Menikmati Kesendirian Sebagai Pribadi Introvert

Ilustrasi

Ada beberapa orang di luar sana yang selalu dianggap aneh oleh sebagian orang, sikapnya sangat sulit dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sehingga sering membuat orang lain tidak nyaman. Mereka itu adalah orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana nampaknya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan akan pergi kemana pada akhir minggu. Orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu tempat sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri. Mencari sebuah kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya dan mengamati orang berlalu-lalang.

Saya pribadi adalah seorang yang introvert dan selalu merasa ingin sendiri serta benar-benar menikmati kesendirian. Untuk itulah saya lebih banyak senang untuk mendaki gunung dan berlama-lama di hutan hanya untuk menikmati desahan angin yang menggesek dahan pinus dan suara serangga kecil yang mengalun merdu dibalik semak belukar. Bukan pergi ke pantai untuk melihat keramaian dan berlari di pinggiran ombak. Saat itulah saya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam. Baik itu persoalan pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Biasanya setelah proses perenungan tersebut, akan ada sebuah jalan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Menurut pandangan sebagian orang, seorang introvert mungkin akan dikatakan sombong, pemalu bahkan sering dikatakan tidaIntrovertk mau bergaul. Oleh karena itu, sebagian orang introvert kadang menjadi korban dari opini publik yang mengatakan demikian. Padahal sebenarnya orang introvert memang butuh waktu sendiri lebih banyak untuk mengumpulkan energi ketimbang mereka yang ekstrovert. Sehingga wajar jika orang-orang introvert tidak lebih sering berkumpul dengan kawan, energi mereka justru tersedot oleh keramaian.

Saya tidak menyukai keramaian mall dan bahkan kepala sedikit pusing dengan hiruk pikuk orang didalam nya. Saya menyukai rimbunnya vegetasi dan aroma tanah ketimbang parfum wangi. Saya lebih menyenangi dinginnya ketinggian dibandingkan dengan dinginnya AC central. Bahkan saya merasa dalam kondisi prima meski nafas tersengal menapaki ribuan anak tangga ketika mendaki dibandingkan dengan menaiki tangga escalator.

Menurut Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, stigma dan perlakuan tak adil pada pribadi-pribadi introvert sudah berlangsung sejak abad ke-19 dan makin parah di awal abad ke-20. Bahkan menimpa hampir separuh manusia di muka bumi yang pada dasarnya adalah introvert.

“Setiap kali Anda mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan Anda, separuh jiwa Anda menghilang seiring waktu. Anda tidak akan ingat lagi cara menghabiskan waktu seperti biasanya,” tulis Cain.

 

Sumber : sini

~ RTM
26 09 17

Iklan

Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagi orang kebanyakan, hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan sangat menyeramkan. Hanya ada sekumpulan pepohonan yang sangat rimbun dan saking rimbunnya, sinar matahari sekalipun tidak dapat menembusnya. Belum lagi berbagai macam hewan liar yang tentunya semakin menambah keangkeran dari hutan tersebut. Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya apalagi hendak berlama-lama berada dikawasan tersebut. Akan tetapi bagi para petualang, hutan justru menjadi sebuah tempat bermain yang sangat menyenangkan dan mengasyikan. Asal, tentu saja kita harus pandai-pandai menjaga sikap dan bersahabat dengannya.

Tentunya akan lebih aman dan mengasyikan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup bercengkrama dengan alam. Pastinya semua hal tersebut akan lebih aman dilakukan. Terlebih jika hutan belantara yang akan kita kunjungi tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut. Tentunya dengan konsekuensi yang keras dari pengelola apabila pengunjung tersebut melanggarnya.

Tetapi bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara dijadikan seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal atau café, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota, kami akan lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda, melewati dinginnya malam dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Gurauan khas sesama pendaki gunung diiringi celotehan dan saling mengejek siapa diantar kami yang bisa sampai dipuncak lebih dulu serta siapa yang jalannya bagaikan putri raja. Serta Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Hingga (maaf) kentut pun harus berbagi, itulah salah satu keakraban yang menandakan bahwa kami adalah sahabat sejati. Duh sedapnya!

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara adalah tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat.

Lho kok bisa? Bisa saja…

Petualangan menembus belantara hutan di gunung maupun dimana saja selama beberapa hari dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan. Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul tanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

“Saya sudah pernah menjelajahi sepertiga keindahan alam Nusantara. Namun yang paling mengesankan adalah saat di tengah hutan belantara. Saya begitu jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya.”

Bagi para petualang, tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat sejati dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung lainnya. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita dan mereka rela memberikan sedikit tempat yang hangat bagi kita.

 

Sumber : Pengalaman pribadi, di sini

~RTM
04 08 17

Keutamaan Menyambung Silaturahmi

Kumpul Keluarga

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim)

Setiap manusia  pastinya mendambakan diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Namun, tidak semua manusia dimudahkan dan diberikan semua oleh Allah ta’ala untuk mendapatkannya.

Padahal ada satu amalan mulia, yang sangat dianjurkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk dilakukan, dan inshaAllah begitu mudah untuk dikerjakan. Amalan mulia tersebut adalah menyambung tali silaturrahmi. Dengan menyambung tali silaturahmi, seseorang akan mendapatkan beberapa hal yang telah disebutkan di atas, ditambah beberapa keutamaan lain.

Ibnu Manzhur rahimahullah menjelaskan bahwa silah yang berarti menyambung adalah lawan kata dari hujron yang berarti meninggalkan atau memutuskan. (Lisanul ‘Arob 11/726)

Sehingga silaturrahmi dapat diartikan dengan: “Sebuah ungkapan yang menggambarkan tentang perbuatan baik, kasih sayang dan kelembutan yang ditujukan kepada keluarga yang senasab (satu keturunan) dan karib kerabat, serta perhatian terhadap kondisi mereka, sekalipun mereka berada di tempat yang jauh dan berbuat tidak baik kepada kita. (Lisanul ‘Arob 11/728)

Dari definisi ini dapat kita ketahui bahwa tidak perbuatan baik yang ditujukan kepada semua orang seperti tetangga, teman dan sahabat bisa disebut silaturrahmi. Seseorang dikatakan menyambung tali silaturrahmi, apabila dia mengalamatkan perbuatan baiknya itu kepada keluarga senasab atau karib kerabatnya, tidak lebih dari itu.

Berikut ini beberapa gambaran singkat dari menyambung tali silaturrahmi:

Mengunjungi rumah saudara atau karib kerabat, Mengucapkan salam dan berjabat tangan ketika bertemu dengan mereka, Bertanya tentang keadaan mereka sekeluarga, Memberikan hadiah kepada mereka, Bersedekah kepada mereka yang fakir, Bersikap lemah-lembut dengan mereka yang berkecukupan, Menghargai dan menghormati orang yang lebih dewasa, Menyayangi mereka yang lebih muda, Menghubungi mereka via surat pos, sms atau telefon/handphone, Menjamu mereka dengan baik ketika mereka bertamu, Ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan, Menghibur mereka tatkala mereka dirudung kesedihan, Mendoakan mereka dengan kebaikan, Antusias untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan mereka, Membesuk orang yang sakit dari mereka, Mendatangi undangan mereka, Tetap menyambung silaturrahmi orang yang berusaha memutuskannya.

Dan yang paling utama dan terpenting dari itu semua adalah, hendaklah kita bersemangat dan antusias untuk mengajak mereka kembali kepada jalan agama, menasihati mereka, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari berbuat kemungkaran. Dan jangan lupa pula, doakanlah semoga mereka senantiasa mendapatkan hidayah taufiq dari Allah subahahu wa ta’ala.

Jadi, maukah diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat ? Perbanyaklah silaturahmi…

Sumber : Sini

 

~ RTM – 25 07 17

Dimana Saya Saat Bekasi Di Hina…!!!

Miris benar melihat beberapa account di sosmed pada akhir-akhir ini. Beberapa orang saling hujat menghujat satu sama lain. Bahkan pada akhirnya ada yang harus berurusan dengan pihak berwenang akibat postingannya melecehkan bahkan menghina salah satu pihak. Kendati demikian, ada saja yang masih berani melakukan ujaran kebencian hingga saat ini meski sudah banyak yang ujung-ujungnya harus berakhir pada tanda tangan di materai Rp. 6000.

Belum selesai polemik dari efek pilkada di DKI Kemarin, kini malah merembet ke daerah penyangga tempat lahir saya yaitu Bekasi. Di hujat oleh kaum pendatang yang notabene menggantungkan hidupnya di tanah kelahiran saya.

Sebagai salah seorang yang tidak begitu aktif bersosialisasi di medsos, saya merasa sedikit terganggu dengan hal tersebut. Bagaimana tidak, meskipun saya pada awalnya tidak berpihak kepada salah satu kubu, toh ada beberapa hal yang seharusnya tidak usah di umbar di sosmed.

Sebagai salah satu putra Bekasi yang hampir separuh dari usia saya hidup di perantauan, terus terang saya merasa agak terganggu dengan postingan yang menghina tanah air tercinta saya Bekasi. Bagaimana tidak, daerah yang saya tinggalkan hampir 20 tahun ke belakang menjadi mendadak viral saat di hina dan di hujat oleh seorang pendatang. Astaghfirullah, meski saya masih bisa menahan diri untuk tidak ikut berkomentar, toh pada akhirnya saya memutuskan untuk ikut menanggapi nya.

Adalah sangat tidak etis ketika seorang pendatang yang mengais rezeki di kota Bekasi ini menghina bahkan membuat pernyataan bahwa Bekasi tidak akan maju tanpa dirinya. Bekasi akan sepi, kontrakan akan kosong tanpa pendatang. Dan satu hal yang paling membuat jengkel adalah statement bahwa orang Bekasi tidak berpendidikan tinggi. Astaghfirullah…

Panas hati saya membaca beberapa postingan tersebut, meski saya sendiri tidak ikut langsung berkomentar. Saya merenung, apakah memang manusia Bekasi seperti itu…?

Saya rasa tidak….!!! Orang Bekasi banyak yang berpendidikan tinggi, bahkan banyak yang bergelar S3 yang merupakan gelar tertinggi dari pendidikan. Wilayah Bekasi adalah daerah penyangga ibukota yang sebelum ada kawasan industri pun sudah maju dan bahkan menjadi salah satu penyokong bahan bangunan seperti batu bata dan genteng untuk Jakarta. Orang Bekasi adalah orang-orang yang ramah dan mau menerima serta berbaur dengan mereka para pendatang tanpa mengenal suku, ras, bahasa dan agama yang menjadi tanda bahwa mereka lebih beradab dan bisa hidup berdampingan.

Tanpa kawasan industri pun, Bekasi akan tetap maju karena kami adalah salah satu penyangga ibukota. Bahkan kamipun sudah kenyang menghirup dan mandi dengan air dari limbah pabrik tempat para pendatang mengais rezeki untuk dibawa pulang kembali ke kampung halaman nya.

Sebagai orang Bekasi, kami tidak iri dengan para pendatang. Kami pun masih bisa bersaing dengan kalian berbekal skill dan pendidikan yang kami tempuh. Toh rezeki itu adalah urusan Allah SWT, jadi kami tidak akan pernah takut bersaing dengan kalian para pendatang. Meskipun saat kalian kembali dari kampung halaman, kalian membawa saudara-saudara kalian untuk mengadu nasib di Bekasi.

Kami tidak kesal, saat motor-motor kalian berplat daerah habis melahap aspal kami. Meskipun pajak kendaraan yang kalian bayarkan tidak sampai ke Bekasi, toh kami tetap menerima kalian berdampingan memacu kendaraan di jalanan. Coba kalian cek ke salah satu daerah di Kalimantan Selatan yang mewajibkan kendaraan yang melintas di jalan raya nya harus menggunakan plat nomor daerah tersebut agar pajaknya bisa di nikmati bersama. Mungkin ini adalah ide bagus yang mesti diikuti oleh Pemerintah daerah Bekasi, agar APBD Bekasi bisa meningkat dan mereka bisa turut andil menjaga jalanan kota Bekasi.

Ah, mungkin itu hanyalah lamunan sesaat saya saja. Karena efek samping membaca postingan yang selalu menyudutkan kota tercinta saya saja.

Jadi untuk para pendatang, bersikaplah lebih bijak sedikit dan jangan mengganggu serta menyudutkan kami orang Bekasi. Sebagai orang Bekasi kami tentu akan melawan dan membuat perhitungan jika kalian telqh menghina tanah kelahiran kami.

Akhir kata, saya juga sebagai seorang pendatang yang pernah merasakan hidup di hampir sepertiga pulau di Indonesia. Marilah kita sedikit lebih dewasa dalam bersosial media, toh nyatanya masih lebih banyak sisi positif yang bisa dilakukan tanpa harus melakukan sesuatu yang sangat menyakitkan bagi orang lain.

Untuk warga Bekasi, mohon tetap menjaga tali silaturahmi dengan para pendatang. Toh mereka juga adalah saudara kita juga. Mari kita buktikan bahwa kita orang Bekasi mampu bersaing dengan para pendatang dan bahkan lebih memiliki mental lebih baik dari mereka.

Untuk warga pendatang, bersikaplah lebih bijak saat hidup di rantau. Karena jika anda sopan, kami pun akan lebih menghormati anda.

Biarkan proses hukum tetap berjalan, jangan mudah terprovokasi dengan berbagai berita yang belum jelas kebenarannya.

 

~RTM ° 30-06-’17

Note : Penulis adalah mahasiswa magister teknik mesin universitas pancasila

 

 

Mimpi buruk jika telat lulus kuliah

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Proses menanti saat-saat kelulusan serta mengenakan pakaian toga dan berfhoto dengan latar belakang buku perpustakaan adalah idaman bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif. Ketika pertama kali diterima di sebuah perguruan tinggi, mayoritas dari mereka berkeinginan untuk cepat lulus, tepat waktu dan mendapatkan indeks prestasi kummulatif (IPK) yang tinggi. Merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar bagi setiap mahasiswa mendapati keinginan seperti itu. Namun pada saat memasuki fase-fase rumitnya berkuliah, tugas yang menumpuk dan jadwal kuliah yang padat, mereka pun menyadari bahwa perjuangan dalam mencapai itu semua diperlukan usaha yang tidak mudah.

Sebagian dari mereka ada yang terpaksa kalah oleh seleksi alam dan memilih tidak melanjutkan kuliahnya. Beruntunglah bagi mereka yang tetap tabah menjalani perkuliahn dan harus merelakkan untuk tidak lulus tepat waktu dikarenakan berbagai macam hal seperti sibuk berwirausaha, menyelesaikan penelitian, bermasalah dengan dosen, malas, dan lain-lain.

Saya sendiri mengalami untuk kedua kalinya ketika harus berhadapan musuh terbesar kehidupan kampus yaitu menjadi mahasiswa abadi. Saat sedang menyelesaikan study sarjana yang semestinya bisa diselesaikan dalam 8 semester harus di tempuh selama 10 semester, padahal semua mata kuliah sudah selesai ketika semester 8. Hanya 1 saja yang masih nyangkut, yaitu tugas akhir atau skripsi. Bukan ingin berlama-lama di kampus, hanya saja memang kendala biaya yang harus dikeluarkan saat akan melakukan penelitian.

Begitupun saat akan menyelesaikan S2, kembali saya dihadapkan dengan mimpi buruk menyelesaian tesis. Letak kesalahan awalnya pada saat membuat proposal tesis, dimana sekertaris jurusan menyetujui untuk membuat laporan hingga bab III. Tapi setelah mengajukan judul dan meminta pembimbing, proposal saya di tolak dan harus ganti judul dengan alasan terlalu sederhana. Alhasil kerja keras selama beberapa bulan harus rela di buang ke laut dan kembali mengetik ulang lagi. Mirip kisahnya seperti saat mengambil mata kuliah praktikum Fisika Dasar I saat di Bandung.

Bila dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, telat lulus kuliah tentunya akan menjadi ancaman terbesar untuk masa depan kita. Saya tentunya harus membayar uang perkuliahan kembali untuk memperpanjang masa studi. Melihat teman-teman kita sudah pada lulus terlebih dahulu kerap kali membuat kita depresi, putus asa, tak tahu harus berbuat apa. Namun bila dilihat dari sisi lain, bahwa untuk para mahasiswa-mahasiswi yang bersemangat secara konsisten namun harus merelakan telat lulus tentu ini menjadi sebuah nilai-nilai positif buat kita, tak harus kecewa bila melihat orang lain lulus duluan karena bisa jadi mereka yang terlebih dahulu lulus tidak sebagus apa yang kita jalani saat ini.

Pasti akan selalu ada cara untuk memperbaiki kesalahan dan setiap orang mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk meraih kesuksesan, ada yang rasanya lancar-lancar saja berkuliah namun setelah selesai menyelesaikannya kesulitan mencari kerja kemudian adapun yang harus telat lulus namun setelahnya langsung mendapatkan pekerjaan. Tidak selamanya kita harus menyalahkan orang lain atas keterlambatan kita untuk lulus, tentu kita pun harus introspeksi diri apa yang menjadi penyebab kita telat lulus. Melihat teman-teman kita yang sudah menyelesaikkan studi nya duluan tentu harus dijadikan cambuk hati untuk bersemangat dalam menyelesaikan perkuliahan. Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk memacu semangat kita agar terus berkembang lebih baik dari mereka. Percaya kita pun akan bisa seperti mereka.

Semangat Rahmat…!!!

Jauh di sudut kantor
~RTM 26 05 17

Hutan Pinus Gunung Pancar, Sentul Bogor

Mendengar pohon pinus saja, pikiran kita sudah pasti langsung menerawang dengan suasana rindang dan harum dari getah pohon tersebut.  Suasana di hutan pinus ini sangat sejuk, bahkan cenderung bersuhu lembab. Hal ini disebabkan oleh rindangnya daun-daunan dari pohon pinus yang menutupi area hutan, sehingga tidak heran jika disekitar pohon pinus tanahnya akan menjadi cukup basah.

Hutan pinus merupakan hutan ekosistem yang memiliki daun berbentuk jarum. Hutan pinus merupakan jenis hutan dengan tanaman yang bersifat homogen. Hutan ini hidup pada daerah yang mempunyai kondisi iklim sedang. Pohon pinus tidak mampu bertahan hidup pada daerah resapan air, karena pohon pinus memiliki daun yang berbentuk jarum serta banyak mempunyai stomata, sehingga akan banyak menyerap dan menguapkan air.

Pohon pinus adalah tumbuhan yang semuanya tergabung dalam marga Pinus. Pohon pinus banyak terdapat di hutan-hutan milik Perhutani yang sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan kayu dan getahnya, serta konservasi lahan.

Tak ada salahnya, rindu suasana pegunungan dan jalur pendakian yang tak pernah kesampaian karena jadwal kerja yang sangat sibuk akhirnya liburan kali ini di isi dengan menyambangi salah satu obyek wisata yang dekat dengan rumah di Bekasi. Ya, Hutan pinus gunung Pancar atau biasa orang menyebutnya dengan hutan pinus Sentul.

Gunung Pancar adalah sebuah gunung yang memiliki ketinggian kurang lebih 800 meter diatas permukaan laut yang terletak di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Gunung Pancar termasuk ke dalam Taman Wisata Alam (TWA) dibawah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat. Tetapi sejak 1994, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka PT. Wana Wisata Indah di beri Hak Pengusahaan Pariwisata Alam di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini. Jadi, tempat ini memang boleh digunakan sebagai obyek wisata, berbeda ya dengan Cagar Alam yang membutuhkan Simaksi untuk masuk ke dalam tempatnya.

Akses masuk ke lokasi wisata ini tidak begitu sulit. Jika anda berangkat dari daerah Cikarang. dapat melewati tol dan keluar di Gerbang Tol Sentul Selatan kemudian terus saja mengikuti jalan melewati Desa Babakan Madang dan Desa Karang Tengah. Jika kita lewat jalan biasa, maka dari pertigaan jalan narogong bekasi dan fly over Cileungsi kita ambil jalan lurus menuju ke arah Citeureup hingga sampai Pasar Citeureup kemudian sirkuit Sentul. Tidak usah khawatir, lanjutkan perjalanan hingga menyusuri jalan Babakan Madang hingga nanti bertemu dengan obyek wisata Jungle Land. Ambil daan lurus dan sedikit menanjak hingga anda menemukan warung sate kiloan. Dari tempat tersebut lokasi hutan pinus sudah tidak begitu jauh. Kondisi jalan beraspal dan cukup baik dengan jarak ± 13 km dan waktu tempuh ± 20 menit. Apabila menggunakan sepeda motor atau sepeda, bisa melewati Desa Cimahpar yang tembus ke Sentul Selatan juga.

Di tempat ini, tersedia pemandian air panas, makam keramat, dan menikmati pergelaran kesenian tradisional daerah yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Wisata alam sambil olahraga (hiking, berkemah, berkuda, bersepeda, tenis, berenang (air panas), lintas alam) dan wisata konvensi (berwisata sambil melakukan seminar, rapat, konferensi) juga bisa dilakukan disini. Tapi, yang bikin Gunung Pancar jadi hitz banget adalah pohon pinusnya itu! Keren buat foto!

Nah, buat yang berencana melakukan pre-wedding, tempat ini juga bisa dijadikan tempat pre-wed. Suasana yang teduh, nyaman, dan romantis banget cocok untuk dijadikan background foto. Jika ingin melakukan aktivitas kegiatan alam terbuka, tempat ini juga cocok sebagai latihan dasar buat pemula. Fasilitas MCK dan toilet cukup bagus sehingga memudahkan pengunjung melakukan aktivitasnya.

Tarif memasuki tempat wisata ini tidaklah mahal, cukup Rp 2000/orang untuk wisatawan lokal. Apabila pengunjung membawa kendaraan,  dikenakan biaya Rp 20.000/motor dan Rp 100.000/mobil.

Pohon Pinus

Hampir semua bagian pohonnya dapat digunakan, antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk diambil getahnya. Getah dari pohon pinus dapat diolah menjadi bahan dasar pengencer cat. Hasil kayunya bermanfaat untuk konstruksi, korek api, pulp, dan kertas serat panjang.

Pohon pinus mempunyai banyak manfaat, di Indonesia umumnya pembuatan kertas berbahan dasar kayu, serat dari kayu pohon pinus tersebut dicampur dengan bahan kimia agar lebih menguatkan kertas. Bahkan yang perlu kamu tahu ternyata pohon pinus tidak hanya dapat digunakan sebagi bahan dasar pembuat kertas, tetapi dapat juga digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

Pohon ini mengandung flavanoid dan vitamin C, sebagai antioksidan dapat memperlancar peredaran darah dan meningkatkan daya tahan ingat pada manusia yang sudah lanjut usia. Bau yang dikeluarkan oleh tumbuhan ini dapat mengurangi tingkat stres, berjalan-jalan atau berada dibawah pohon ini selama 15 menit dapat menurunkan stres dari menghirup aromanya saja. Selain itu, aroma dari daun pohon pinus dapat juga menenangkan emosi yang tinggi.

Aroma dari pohon pinus dapat menyembuhkan penyakit bronkitis. Caranya sangat mudah, hanya menambahkan tiga tetes minyak esensial pinus pada semangkuk air panas lalu tutupi kepala dengan handuk, dan hirup aroma pinus melalui hidung dan mulut. Dapat pula meredakan nyeri-nyeri otot dengan menjadikan pohon pinus sebagai salah satu bahan dasar pembuatan minyak gosok.

Itulah tadi sedikit ulasan tentang Hutan pinus beserta manfaatnya. Semoga bisa menambah wawasan kamu tentang tumbuhan pinus.

Sumber : 1. Satujam
2. Hellobogor 

¬RTM
27-04-17

 

 

 

 

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Pagi hari,
Mengapa parasmu dingin, begitu mengiris hati…

Siang hari,
Mengapa panasmu terik, menyengat sekujur tubuh…

Sore hari,
Mengapa senjamu kejam, menguap tanpa mega…

Malam hari,
Semuanya hilang, terpendar bersama mataharimu…

 

~RTM
Akhir Juli, 1998

Jika 5 Generasi Kumpul Bersama

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Apa jadinya jika 5 generasi keluarga berkumpul dan bercengkrama bersama?

Awalnya memang agak sedikit sulit menyusun dan mempersatukan seluruh keluarga dari anak-anak pasangan dari Alm H. Caeng Bin Liin dan Almh Ibu Hj. Uti bin Minan. Tapi berbekal dengan tekad dan semangat ingin mempersatukan keluarga akhirnya meski harus menguras fisik dan pikiran, kami berhasil juga melakukannya. Ya, sebuah acara yang sangat berharga bagi saya khususnya yang merupakan generasi Ke-4 dari keluarga ini. Meski saat ini anak-anaknya hanya menyisakan 3 orang saja yang masih hidup dari 13 orang yang dilahirkan, hal ini malah menambah semangat bagi kami untuk semakin mempersatukan mereka. Saya tidak tahu pasti, nenek saya anak keberapa dari keluarga ini. Hanya saja, nenek saat ini adalah yang anak tertua yang masih hidup dan bisa bercerita kepada kami siapa sebenarnya kakek buyut kami tersebut.

Tantangan untuk membuat acara temu kangen ini begitu sangat berat. Bayangkan saja, untuk survey lokasi acara temu kangen ini saja, panitia membutuhkan 4 kali survey lokasi. Dari mulai D’ranch Bandung, Capolaga Subang, Penangkaran Rusa Cariu, Kebun Wisata Pasir Mukti Cileungsi, dan seluruh lokasi wisata di Babakan Madang sudah habis kami survey. Anehnya, lokasi yang kami jadikan untuk tempat berkumpul ini tak membutuhkan survey. Dasar…!!! Emang kalau sudah jodoh tidak akan kemana 😀

Lokasi tempat acara akhirnya dipilih Kebun Raya Cibodas, Cianjur. Selain aksesnya lebih mudah, kami memikirkan juga perjalanan dari tempat parkir ke lokasi. Mengingat sudah banyak anggota keluarga yang cukup berumur yang akan ikut acara ini. Begitupun acara yang akan kami gelar nanti. Selain berkumpul dan mendengarkan sedikit kisah tentang si kakek buyut, kami diwajibkan untuk saling mengenalkan diri dari keluarga mana berasal. Tentunya akan membutuhkan tempat yang sangat luas untuk mengumpulkan keluarga ini. Belum lagi untuk acara fun games, yang mengharuskan banyak pergerakan dari .

Semoga kebersamaan ini akan terus terjalin…

~RTM
29-01-2017

Nasib Pekerja Tambang Jika Perusahaan Tutup

Ilustrasi pekerja tambang

Ilustrasi pekerja tambang

Terinspirasi dari pertanyaan salah seorang teman di fb mas Ibra Rodes, tentang bagaimana kelak nasib dari seorang pekerja tambang jika bahan yang ditambang sudah habis? Tentunya perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran untuk memangkas pengeluaran perusahaan. Sebenarnya, saya agak sedikit kerepotan untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena aslinya saya bukanlah seorang yang mengerti tentang legal. Saya hanyalah bekas seorang pekerja tambang yang pernah merasakan bagaimana situasi di area tambang saat tambang tersebut berhenti beroperasi dan bahkan hingga tutup.

Pada umumnya, perusahaan akan melakukan pemberitahuan pada karyawan tentang masa kontrak perusahaan. Sejak awal bekerja, seorang karyawan akan diberikan pengetahuan mengenai jangka waktu izin beroperasi perusahaan di Indonesia. Jadi, karyawan bisa bersiap-siap atau setidaknya tahu konsekuensi bahwa perusahaan tempatnya bekerja punya waktu beroperasi yang terbatas.

Bagi perusahaan yang baik, mereka tidak akan mem-PHK karyawan secara tiba-tiba. Beberapa saat sebelum kontrak izin operasi di Indonesia usai, mereka akan kembali melakukan pemberitahuan pada karyawan. Proses PHK juga dilakukan secara benar sesuai prosedur hukum. Biasanya, karyawan akan diberikan surat keterangan mengenai alasan mereka di-PHK. Surat ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa alasan PHK bukan berada di pihak karyawan.

Salah satu contoh dari kasus perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia dan akan habis kontraknya adalah perusahaan tambang Chevron di Kalimantan Timur. Kontrak kerja perusahaan ini dengan Pemerintah Indonesia dalam penggarapan proyek Blok East Kalimantan, akan habis pada tahun 2018 dan memutuskan tidak akan diperpanjang.

Seperti dilansir dari situs berita dan riset Katadata, pihak Chevron mengatakan akan mempertahankan sejumlah karyawan untuk bekerja di proyek tambang milik Chevron di wilayah Indonesia lain. Sedangkan mereka yang tidak dipindahkan di tambang lain, akan menerima PHK disertai kompensasi sesuai dengan perjanjian kerja. Sedangkan aset Blok East Kalimantan akan dikembalikan oleh Chevron ke pemerintah Indonesia.

Di samping itu, pihak Manajemen Chevron yakin kontraktor baru yang akan melanjutkan pengelolaan Blok East Kalimantan akan membutuhkan orang yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya. Pernyataan ini diperkuat oleh ungkapan Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono. Ia menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari berakhirnya kontrak ini, karena siapapun kontraktornya, kebutuhan akan tenaga kerja tetap sama.

Melihat dalam sudut pandang recruiter perusahaan, Rinanti Nur Hapsari, HRD Manager ECC UGM, menyebutkan bahwa PHK dengan alasan di atas sebenarnya bukan merupakan suatu riwayat karir yang buruk. PHK dilakukan semata-mata murni karena perusahaan tempat bekerja dulu tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya. Maka saat orang tersebut kembali melamar pekerjaan, alasan ia di-PHK tidak akan mempengaruhi hasil nilai tes rekrutmennya.

Jika perusahaan asing tersebut tidak lagi mempertahankan karyawannya karena tidak punya cabang atau proyek lain di Indonesia, PHK memang jalan yang harus ditempuh. Namun, tak perlu khawatir, catatan PHK karena hal ini tidak akan menodai perjalanan karir karyawan. Selain itu, perusahaan biasanya akan memberitahukan pada karyawan jauh hari sebelum kontrak berakhir agar karyawan bisa bersiap membidik karir yang baru.

Jadi, tidak usah khawatir bagi kalian yang ingin berkarir di dunia pertambangan, karena semuanya sudah tercantum dengan jelas. Meskipun terkadang ada beberapa perusahaan nakal yang tidak transparan tentang hal tersebut. Pintar-pintarlah dalam mencari pekerjaan di perusahaan tambang, jika anda tidak ingin nasib anda menjadi tidak jelas.

Sumber : sini

~RTM
09-01-17

Cara Nyaman dan Aman Menggunakan Sepatu PDL

Alhamdulillah, meski dengan kesibukan yang cukup menyita waktu hingga blog ini nyaris tak terurus dan tulisan yang ada hanya sekedar repost dari beberapa tulisan kawan-kawan. Siang ini akhirnya saya kembali dari pengembaraan yang cukup panjang :D.

Baiklah, kali ini saya akan coba membahas apa itu Sepatu PDL yang biasa digunakan oleh teman-teman ketika hendak mendaki gunung. Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan luar. Ada juga sepatu tracking,  Sepatu ini kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu tersebut sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di Karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman.

Semoga bermanfaat..

Sumber: Sini

~RTM
29-01-2016