Uitemate (浮いて待て), Teknik Mengapung Dan Menunggu Yang Akan Menyelamatkan Nyawa Anda

Tenggelam (Ilustrasi)

Jujur, pada awalnya saya tidak tahu apa itu Uitemate (浮いて待て)? Meskipun saya tahu persis, kata ini berasal dari bahasa Jepang karena ada huruf hiragana dan kanji yang terbaca dengan jelas. Dan mungkin di negara tercinta Republik Indonesia sendiri masih belum begitu populer jika dibandingkan Life jacket, pelampung, sekoci kapal atau alat-alat keselamatan lain yang berhubungan dengan air. Akan tetapi, teknik uitemate ini akan sangat berguna sekali bagi kita yang sering bermain dengan air.

Coba lihat beberapa hari ke belakang musibah tenggelamnya kapal ferry di danau toba, kemudian menyusul tragedi kapal kandas di Selayar. Sudah berapa banyak nyawa yang tidak tertolong dari kejadian ini. Sebenarnya ini bukan alat yang disediakan oleh pihak lain untuk menolong apabila terjadi suatu kecelakaan yang melibatkan air. Alat ini sebetulnya ada di diri kita masing-masing. Ya, ini adalah sebuah teknik survival atau bertahan hidup di air dengan mengandalkan diri kita sendiri.

Tenang dan Santai

Sebenarnya bagi anda yang tidak bisa berenang, melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air yang dalam pasti akan selalui dihantui sebuah kekhawatiran atau rasa was-was. Hal ini tidak berlebihan, karena memang psikologis alamai manusia pasti akan menghindari hal-hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri. Jatuh ke dalam sungai atau laut tanpa memiliki kemampuan berenang akan menjadi sebuah mimpi yang sangat buruk. Banyak kasus orang yang harus kehilangan nyawa karena tenggelam akibat tidak mampu berenang atau kelelahan.

Tapi tahukah Anda, data korban tenggelam yang tewas atau hilang di jepang memiliki statistik yang agak aneh terkait usia korban. Menurut survei, sebanyak 803 orang tewas atau hilang tenggelam pada 2013. Lebih dari 47% berusia lebih dari 65 tahun, sementara sisanya kebanyakan berkisar antara usia lulus SMA hingga 65 tahun. Sedangkan anak-anak di bawah usia sekolah dasar hanya berjumlah 44 orang.

Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka meyakini rendahnya korban usia anak disebabkan karena banyak anak SD yang telah mengikuti pelatihan “Bertahan Hidup dengan cara Mengapung dan Menunggu” atau dalam bahasa Jepang “Uitemate”. Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Uitemate (Versi English)

Konsep Uitemate sangat sederhana namun efektif. Banyak korban tenggelam jatuh kedalam air ketika berpakaian lengkap, dan karenanya penting bagi kita untuk mengetahui cara agar tetap bisa mengambang dipermukaan dengan kondisi tersebut.

Uitemate (Versi Indonesia)

Pada 2008, di Kobe lima orang tenggelam di sungai Toga ketika hujan badai, seorang anak SD dapat diselamatkan karena ia bertahan hidup dengan cara memeluk tas rangsel-nya. Para ahli mengatakan, seseorang dapat dengan mudah mengapung di permukaan air seperti layaknya Berang-berang, dengan hanya memegang sesuatu seperti botol plastik kosong.

Peristiwa menakjubkan lainnya terjadi saat Jepang dihantam Tsunami pada 11 Maret 2011, murid-murid SD di Prefektur Miyagi selamat dari tenggelam karena menggunakan teknik Uitemate. Saat gempa terjadi, mereka dievakuasi ke gedung olahraga, namun tak lama kemudian mereka terjebak air tsunami yang masuk kedalam gedung dan air makin lama makin meninggi.

Ketika bencana berlalu, para rewalan dibuat takjub saat masuk ke dalam gedung tersebut, tak ada satu pun murid yang tewas tenggelam. Seorang guru mengatakan mereka selamat karena menggunakan teknik Uitemate untuk mengapung. Kebetulan teknik ini telah dipelajari pada saat pelajaran renang. Teknik ini memang telah diajarkan di seluruh Sekolah Dasar di Jepang. Profesor Hidetoshi Saito adalah orang yang mencetuskan ide ini. Ia mendapatkan ilham ketika melihat daun yang mengapung di air.

Mengambang

Saat seseorang jatuh ke dalam air, reaksi spontan adalah berusaha untuk berenang walaupun ternyata ia tidak pandai berenang. Dengan spontan korban juga akan melambai-lambaikan tangannya sambil berteriak minta tolong, tangan yang mengarah ke atas sebenarnya malah akan membuat korban menjadi semakin mudah tenggelam. Menurut Prof. Saito, tindakan ini salah. Yang harus dilakukan adalah berusaha agar tetap mengapung memakai teknik Uitemate dan tunggulah hingga bantuan datang.

Saat ini teknik Uitemate gencar dikampanyekan ke seluruh Dunia, terutama wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam satu setengah tahun, 40 instruktur telah dilatih dan 10.000 orang di Sri Lanka telah mendapatkan pelatihan Uitemate. Berikut Teknik Uitemate yang dapat kita praktikkan dikutip dari duniaberbicara.com :
Untuk belajar teknik ini, berikut tips-tips yang bisa untuk Anda lakukan.

Tenang dan santai, apabila Anda telah terjun ke dalam air, hal yang pertama perlu untuk dilakukan adalah bersikap tenang. Jangan panik, panik hanya akan membuat anda semakin tenggelam. Rentangkan tangan dan kaki, usahakan setenang mungkin untuk tidur terlentang di air sambil merentangkan tangan dan kaki. Kurangi gerakan-gerakan yang bisa membahayakan diri Anda.

Santai

Pandangan menatap ke atas, untuk melancarkan sistem pernafasan Anda, hal yang dilakukan pada teknik satu ini adalah wajah dan pandangan mata menatap ke atas kemudian bernafas seperti biasa. Teknik jika memakai sepatu, biarkan sepatu Anda terpasang, berat sepatu tersebut akan bisa membantu mengapung. Botol kosong, jika ada botol kosong di dekat Anda gunakan botol kosong tersebut untuk didekap pada atas dada Anda, hal ini akan semakin membantu proses mengapung.

 

Sumber :
1. Sini
2. Sini

 

¬RTM
04 07 18

Iklan

Tips Memilih Jam Tangan Untuk Mendaki Gunung

Casio SGW-300HB-3AVCF

Jika sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips cara packing tas carrier yang benar dan kemarin siang saya sudah coba mengulas tentang tips cara memilih sepatu gunung yang baik, Tips aman dan nyaman memakai sepatu PDL ketika berpetualang dialam bebas, kali ini kali ini akan saya coba untuk mengupas lagi tentang tips memilih jam tangan untuk kegiatan outdoor. Pada beberapa kasus tertentu, saya terbiasa menggunakanjam tangan ini karena alasan kenyamanan.

Sebuah kegiatan outdoor seperti halnya pendakian, merupakan sebuah kegiatan yang menantang dan membutuhkan skill survival di alam terbuka. Seiring dengan perkembangan zaman, para perempuan juga saat ini ikut meramaikan kegiatan pendakian. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk bisa survive di gunung. Salah satunya dengan mempersiapkan peralatan pendakian lengkap sesuai standar kemanan ketika hendak mendaki.

Casio SGW-300HB-3AVCF

Olahraga mendaki gunung saat ini telah menjadi hobi yang tergolong mahal apabila melihat dari gear, budget logistik kegiatan pendakian hingga transportasi ke daerah pendakian. Bagi para pendaki, tidak hanya peralatan yang diperhatikan namun juga style untuk mendaki dengan berbagai aksesoris peralatan outdoor. Salah satu aksesoris pendukung pendakian yaitu jam tangan. Jam tangan selain sebagai penunjuk waktu biasanya dilengkapi sensor penunjuk ketinggian. Mengenai ketahanan jam tangan outdoor tidak perlu di ragukan lagi. Saya sendiri saat ini menggunakan Casio SGW-300HB-3AVCF untuk menunjang aktivitas selama berkegiatan di alam terbuka.

Minimal jam tangan tersebut sudah water resist (tahan air) dan tahan terhadap suhu dingin di gunung. Berikut ini adalah tips membeli jam tangan untuk kegiatan pendakian :

A. Memilih jam berwarna gelap.
Biasanya para laki – laki lebih menyukai warna gelap karena terkesan gagah dan sesuai dengan warna pakaian apapun. Untuk itu pilihlah warna jam outdoor dengan warna gelap agar tidak hanya difungsikan sebagai salah satu aksesoris pendakian, namun juga bisa dipakai dalam kegiatan keseharian.

B. Pilih desain jam outdoor yang memiliki kemiripan dengan jam kegiatan indoor.
Kita semua pastinya anda sudah familiar dengan jam Digitec maupun G-Shock yang merupakan jam yang terkenal untuk segmen sport. Terdapat banyak tipe untuk jam outdoor di Digitec atau G-Shock. Pilihlah jam dengan tipe atau jenis khusus untuk kegiatan outdoor namun juga bisa digunakan untuk kegiatan indoor. Biasanya jam untuk kegiatan outdoor memiliki fitur stopwatch, water resist hingga LED light. Kamu juga bisa membeli jam tangan outdoor ke distro outdoor gear khusus kegiatan outdoor seperti Rei, Eiger, Consina dan outdoor gear lain. Di tempat tersebut sangat direkomendasikan karena mereka mengkhususkan pada pembuatan aksesoris kegiatan outdoor terutama kegiatan pendakian.

C. Pilihlah jam tangan yang asli.
Jam tangan yang asli biasanya mahal harganya. Namun ada baiknya kamu mencari tahu di pasar online juga banyak yang menjual jam tangan asli dengan harga terjangkau apabila mau membuka wawasan. Ingat semakin mahal harganya biasanya kualitas juga mengikuti. Jika masih ragu untuk belanja on line, silahkan datang ke gerai-gerai atau toko resmi yang di tunjuk.

D. Pilih jam dengan fitur sesuai kegiatanmu.
Fitur yang paling penting untuk para pendaki yaitu fitur LED light dan water resist. Fitur ini sangat penting bagi para pendaki. LED light sangat berfungsi ketika melakukan kegiatan pendakian pada malam hari. Sedangkan water resist sangat berfungsi apabila cuaca buruk.

E. Berat jam tangan.
Ada kata – kata yang sering diucapkan para pendaki yaitu semakin ringan sebuah outdoor gear maka semakin baik, hal ini juga berlaku pada gear jam tangan mountaineering. Bukan hanya ringan namun harus memiliki fungsi jam sebagaimana mestinya. Bobot yang ringan akan sangat berguna agar badan tidak cepat lelah. Dengan bobot yang ringan maka kita akan mudah berakselerasi dengan mudah tanpa meninggalkan fungsi jam sebagai pengingat waktu.

5. Waterproof.
Rata – rata jam tangan sekarang sudah dilengkapi dengan fungsi waterproof atau tahan terhadap air. Namun untuk kegiatan pendakian kita butuh fungsi waterproof yang lebih kuat dari biasanya. Tingkat kekuatan waterproof biasanya bisa dilihat dari notasi ___ m (meter) yang merujuk pada kedalaman air serta ___ATM (Atmosphere Pressure) yang berarti tingkat tekanan udara yang dapat diterima jam tersebut.

Pada umumnya, tingkat ketahanan jam tangan didalam air biasanya adalah 30 m, atau 3 ATM water resistant. Meskipun ada fungsi water resistant, jam tangan ini hanya tahan terhadap air ketika mencuci tangan saja. Apabila direndam, maka jam tangan ini akan rusak. Para penyelam biasanya meggunakan spesifikasi jam dengan level notasi 20 ATM atau 200 meter lebih. Level notasi 20 ATM merupakan level untuk berenang di air dangkal. Pada level perenang yang lebih dalam membutuhkan level notasi 30 – 50 ATM. Level notasi untuk mendaki gunung cukup 10 ATM saja.

6. Fungsi utama jam.
Spesifikasi jam yang digunakan untuk mendaki minimal harus memiliki fungsi barometer (pengukur tekanan udara), altimeter (pengukur ketinggian), dan kompas. Selain itu ada juga yang menambahkan thermometer (pengukur suhu), accelerometer (pengukur kecepatan dan getaran), alarm, heart rate monitor, hingga perhitungan kalori yang keluar dari tubuh.

Semakin banyak fungsinya maka semakin menarik jam tersebut. Namun, apalah arti fungsi yang banyak namun tidak mampu mengoprasikannya. Maka, kita harus tau bagaimana cara mengoprasikan fungsi – fungsi jam tersebut dengan mempelajarinya. Dari berbagai fungsi tersebut, fungsi GPS bisa jadi merupakan fungsi yang sangat dibutuhkan selain fungsi jam sebagai penunjuk waktu. Melalui fungsi GPS ini kita dapat mengecek rute pendakian serta menghubungkan rute peta pendakian yang terekam di jam ke dalam PC. Selain itu ada juga jam tangan yang memiliki tambahan fungsi tracking kondisi fisik seperti kalori dan heart rate monitor.

7. Display jam tangan.
Display jam tangan terbagi menjadi dua yaitu analog dan digital. Jam yang digunakan untuk mendaki pada umumnya menggunakan display jam tangan digital dimana jam digital memiliki kelebihan mampu menampilkan jenis – jenis fungsi seperti altimeter hingga kompas.

8. Bahan tali jam.
Ada dua jenis tali jam tangan yang ringan dan tahan yaitu karet silikon dan nilon. Tali silikon tahan terhadap air, tali jenis ini sangat cepat menguapkan air yang ada diantara tangan dan jam yang anda kenakan. Sedangkan tali nilon mudah membuat ruam pada kulit dan agak lama kering.

 

Sumber : Sini

~RTM
21 05 18

Ketika Pasangan Hidup Seorang Pendaki Gunung

Mount Salak Jan 2010

Membaca tulisan salah satu sahabat blogger bikin saya senyum-senyum dan ketawa kecil. Bagaimana tidak, tulisannya benar-benar menggambarkan dan mirip sekali dengan kisah hidup saya. Dulu sebelum akhirnya seorang pendaki gunung wanita berhasil singgah dan melanjutkan petualangan hidup bersama saya hingga kini menginjak usia pernikahan yang ke 12 tahun. Hingga petualangan mendaki gunung bukan lagi menjadi penghalang ketika Tuhan telah mempersatukan nya dalam jalinan pernikahan. Dan keinginan untuk melakukan pendakian bersama di alam terbuka membuat kami berdua terpaksa menularkan dan meracuni kecintaan kami terhadap alam dan gunung kepada anak-anak kami.

Memiliki pasangan seorang pendaki gunung akan memberikan Anda hidup yang sederhana, tapi penuh arti. Mereka yang belajar di alam akan menyadari bahwa jadi manusia berguna itu lebih penting daripada menumpuk harta bagi diri sendiri. Karena pada akhirnya, Anda cuma punya integritas yang bisa dibawa sampai mati. Hidup itu tidak hanya diisi oleh lahir besar kemudian mati, tapi hidup itu adalah proses pembelajaran untuk menghadapi kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

Seorang pendaki gunung termasuk orang yang berani menetapkan target dan mematuhinya. Mereka sudah sangat akrab dengan kebiasaan yang satu ini. Mereka terbiasa menetapkan tujuan akhir yang harus dicapai dalam setiap pendakian meskipun banyak kendala yang akan dihadapinya. Sebelum memulai, sebuah pendakian, dirinya  akan memperhitungkan waktu dan tenaga yang dimiliki kemudian menyesuaikannya dengan rute yang akan dihadapinya. Dia bisa dengan sangat tepat menetapkan target sesuai sumber daya yangdimilikinya. Kemampuan ini akan sangat berguna jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kamu tidak perlu khawatir nak, jika memiliki seorang suami dalam hidup kalau dengan pendaki gunung.

Semoga saja…

~RTM
31 01 18

Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagi orang kebanyakan, hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan sangat menyeramkan. Hanya ada sekumpulan pepohonan yang sangat rimbun dan saking rimbunnya, sinar matahari sekalipun tidak dapat menembusnya. Belum lagi berbagai macam hewan liar yang tentunya semakin menambah keangkeran dari hutan tersebut. Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya apalagi hendak berlama-lama berada dikawasan tersebut. Akan tetapi bagi para petualang, hutan justru menjadi sebuah tempat bermain yang sangat menyenangkan dan mengasyikan. Asal, tentu saja kita harus pandai-pandai menjaga sikap dan bersahabat dengannya.

Tentunya akan lebih aman dan mengasyikan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup bercengkrama dengan alam. Pastinya semua hal tersebut akan lebih aman dilakukan. Terlebih jika hutan belantara yang akan kita kunjungi tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut. Tentunya dengan konsekuensi yang keras dari pengelola apabila pengunjung tersebut melanggarnya.

Tetapi bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara dijadikan seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal atau café, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota, kami akan lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda, melewati dinginnya malam dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Gurauan khas sesama pendaki gunung diiringi celotehan dan saling mengejek siapa diantar kami yang bisa sampai dipuncak lebih dulu serta siapa yang jalannya bagaikan putri raja. Serta Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Hingga (maaf) kentut pun harus berbagi, itulah salah satu keakraban yang menandakan bahwa kami adalah sahabat sejati. Duh sedapnya!

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara adalah tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat.

Lho kok bisa? Bisa saja…

Petualangan menembus belantara hutan di gunung maupun dimana saja selama beberapa hari dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan. Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul tanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

“Saya sudah pernah menjelajahi sepertiga keindahan alam Nusantara. Namun yang paling mengesankan adalah saat di tengah hutan belantara. Saya begitu jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya.”

Bagi para petualang, tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat sejati dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung lainnya. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita dan mereka rela memberikan sedikit tempat yang hangat bagi kita.

 

Sumber : Pengalaman pribadi, di sini

~RTM
04 08 17

Cara Nyaman dan Aman Menggunakan Sepatu PDL

Alhamdulillah, meski dengan kesibukan yang cukup menyita waktu hingga blog ini nyaris tak terurus dan tulisan yang ada hanya sekedar repost dari beberapa tulisan kawan-kawan. Siang ini akhirnya saya kembali dari pengembaraan yang cukup panjang :D.

Baiklah, kali ini saya akan coba membahas apa itu Sepatu PDL yang biasa digunakan oleh teman-teman ketika hendak mendaki gunung. Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan luar. Ada juga sepatu tracking,  Sepatu ini kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu tersebut sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di Karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman.

Semoga bermanfaat..

Sumber: Sini

~RTM
29-01-2016

Pengetahuan Dasar SURVIVAL

Fhoto : Keylah

Fhoto : Kayleah

Sebagai seorang penggiat olahraga Alam Terbuka (KAT) yang merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga yang cukup memacu adrenalin dan berbahaya tentunya harus selalu dibekali dengan kemampuan tentang dasar bertahan hidup dialam bebas. Meskipun pada prinsipnya olahraga ini memiliki resiko yang cukup tinggi, akan tetapi risiko tersebut dapat sedikit kita kurangi jika dibekali dengan ilmu yang cukup. Ingat, antara bahaya dan risiko adalah dua hal yang berbeda. Jangan disamakan antara keduanya, karena risiko adalah sesuatu yang timbul apabila kondisi bahaya tidak dihilangkan. Jadi, marilah kita belajar untuk mendaki gunung secara aman…!

Baiklah, mari kita mulai berbicara tentang bagaimana caranya agar kita mampu untuk bertahan hidup dialam bebas. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu.  Dengan demikian kelangsungan hidup seseorang itu sangat tergantung pada kemampuan dirinya sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Survival secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan hidup dalam keadaan kritis/marjinal. Kemampuan mempertahankan diri tergantung pada sikap mental, emosional, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan orang yang sedang berusaha untuk mempertahankan hidupnya dari keadaan yang sangat kritis atau orang yang sedang melaksanakan survival disebut Survivor.

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :

  1. Keadaan alam (cuaca dan medan)
  2. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  3. Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk melakukan improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit, hanya sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.

Dalam keadaan survival, yang diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan dari tubuh bukan mutlak mengerti secara fisik akan tetapi memahami semua reaksi atau dampak yang terjadi akibat dari pengaruh lingkungan. Menggunakan pengetahuan dalam usaha untuk mengatur diri saat dalam keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru maka tidak hanya badan yang terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup.

Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival. Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa untuk menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir yaitu mampu bertahan hidup dan mencari pertolongan.

Ada beberapa bahaya yang harus diperhatikan ketika kita hendak berpetualang dialam bebas, namun secara umum bahaya melakukan kegiatan di alam bebas dapat dibedakan menjadi :

  1. Bahaya yang berasal dari dalam diri kita sendiri (Subjective Danger).
    Subjective Danger dapat terjadi karena persiapan kita yang terkadang asal-asalan, ketelodoran, pengetahuan yang minimal dan lain sebagainya. Berdasarkan fakta itulah, kita bisa memprediksi dan mengantisipasi dengan melalui persiapan perjalanan yang lebih baik (manajamen ekspidisi).
  2. Bahaya yang berasal dari luar/lingkungan (Objective Danger).
    Objective Danger lebih banyak terjadi karena faktor alam yang kita hadapi semisal cuaca, binatang buas dan sebagainya.

Beberapa kondisi yang harus dihadapi dan disiasati oleh seorang survivor dalam keadaan antara lain :

  1. Phisikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, bosan dll.
  2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka dll.
  3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin dll.

Sedangkan beberapa faktor yang menyebabkan seorang gagal dalam bersurvival dialam bebas antara lain adalah :

  1. Rasa kesunyian.
  2. Rasa putus asa atau perasaan sudah tidak ada harapan lagi.
  3. Rasa jemu terhadap lingkungan/situasi.
  4. Kebutuhan jasmani seperti rasa lapar, haus dll yang dapat menipu diri sendiri sehingga mental menjadi lemah.

Sedangkan berdasarkan medan yang harus dihadapi oleh seorang survival dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. Survival di hutan (jungle survival).
  2. Survival di laut (sea survival).
  3. Survival di padang pasir (desert survival).
  4. Survival di kutub (artic/antartic survival).
  5. Survival di perkotaan (urban survival).
  6. Survival di bahaya nuklir (nuclear survival).

Menurut tindakan yang dilakukan ketika kita melakukan survival, kegiatan survival dapat dibedakan menjadi :

  1. Survival menetap (static survival).
    Dimana survivor dalam tindakan survival menetap pada suatu tempat dan menunggu bantuan dari pihak lain. Apabila anda melakukan tindakan survival statis usahakan menetap pada daerah yang aman, dan memiliki sumber makanan serta air yang cukup, seperti sungai, mata air, gua.Buatlah tanda-tanda kehidupan untuk  memudahkan team evakuasi. Keuntungan dalam melakukan tindakan ini survivor dapat menghemat energy , sedangkan kerugiannya survivor terlalu pasif dengan hanya menunggu team evakuasi, kadang kondisi mental dan fisik pun semakin melemah apa lagi tanpa pengetahuan yang memadai justru akan berakibat fatal.
  2. Survival bergerak (dynamic survival).
    Dalam tindakan ini sang survivor berpindah-pindah lokasi dalam melakukan survival. Keuntunganya adalah lebih cepat keluar dari kondisi survival, kerugianya survivor tanpa pengetahuan dan penguasaan medan yang memadai justru hanya akan membuang-buang energy dengan sia-sia.

Bersambung…
Diolah dari berbagai sumber

 

~RTM
03-11-2015

Tips Aman Dan Nyaman Memakai Sepatu PDL

Jika sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips cara packing tas carrier yang benar dan kemarin siang saya sudah coba mengulas tentang tips cara memilih sepatu gunung yang baik, kali ini akan saya coba untuk mengupas lagi tentang tips aman dan nyaman memakai sepatu PDL ketika berpetualang dialam bebas. Pada beberapa kasus tertentu, saya terbiasa menggunakan sepatu ini karena alasan keamanan.

Sepatu PDL

Sepatu PDL Source

Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan diluar ruangan. Sepatu ini sangat kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu ini sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Bahkan dahulu ketika hendak mendaki gunung Lawu di tahun 1999, saya menggunakan sepatu jenis ini. Meski harus mengeluarkan sedikit tenaga ekstra untuk sekedar menaiki anak tangga dan memakai kaus kaki yang sangat tebal agar tidak terjadi lecet pada kaki, sepatu ini sukses melahap ribuan anak tangga dan melibas medan yang cukup ekstrim.

Pos II Lawu

Pos II Lawu

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman. Bagaimana, berani mencoba ?

Sumber : Disini

~RTM
30-10-2015

Tips Memilih Sepatu Gunung Yang Baik

Lama sudah tidak membuat tulisan disini, mungkin hampir sebulan lebih. Maklum, ada beberapa hal yang harus diselelsaikan dan prioritas untuk didahulukan. Kiranya, pagi ini saat yang tepat untuk kembali membuat satu tulisan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.Karena saya hobbi berpetualang dialam bebas, maka tak ada salahnya kali ini tulisan yang akan saya buat adalah tentang cara memilih sepatu gunung yang baik. Sebelumnya, saya juga pernah membahas tentang seni packing tas carrier yang benar agar nyaman digunakan ketika mendaki gunung dan berpetualang dialam bebas.

Baiklah, karena saat ini kita sedang membahas masalah sepatu gunung, maka tujuan kita membeli sepatu gunung adalah untuk naik gunung. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita memilih sepatu gunung antara lain :

  1. Bahan Sepatu.
    Bahan merupakan satu komponen terpenting ketika kita hendak memilih suatu produk, dan hal tersebut sudah sangat jelas bagi kita semua. Produk A dengan kualitas bahan yang lebih baik dari pada produk B tentu harganya akan jauh lebih mahal. Bahan yang terbaik untuk sepatu gunung adalah “kulit”. Sepatu gunung yang terbuat dari kulit lebih kuat dan yang jelas lebih hangat jika di pakai naik gunung. Akan tetapi sepatu yang terbuat dari kulit memiliki beberapa kekurangan seperti mudah pengap dan mudah pecah jika perawatannya salah. Sehingga sekarang berkembang sepatu sepatu tracking berbahan kulit sintetis yang memiliki teknologi cangggih, entah itu hanya slogan atau beneran. Seperti sirkulasi udara pada sepatu yang meminimalisir kepengapan didalam sepatu. Teknologi peredam (damping), sehingga bisa mengurangi hentakan dan jika kita berjalan serasa tanpa goncangan.
    Untuk saat ini yang paling banyak kita jumpai yaitu teknologi anti air (waterproof), fungsinya yaitu menjaga kaki kita tetap kering walaupun sepatu kita kehujan bahkan tercelup didalam air. Seperti yang saya miliki yaitu sepatu merk C*loumbia serie wala-wala, yang berbahan dasar kain dengan merk goretex. Untuk lebih jelasnya mengenai kain merk goretex dapat dilihat disini. Adapun Jenis bahan sepatu gunung yang perlu dihindari adalah sepatu dengan bahan karet dan kanvas. Walaupun bisa di bilang lebih ringan jika dibandingkan sepatu kulit, tetapi sepatu berbahan kanvas ataupun karet tidak begitu melindungi kaki dan cenderung mudah sobek ketika sepatu tersangkut ranting atau batu.
  2. Tipe Sepatu.
    Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sepatu gunung adalah bentuk dari sepatu tersebut. Saya beri contoh dalam hal memilih sepatu gunung dari bentuknya. Yang perlu di ingat adalah “sepatu gunung”, bukan sepatu badminton atau sepatu volly yang biasa digunakan dijalan datar. Baiklah, dibawah ini akan saya berikan contoh dalam memilih sepatu gunung yang baik untuk mendaki gunung. Sebagai pilihannya adalah sebagai berikut:
    Jenis sepatu pertama :

    Sepatu High Cut

    Sepatu High Cut

    Sepatu gunung diatas memiliki bentuk yang standar yaitu “high cut” (sepatu dengan mata kaki tertutup sepenuhnya). Fungsinya adalah melindungi mata kaki dan sebagai pendukung kaki jika kita membawa beban yang berlebih. Terdapat empat buah lubang tali terbuat dari besi yang cukup untuk mengikat antara kaki dan sepatu.

    Jenis sepatu kedua :

    Sepatu Mid Cut

    Sepatu Mid Cut

    Bisa dilihat bahwa sepatu ini bertipe “mid cut” (menutupi mata kaki tetapi tidak setinggi sepatu yang tadi). Sepatu ini memiliki tiga buah lubang besi untuk tempat tali.

    Nah sekarang dari kedua pilihan tersebut, sepatu manakah yang akan kita pilih? Dengan catatan merk dan bahan kedua sepatu tersebut adalah sama.
    Jika saya pribadi tentu akan lebih memilih sepatu yang pertama dengan alasan beberapa hal yaitu sepatu tersebut akan melindungi tumit saya secara penuh, sehingga sangat cocok jika saya gunakan untuk mendaki gunung. Mata kaki saya tentunya akan terlindungi dari ranting, duri dan benda tajam lainnya. Selain itu pijakan kaki saya akan terasa lebih mantap jika antara kaki dan pergelangan kaki seperti dijadikan satu oleh sepatu tadi.

  3. Pola Jahitan.
    Pola Jahitan Sepatu

    Pola Jahitan Sepatu

    Jika kita perhatikan pola jahitan dari potongan sepatu pada gambar diatas lebih mengikuti bentuk kaki jika. Hal ini memberikan kenyamaman saat kita pakai, karena seakan akan sepatu menempel secara menyeluruh pada permukaan kaki kita.
    Tetapi perlu di ingat bahwa sepatu yang menutup tumit tidak se fleksibel jika di bandingkan sepatu low cut. Sepatu low cut sangat bagus digunakan untuk olah raga lari, tennis atau badminton yang memerlukan kefleksibelan mata kaki.

  4. Sol Sepatu.

    Sol Vibram

    Sol Vibram

    Sol sepatu merupakan salah satu hal terpenting dalam pemilihan sepatu gunung. Untuk itu pilihlah sepatu gunung yang memiliki sol bertekstur kasar (mempunyai kembang yang besar dan tajam). Hal ini akan sangat terasa jika medan yang kita daki adalah tanah licin ataupun berpasir. Pastikan sol terbuat dari karet yang berkualitas dengan cara menekuknya sedikit. Apabila terlihat solid dan tidak pecah kemungkinan sol tersebut bagus. Selain pengecekan manual, salah satu hal yang sudah nggak asing lagi yaitu lihat merk. Merk luar “bisanya” lebih bagus jika dibandingkan yang lokalan.
    Ada beberapa produk sepatu gunung yang memakai sol dengan merk dagang Vibram yang sangat kuat. Untuk Vibram (Bramanai/Pemilik Vibram) sendiri sering disebut sebagai penemu pertama dari sol untuk sepatu boot gunung sebagai pengganti sol kulit, yang dilengkapi dengan hobnail (baut dengan bagian kepala yang tebal ditanam pada sol luar sepatu) yang umum digunakan sampai saat ini. Sol yang diproduksi oleh Vibram disebut sol Vibram, karet Vibram atau Vibram saja.
    Demikianlah sedikit tips dalam memilih sepatu gunung yang baik, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan mereka yang akan berpetualang dialam bebas. Tetap mendaki gunung dengan aman dan jaga kelestarian alam Indonesia.
    Salam Lestari…!!!

Sumber :
1. Disini
2. Disini

~RTM
29-10-2015

Pantai Samudera Baru

Bagi anda yang sedang mencari alternatif tempat wisata laut, dekat dan terjangkau, kini anda tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya. Sekarang di Desa Sungaibuntu, kecamatan Pedes kabupaten Karawang terdapat sebuah tempat wisata laut yang tidak kalah indahnya dengan wisata laut di daerah lain. Kabupaten Karawang memiliki banyak aset wisata pantai, salah satunya adalah Pantai Samudera Baru yang merupakan wisata andalan Kabupaten Karawang setelah Tanjung Pakis. Ya, nama tempat wisata tersebut adalah Pantai Samudera Baru. Pantainya relatif sepi tapi cukup bersih dan tidak banyak sampah. Meskipun di muara airnya agak kecoklatan namun semakin ke tengah airnya makin biru. Pasir pantainya bersih dan banyak kerang-kerang yang berbentuk unik yang terbawa ombak. Eits, jangan coba-coba untuk membandingkan dengan Pantai Ujung Genteng yang airnya sangat bening dan sudah terkelola dengan baik. Menyusuri tepian pantai sembari mengumpulkan kerang dan kepiting kecil akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Pantai Samudera Baru memang belum terpoles dengan baik, pengunjung biasanya hanya datang saat liburan sekolah atau hari raya.

Pantai Samudera Baru berada di wilayah utara Karawang, tepatnya di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes. Jaraknya, hanya sekitar 40 kilometer dari kota Karawang. Memiliki pemandangan alam yang cukup eksotis dan layak untuk dijadikan tempat wisata unggulan. Di area pantai juga, terdapat warung-warung yang menjual hidangan laut yang menggugah selera. Jadi, ketika kita lelah dan lapar setelah bermain air, bisa langsung menikmati santapan laut yang di jual di warung-warung tersebut. Harganya pun cukup kompetitif dan tidak menguras kantong. Ketika liburan lebaran idul fitri 1436 H kemarin, 1 porsi ikan kakap bakar hanya dihargai Rp. 140.000. Sedangkan ikan etong bakar dihargai Rp.70.000/ekor nya.

Akses menuju pantai tersebut, tidaklah sulit. Anda cukup melewati jalur utama Rengasdengklok – Pedes, anda akan sampai ke tempat wisata. Dari arah pasar Rengas dengklok, tinggal lurus saja menuju ke arah Pedes. Hati-hati jangan sampai anda belok ke kanan, karena jika anda mengambil arah kanan maka akan ke arah Pantai Tanjung pakis dan Candi Jiwa. Tersedia angkutan umum dari Rengasdengklok sampai ke Pasar Sungai Buntu. Meskipun angkutan umum menuju lokasi sangat minim, akan tetapi sarana jalan sudah cukup bagus hingga ke lokasi. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, alangkah lebih baiknya jika kita membawa kendaraan sendiri.

Pantai Samudera Baru

Pantai Samudera Baru

Namun pantai ini menyimpan potensi besar jika benar-benar dikelola dengan serius. Wisata yang satu ini dapat menjadi alternatif tujuan liburan bagi warga  disekitar  Karawang, Cikampek, Cikarang, Bekasi, karena tidak perlu terlalu jauh jika ingin berlibur menikmati suasana pantai. Jarak yang dekat membuat biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar sehingga masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawahpun bisa menikmatinya keindahannya.

Saat libur lebaran seperti sekarang, pantai ini banyak dikunjungi wisatawan mungkin karena lokasinya yang cukup dekat dan tempat rekreasi lainnya sedang penuh. Menurut pengelola pantai wisata Samudera Baru, jumlah pengunjung saat libur lebaran membludak hingga mencapai puluhan ribu, bahkan banyak pengunjung yang tidak sampai dan beralih ke tempat wisata lain karena macet. “Ada juga beberapa pengunjung yang terpaksa balik arah, atau sengaja mengalihkan tujuan karena tidak ingin menghabiskan waktu ditengah kemacetan jalan menuju lokasi. Dengan harga tiket masuk Rp. 7.000/orang dewasa dan Rp. 5.000/orang anak kecil serta biaya parkir Rp. 20.000/motor sudah termasuk tiket masuk, kiranya tempat ini menjadi salah satu opsi untuk melewatkan libur lebaran tahun ini.

Berbasah Ria

Berbasah Ria

Sebenarnya ini kali ke empat saya dan keluarga berlibur ke lokasi ini. Selain jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, biaya yang murah satu lagi yang membuat saya senang berlibur ke sini adalah ikan bakar nya. Karena selain ikannya masih segar, ketika hendak pulang kita bisa mampir sejenak di pelelangan ikan untuk membeli ikan langsung dari nelayan. Jadi kita bisa membawa oleh-oleh ikan laut yang masih segar dengan harga yang cukup murah.

~RTM
21-07-2015

Buka Bersama KPA – RANTING

Sekian lama tidak mendaki gunung bersama, kegiatan organisasi pun masih hidup segan mati tak mau membuat tali silaturahmi kami hampir saja meredup. Beruntung, ditengah suasana tidak menyenangkan ini muncul sebuah ide brilian dari teman untuk mengadakan acara buka bersama teman-teman pendaki gunung KPA – RANTING. Mau tidak mau, semua undangan harus di reschedule dengan harapan saya bisa ikut bergabung di acara tersebut. Maklum schedule bulan ini agak sibuk, baru pulang dari Banjarmasin langsung ke Surabaya lanjut ke Marunda untuk project tambang Nikel Sorowako Sulawesi Selatan. Begitulah keadaanya, sudah seperti as roda yang berputar tanpa kenal lelah.

Ya buka puasa bersama para Pendaki RANTING, sebuah acara yang cukup menarik dan bisa menjalin kembali tali silaturahmi yang sudah hampir meredup ini. Jika di cermati tenyata tradisi ini juga memiliki manfaat bukan hanya bagi peserta buka puasa bersama namun juga bermanfaat bagi orang lain. Adanya ajang kumpul-kumpul ini mestinya dimanfaatkan pula untuk membuka jalan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dengan kegiatan ibadah secara kolektif, seperti mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke wadah yang membutuhkan misalnya. Dengan demikian, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan diharapkan untuk bisa terus eksis. Alangkah lebih baiknya apabila buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini juga ditingkatkan kwalitasnya dan bisa dinikmati jamaah dalam skala yang lebih luas.

Buka Bareng RANTING

Buka Bareng RANTING

Buka puasa bersama bukan sekedar temu kangen dan bersorak sorai bersama kolega sesama pendaki dan pecinta alam saja, namun lihatlah ini sebagai momen untuk menyambung tali silaturahmi yang telah lama terputus dari kawan lama atau saudara jauh misalnya. Adapun perkara menjalin silaturahmi ini sangat penting bagi umat muslim, seperti berikut ini:

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab :

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih)

Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)

Alhamdulillah meski total sekitar 60 orang yang masih tercatat sebagai anggota tetap RANTING, hanya setengahnya saja yang bisa hadir memenuhi undangan acara buka puasa bersama ini. Sebagai salah seorang pendiri dari organisasi ini sebetulnya saya agak sedikit kecewa dengan rasa kepedulian kawan-kawan terhadap kelangsungan organisasi ini. Tetapi disatu sisi, saya juga memaklumi kesibukan kawan-kawan yang saat ini mungkin sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing.

Jadi marilah kita perbaiki pandangan kita mengenai acara buka puasa bersama yaitu dengan niat ikhlas untuk ibadah dan tetap menjalin tali silaturahmi.

Ibu Negara Sudah bawa Momongan

Ibu Negara Sudah bawa Momongan

Hangat & Akrab

Hangat & Akrab

Tetap Ceria Meski Perut Lapar :D

Tetap Ceria Meski Perut Lapar 😀

Menunggu Beduk Maghrib

Menunggu Beduk Maghrib

Buka Bareng

Buka Bareng

Buka Bareng

Buka Bareng

Hangat & Akrab

Hangat & Akrab

Source : Lazada

 

~RTM
11 Juli 2015