hutannya yang begitu lebat, tanah pegunungan yang begitu hebat hingga hamparan pantainya yang begitu menggoda. Hampir di setiap daerah di Nusantara terdapat pantai indah baik yang sudah terkenal maupun yang belum banyak dikenal. Beberapa pantai yang pernah saya datangi hampir semuanya memiliki pemandangan yang begitu mempesona. Apalagi kawasan pantai dibagian selatan, semuanya memiliki pemandangan yang begitu menakjubkan seperti pantai Ujung genteng contohnya. Pasir putih dengan hamparan terumbu karang nya begitu menggoda untuk dinikmati.

Salah satu pantai indah dibagian selatan yang patut untuk dikunjungi adalah Pantai Tanjung Lesung di sebelah barat Pandeglang, tepatnya  di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Nama ‘Tanjung lesung’ menurut penuturan masyarakat setempat berasal dari penamaan lokasi pantainya yang berupa daratan menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu alat tradisional yang digunakan sebagai penumbuk padi. Pantai ini luasnya sekitar 1.500 hektar dan resmi dibuka untuk umum sejak Januari 1998. Kini Pantai Tanjung Lesung dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten.

Hamparan pasir pantainya yang landai mencapai hingga 15 kilometer, memberi cukup ruang kepada kita untuk melakukan berbagai kegiatan bersenang-senang. Mulai dari bermain pasir, berjemur, atau berolahraga. Selain kawasan pantainya yang masih sangat bersih dan alami, Pantai Tanjung Lesung juga menawarkan sebuah hamparan pasir putih bak permadani. Berjalan di atasnya ditemani semilir angin sepoi merupakan sebuah kenikmatan tersendiri. Ombaknya yang tidak terlalu besar memungkinkan kita untuk berenang, bermain jetski, snorkeling, naik perahu, ataupun memancing.

Transportasi

Untuk menuju lokasi pantai, kita akan melalui jalan provinsi yang cukup mulus serta mengikuti jaringan telekomunikasi yang menggunakan solar cell. Jarak antara Jakarta- Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Saya sendiri yang bertempat tinggal di Cikarang barat membutuhkan kurang lebih 5 jam untuk sampai di lokasi.

Untuk menuju lokasi Pantai Tanjung Lesung maka kita bisa mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak. Berikutnya keluar melalui pintu Gerbang Tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, dilanjutkan perjalanan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan hingga berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Pilihan rute yang lain adalah setelah mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak maka keluar melalui Gerbang Tol Cilegon. Lanjutkan perjalanan menyusuri pesisir Anyer-Carita hingga ke arah Labuan dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Kita juga dapat menggunakan kendaraan umum untuk menuju pantai Tanjung Lesung dengan bus ke arah Terminal Labuan. Berikutnya lanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju lokasi pantai Tanjung Lesung.

Akomodasi

Penginapan di pantai tanjung lesung memang sangat banyak, sehingga kita bisa dengan mudah memilih harga yang cocok dan sesuai dengan budget. Berwisata di tanjung lesung akan sayang jika hanya dihabiskan dalam satu hari saja. Untuk itu menginap di sekitar tanjung lesung adalah pilihannya. Bagi kita yang memiliki budget minim, tenang saja karena beberapa penginapan menawarkan harga yang cukup terjangkau meski fasilitasnya terbatas.

Teras Villa

Teras Villa

Berendam bareng

Berendam bareng

Dapur

Dapur

Gazebo

Gazebo

Beruntung untuk liburan kali ini saya sekeluarga di fasilitasi oleh perusahaan, sehingga bisa mendapatkan penginapan yang cukup bagus di villa kalica. 1 villa berisi 3 buah kamar tidur yang cukup luas, dengan teras dan dapur dibagian luar serta kolam renang keluarga yang cukup besar. Kamarnya cukup bersih dan terawat, dengan 2 kamar mandi dibagian dalam kamar dan 1 kamar mandi dibagian luar kamar.

Berakhir pekan bersama keluarga dengan bermalam  di pantai tanjung lesung akan menjadi sebuah liburan yang sangat mengesankan.

Keluarga kecilku

Keluarga kecilku

img_20160911_084538img_20160911_084407

Zetha saat beraksi

Zetha saat beraksi

~RTM
23 08 16

Untuk kesembuhan abah

Abah! Abah! Abah! Abah jangan pergi..! ” Abah harus kuat, Jangan pernah menyerah melawan penyakit yang kau derita..! Kami di sini selalu bersama mu.
Antara sadar dan tidak beliau bersandar di pundak ku, raut wajahnya pucat, kepala nya sudah tak bisa tegak karena sakit yang teramat sangat.

syafakallah-1
Berulang kali kata tersebut terlontar dari bibirku, membelah keheningan  sepertiga malam. Tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya berusaha semampuku untuk tetap terjaga bersama nya. Berulang kali pula dia berdiri untuk meredakan sakit yang tak kunjung usai. Biasanya sakit nya akan hilang setelah beberapa lama. Biasanya setelah (maaf) sendawa, perut nya akan sedikit membaik. Tapi kali ini, sakitnya tak kunjung mereda. Bahkan malah semakin menjadi.

Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya kami bawa si abah menuju rumah sakit terdekat. Meski waktu sudah menunjukan jam 01:00 malam, kami tetap membawanya dengan kondisi berdiri di atas bak pick up. Bukannya tega, jika beliau didudukan didalam mobil maka sakitya bertambah parah. Alhasil, kami harus membawanya dengan cara seperti itu.

Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan yang intensif selama beberapa hari beliau diizinkan untuk pulang dan hanya melakukan check up seminggu sekali. Itupun dengan santai nya si dokter spesialis mengatakan kalau tidak perlu lagi ke rumah sakit, cukup ke puskemas atau klinik terdekat saja untuk membeli obat nya yang kurang.

Allah SWT memberikan ujian berupa sakit kepada setiap manusia, baik itu sakit yang ringan ataupun yang berat atau sakit fisik maupun sakit emosi. Sekiranya sakit tersebut menimpa  keluarga kita, maka amatlah penting untuk kita mengetahui cara menjaga atau mengurus orang yang sedang sakit ini. Ujian sakit yang Allah berikan adalah untuk menyucikan dosa serta mengangkat derajat seseorang dan sekaligus menjanjikan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu orang menjaga ataupun yang datang menjenguk orang yang sakit perlu memberikan kata-kata yang bisa merangsang si penderita agar sentiasa berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Setiap ujian sakit dari Allah adalah untuk memberikan keampunan terhadap dosa yang telah dilakukan dan mengembalikan hamba kepada sang Pencipta, yaitu kembali ke jalan yang benar. Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Baqarah, ayat 156 :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya : (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali.”

Kini setelah hampir 1 bulan beliau keluar dari rumah sakit, sakit pada bagian perutnya mulai terasa lagi. Aneh memang ketika pagi ini kami bawa ke RS. Harapan Kita, beliau dinyatakan terkena gejala pembengkakan jantung. Masya allah, cobaan berat apalagi yang harus kami hadapi setelah hampir 2 tahun si abah di dera penyakit.

Adalah hal yang sangat tidak mudah bagi siapapun untuk belajar dan menerima bahwa ada anggota keluarganya yang sakit parah. Begitupun dengan keluarga kami, meski si abah tetap tegar menghadapi nya. Kami hanya bisa berpasrah dan berdo’a serta tetap berusaha untuk kesembuhannya…

~RTM
29 08 16

Abah, Cepat Sembuh Ya….

Panjat Pinang

Rindu abah tersenyum seperti ini

Dia bukanlah seorang yang hebat seperti superman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang perkasa seperi hulk yang bisa menahan segala beban di pundak nya. Dia juga bukanlah seorang superstar yang terkenal dimana-mana. Dia hanyalah sesosok mahluk Tuhan yang begitu istimewa, dan sesempurna bagai seorang wali di mataku.

Ya, dia adalah abah ku. Abah yang telah mendidiku, membimbingku dan membesarkan ku dengan penuh kasih sayang. Meski tak pernah sepatah kata pun di ungkapkan tentang begitu besar rasa cinta dan sayangnya kepadaku, tapi aku yakin dia begitu menyayangiku. Dia begitu kuat menghadapi segalanya. Dia begitu perkasa menghadapi keras nya hidup dengan bekerja keras. Baginya tiidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan penuh kesabaran dan do’a. Tidak ada kata menyerah dalam dirinya. Dia terus berusaha dan selalu berusaha. Bagi dirinya hidup adalah perjuangan. Hidup bukan untuk diratapi atau ditangisi, akan tetapi hidup harus di siasati. Jangan mengeluh, jangan memaki apalagi ingin mati. Cukup dengan berdo’a dan bersyukur, membuat hidup jadi lebih berarti.

Tapi kini, sudah hampir setahun lebih dirimu terbaring lemah tak berdaya. Sisa keperkasaanmu masih terpancar jelas diraut wajahmu yang tak pernah memperlihatkan kepedihan dan kesedihan menahan sakit yang tak terperi. Engkau tetap tegar menghadapi semua nya. Malah kami semua yang bingung akan semua yang terjadi. Begitu sabar nya engkau menghadapi semua ini.

Abah, meski ini kali kedua dirimu terbaring lemah di sudut rumah sakit. Izin kan aku, untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuatmu kembali tertawa bersenda gurau dengan ketiga cucu mu.  Semoga beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini untuk meminta kesembuhan bisa meringankan sakit ditubuh mu.

*Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

( Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa )

 “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari dan Muslim).

*Dari Abu ‘Abdillah ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah sebanyak tiga kali :

 بِسْمِ اللهِ

   (bismillah)

kemudian bacalah sebanyak  tujuh kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

( A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru )

Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim)

Cepat sembuh Abah, kami semua merindukan mu….

~RTM
29-07-16