Ajaklah Ke Hutan, Agar Tahu Sifat Asli Sahabatmu

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bagi orang kebanyakan, hutan belantara diyakini sebagai tempat yang angker dan sangat menyeramkan. Hanya ada sekumpulan pepohonan yang sangat rimbun dan saking rimbunnya, sinar matahari sekalipun tidak dapat menembusnya. Belum lagi berbagai macam hewan liar yang tentunya semakin menambah keangkeran dari hutan tersebut. Tempat berkumpulnya satwa liar dan rapatnya vegetasi pepohonan menjadi salah satu alasan tidak banyak orang yang berani mengunjunginya apalagi hendak berlama-lama berada dikawasan tersebut. Akan tetapi bagi para petualang, hutan justru menjadi sebuah tempat bermain yang sangat menyenangkan dan mengasyikan. Asal, tentu saja kita harus pandai-pandai menjaga sikap dan bersahabat dengannya.

Tentunya akan lebih aman dan mengasyikan jika kita memiliki pengetahuan yang cukup bercengkrama dengan alam. Pastinya semua hal tersebut akan lebih aman dilakukan. Terlebih jika hutan belantara yang akan kita kunjungi tersebut sudah masuk dalam kawasan taman nasional yang sudah tentu satwa dan tumbuhannya dilindungi oleh pemerintah. Aktivitas seperti perambahan hutan untuk perkebunan, menebang pohon, mencari kayu bakar, atau memburu satwa liar di dalam hutan sudah pasti dilarang. Artinya hanya orang-orang tertentu yang mempunyai izin dari pihak taman nasional yang boleh memasuki kawasan tersebut. Tentunya dengan konsekuensi yang keras dari pengelola apabila pengunjung tersebut melanggarnya.

Tetapi bagi seorang pendaki gunung, hutan belantara dijadikan seperti tempat bermain yang mengasyikkan. Dibandingkan dengan nongkrong di mal atau café, di pinggir jalan, restoran, atau taman kota, kami akan lebih memilih untuk nongkrong di dalam hutan. Mendirikan tenda, melewati dinginnya malam dan bercengkrama bersama teman-teman sambil ditemani kopi panas. Gurauan khas sesama pendaki gunung diiringi celotehan dan saling mengejek siapa diantar kami yang bisa sampai dipuncak lebih dulu serta siapa yang jalannya bagaikan putri raja. Serta Menghirup udara pagi yang jauh dari hiruk pikuk kemacetan ibukota. Hingga (maaf) kentut pun harus berbagi, itulah salah satu keakraban yang menandakan bahwa kami adalah sahabat sejati. Duh sedapnya!

Selain menjadi tempat nongkrong yang asyik, bagi sebagian pendaki gunung hutan belantara adalah tempat untuk bertukar pikiran, ide, curhat, bahkan bisa untuk mencari sahabat.

Lho kok bisa? Bisa saja…

Petualangan menembus belantara hutan di gunung maupun dimana saja selama beberapa hari dapat menunjukkan karakter asli teman seperjalanan. Apakah teman seperjalananmu itu termasuk orang yang care, egois, humble, friendly, humoris, pemarah, sok tahu, tak peduli, dan acuh bisa diketahui lewat keseharian mereka selama perjalanan membelah hutan belantara. Sifat asli mereka yang selama ini ditutup-tutupi akan muncul tanpa tersadari. Itulah naluri alamiah manusia ketika berada di alam.

“Saya sudah pernah menjelajahi sepertiga keindahan alam Nusantara. Namun yang paling mengesankan adalah saat di tengah hutan belantara. Saya begitu jatuh cinta dengan hutan, gunung, matahari di puncak, dan tentu para sahabat yang saya temukan di dalamnya.”

Bagi para petualang, tidak ada salahnya mencari sahabat di dalam hutan belantara. Selain bisa bertemu sahabat sejati dan penghuni asli habitat hutan, kita bisa bertemu dengan kawan sesama pendaki gunung lainnya. Berkenalan dan bersilaturahmi dengan mereka. Siapa tahu di lain kesempatan bisa menjadi teman seperjalanan kita dan mereka rela memberikan sedikit tempat yang hangat bagi kita.

 

Sumber : Pengalaman pribadi, di sini

~RTM
04 08 17

Cara Nyaman dan Aman Menggunakan Sepatu PDL

Alhamdulillah, meski dengan kesibukan yang cukup menyita waktu hingga blog ini nyaris tak terurus dan tulisan yang ada hanya sekedar repost dari beberapa tulisan kawan-kawan. Siang ini akhirnya saya kembali dari pengembaraan yang cukup panjang :D.

Baiklah, kali ini saya akan coba membahas apa itu Sepatu PDL yang biasa digunakan oleh teman-teman ketika hendak mendaki gunung. Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan luar. Ada juga sepatu tracking,  Sepatu ini kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu tersebut sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di Karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman.

Semoga bermanfaat..

Sumber: Sini

~RTM
29-01-2016

Pengetahuan Dasar SURVIVAL

Fhoto : Keylah

Fhoto : Kayleah

Sebagai seorang penggiat olahraga Alam Terbuka (KAT) yang merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga yang cukup memacu adrenalin dan berbahaya tentunya harus selalu dibekali dengan kemampuan tentang dasar bertahan hidup dialam bebas. Meskipun pada prinsipnya olahraga ini memiliki resiko yang cukup tinggi, akan tetapi risiko tersebut dapat sedikit kita kurangi jika dibekali dengan ilmu yang cukup. Ingat, antara bahaya dan risiko adalah dua hal yang berbeda. Jangan disamakan antara keduanya, karena risiko adalah sesuatu yang timbul apabila kondisi bahaya tidak dihilangkan. Jadi, marilah kita belajar untuk mendaki gunung secara aman…!

Baiklah, mari kita mulai berbicara tentang bagaimana caranya agar kita mampu untuk bertahan hidup dialam bebas. Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu.  Dengan demikian kelangsungan hidup seseorang itu sangat tergantung pada kemampuan dirinya sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Survival secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan hidup dalam keadaan kritis/marjinal. Kemampuan mempertahankan diri tergantung pada sikap mental, emosional, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan orang yang sedang berusaha untuk mempertahankan hidupnya dari keadaan yang sangat kritis atau orang yang sedang melaksanakan survival disebut Survivor.

Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :

  1. Keadaan alam (cuaca dan medan)
  2. Keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan)
  3. Keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan)

Survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. Kuncinya adalah menggunakan otak untuk melakukan improvisasi. Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit, hanya sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.

Dalam keadaan survival, yang diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan dari tubuh bukan mutlak mengerti secara fisik akan tetapi memahami semua reaksi atau dampak yang terjadi akibat dari pengaruh lingkungan. Menggunakan pengetahuan dalam usaha untuk mengatur diri saat dalam keadaan darurat adalah kunci dari survival. Pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru maka tidak hanya badan yang terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup.

Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival. Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa untuk menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal. Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir yaitu mampu bertahan hidup dan mencari pertolongan.

Ada beberapa bahaya yang harus diperhatikan ketika kita hendak berpetualang dialam bebas, namun secara umum bahaya melakukan kegiatan di alam bebas dapat dibedakan menjadi :

  1. Bahaya yang berasal dari dalam diri kita sendiri (Subjective Danger).
    Subjective Danger dapat terjadi karena persiapan kita yang terkadang asal-asalan, ketelodoran, pengetahuan yang minimal dan lain sebagainya. Berdasarkan fakta itulah, kita bisa memprediksi dan mengantisipasi dengan melalui persiapan perjalanan yang lebih baik (manajamen ekspidisi).
  2. Bahaya yang berasal dari luar/lingkungan (Objective Danger).
    Objective Danger lebih banyak terjadi karena faktor alam yang kita hadapi semisal cuaca, binatang buas dan sebagainya.

Beberapa kondisi yang harus dihadapi dan disiasati oleh seorang survivor dalam keadaan antara lain :

  1. Phisikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, bosan dll.
  2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka dll.
  3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin dll.

Sedangkan beberapa faktor yang menyebabkan seorang gagal dalam bersurvival dialam bebas antara lain adalah :

  1. Rasa kesunyian.
  2. Rasa putus asa atau perasaan sudah tidak ada harapan lagi.
  3. Rasa jemu terhadap lingkungan/situasi.
  4. Kebutuhan jasmani seperti rasa lapar, haus dll yang dapat menipu diri sendiri sehingga mental menjadi lemah.

Sedangkan berdasarkan medan yang harus dihadapi oleh seorang survival dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. Survival di hutan (jungle survival).
  2. Survival di laut (sea survival).
  3. Survival di padang pasir (desert survival).
  4. Survival di kutub (artic/antartic survival).
  5. Survival di perkotaan (urban survival).
  6. Survival di bahaya nuklir (nuclear survival).

Menurut tindakan yang dilakukan ketika kita melakukan survival, kegiatan survival dapat dibedakan menjadi :

  1. Survival menetap (static survival).
    Dimana survivor dalam tindakan survival menetap pada suatu tempat dan menunggu bantuan dari pihak lain. Apabila anda melakukan tindakan survival statis usahakan menetap pada daerah yang aman, dan memiliki sumber makanan serta air yang cukup, seperti sungai, mata air, gua.Buatlah tanda-tanda kehidupan untuk  memudahkan team evakuasi. Keuntungan dalam melakukan tindakan ini survivor dapat menghemat energy , sedangkan kerugiannya survivor terlalu pasif dengan hanya menunggu team evakuasi, kadang kondisi mental dan fisik pun semakin melemah apa lagi tanpa pengetahuan yang memadai justru akan berakibat fatal.
  2. Survival bergerak (dynamic survival).
    Dalam tindakan ini sang survivor berpindah-pindah lokasi dalam melakukan survival. Keuntunganya adalah lebih cepat keluar dari kondisi survival, kerugianya survivor tanpa pengetahuan dan penguasaan medan yang memadai justru hanya akan membuang-buang energy dengan sia-sia.

Bersambung…
Diolah dari berbagai sumber

 

~RTM
03-11-2015

Tips Aman Dan Nyaman Memakai Sepatu PDL

Jika sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips cara packing tas carrier yang benar dan kemarin siang saya sudah coba mengulas tentang tips cara memilih sepatu gunung yang baik, kali ini akan saya coba untuk mengupas lagi tentang tips aman dan nyaman memakai sepatu PDL ketika berpetualang dialam bebas. Pada beberapa kasus tertentu, saya terbiasa menggunakan sepatu ini karena alasan keamanan.

Sepatu PDL

Sepatu PDL Source

Sepatu PDL (Pakaian Dinas Lapangan) adalah sepatu Tentara Nasional Indonesia standar asli PT. Pindad yang digunakan pada saat latihan diluar ruangan. Sepatu ini sangat kuat dan aman untuk digunakan dalam medan apa saja, dimana sepatu ini sejenis dengan sepatu boots. Karakteristik sepatu ini memiliki tinggi kurang lebih setinggi 8 cm dan tinggi alas sepatu PDL mencapai 4 cm yang terbuat dari bahan karet yang kuat, membuat Alas sepatu ini tahan air dan tidak menyebabkan air masuk ke dalam sepatu.

Tingkat keamanan menggunakan sepatu ini sangat tinggi, maka dari itu kebanyakan masyarakat umum pun ada yang mengenakannya untuk kegiatan luar seperti mendaki gunung dan kegiatan lainya. Namun dalam kehandalannya tetap terdapat masalah kenyamanan dalam mengenakan sepatu PDL ini hal tersebut di karenakan bahan yang digunakan cukup keras, tebal dan berat dalam pembuatan sepatu PDL sehingga membuat kaki mudah lecet.

Namun Jangan khawatir akan masalah kenyamanan tersebut, karena dengan mengikuti tips-tips cara nyaman dan aman menggunakan sepatu PDL berikut ini pengguna sepatu PDL standar TNI akan terhindar dari kaki lecet dan terlindung dengan aman dengan cara antara lain :

  1. Apabila anda memiliki ukuran kaki 42 maka dianjurkan untuk memilih sepatu PDL yang berukuran 43, karena kaki anda masih memakai kaos kaki.
  2. Siapkan dan gunakan kaos kaki yang panjang dan tebal dimana panjang kaos kaki tersebut harus melebihi tinggi dari sepatu. Apabila kaos kaki tersebut kurang tebal, anda dapat memakai kaos kaki double agar mengurangi gesekan dengan kulit sepatu.
  3. Karena sepatu ini terbuat dari bahan yang keras, anda juga dapat membuat sepatu ini menjadi lunak dengan cara merendamnya di air atau merebus dalam air panas kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu diangin-anginkan dan jangan dijemur di bawah sinar matahari, karena akan membuat sepatu menjadi kering dan tidak terlalu kaku lagi.
  4. Setelah sepatu kering, semir sepatu agar permukaan sepatu menjadi halus dan lemas. Semakin sering di semir, maka semakin cepat sepatu tersebut menjadi ringan dan tidak kaku lagi.
  5. Pastikan dalam memakai sepatu ini tidak ada rongga kaki bergerak, apabila ada rongga dalam sepatu kemungkinan besar akan menyebabkan gesekan yang akan membuat kaki anda lecet.
  6. Setelah anda memakai sepatu PDL untuk kegiatan luar, maka segera di bersihkan, karena kotoran yang menempel pada sepatu akan membuat sepatu menjadi kaku kembali.

Bahkan dahulu ketika hendak mendaki gunung Lawu di tahun 1999, saya menggunakan sepatu jenis ini. Meski harus mengeluarkan sedikit tenaga ekstra untuk sekedar menaiki anak tangga dan memakai kaus kaki yang sangat tebal agar tidak terjadi lecet pada kaki, sepatu ini sukses melahap ribuan anak tangga dan melibas medan yang cukup ekstrim.

Pos II Lawu

Pos II Lawu

Jadi, tidak usah berpikir dua kali untuk memakai sepatu PDL TNI yang memiliki bahan yang keras. Karena tips diatas telah memberikan pengetahuan untuk kita bagaimana cara memakai sepatu PDL tersebut dengan aman dan nyaman. Bagaimana, berani mencoba ?

Sumber : Disini

~RTM
30-10-2015

Tips Memilih Sepatu Gunung Yang Baik

Lama sudah tidak membuat tulisan disini, mungkin hampir sebulan lebih. Maklum, ada beberapa hal yang harus diselelsaikan dan prioritas untuk didahulukan. Kiranya, pagi ini saat yang tepat untuk kembali membuat satu tulisan yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.Karena saya hobbi berpetualang dialam bebas, maka tak ada salahnya kali ini tulisan yang akan saya buat adalah tentang cara memilih sepatu gunung yang baik. Sebelumnya, saya juga pernah membahas tentang seni packing tas carrier yang benar agar nyaman digunakan ketika mendaki gunung dan berpetualang dialam bebas.

Baiklah, karena saat ini kita sedang membahas masalah sepatu gunung, maka tujuan kita membeli sepatu gunung adalah untuk naik gunung. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita memilih sepatu gunung antara lain :

  1. Bahan Sepatu.
    Bahan merupakan satu komponen terpenting ketika kita hendak memilih suatu produk, dan hal tersebut sudah sangat jelas bagi kita semua. Produk A dengan kualitas bahan yang lebih baik dari pada produk B tentu harganya akan jauh lebih mahal. Bahan yang terbaik untuk sepatu gunung adalah “kulit”. Sepatu gunung yang terbuat dari kulit lebih kuat dan yang jelas lebih hangat jika di pakai naik gunung. Akan tetapi sepatu yang terbuat dari kulit memiliki beberapa kekurangan seperti mudah pengap dan mudah pecah jika perawatannya salah. Sehingga sekarang berkembang sepatu sepatu tracking berbahan kulit sintetis yang memiliki teknologi cangggih, entah itu hanya slogan atau beneran. Seperti sirkulasi udara pada sepatu yang meminimalisir kepengapan didalam sepatu. Teknologi peredam (damping), sehingga bisa mengurangi hentakan dan jika kita berjalan serasa tanpa goncangan.
    Untuk saat ini yang paling banyak kita jumpai yaitu teknologi anti air (waterproof), fungsinya yaitu menjaga kaki kita tetap kering walaupun sepatu kita kehujan bahkan tercelup didalam air. Seperti yang saya miliki yaitu sepatu merk C*loumbia serie wala-wala, yang berbahan dasar kain dengan merk goretex. Untuk lebih jelasnya mengenai kain merk goretex dapat dilihat disini. Adapun Jenis bahan sepatu gunung yang perlu dihindari adalah sepatu dengan bahan karet dan kanvas. Walaupun bisa di bilang lebih ringan jika dibandingkan sepatu kulit, tetapi sepatu berbahan kanvas ataupun karet tidak begitu melindungi kaki dan cenderung mudah sobek ketika sepatu tersangkut ranting atau batu.
  2. Tipe Sepatu.
    Selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam pemilihan sepatu gunung adalah bentuk dari sepatu tersebut. Saya beri contoh dalam hal memilih sepatu gunung dari bentuknya. Yang perlu di ingat adalah “sepatu gunung”, bukan sepatu badminton atau sepatu volly yang biasa digunakan dijalan datar. Baiklah, dibawah ini akan saya berikan contoh dalam memilih sepatu gunung yang baik untuk mendaki gunung. Sebagai pilihannya adalah sebagai berikut:
    Jenis sepatu pertama :

    Sepatu High Cut

    Sepatu High Cut

    Sepatu gunung diatas memiliki bentuk yang standar yaitu “high cut” (sepatu dengan mata kaki tertutup sepenuhnya). Fungsinya adalah melindungi mata kaki dan sebagai pendukung kaki jika kita membawa beban yang berlebih. Terdapat empat buah lubang tali terbuat dari besi yang cukup untuk mengikat antara kaki dan sepatu.

    Jenis sepatu kedua :

    Sepatu Mid Cut

    Sepatu Mid Cut

    Bisa dilihat bahwa sepatu ini bertipe “mid cut” (menutupi mata kaki tetapi tidak setinggi sepatu yang tadi). Sepatu ini memiliki tiga buah lubang besi untuk tempat tali.

    Nah sekarang dari kedua pilihan tersebut, sepatu manakah yang akan kita pilih? Dengan catatan merk dan bahan kedua sepatu tersebut adalah sama.
    Jika saya pribadi tentu akan lebih memilih sepatu yang pertama dengan alasan beberapa hal yaitu sepatu tersebut akan melindungi tumit saya secara penuh, sehingga sangat cocok jika saya gunakan untuk mendaki gunung. Mata kaki saya tentunya akan terlindungi dari ranting, duri dan benda tajam lainnya. Selain itu pijakan kaki saya akan terasa lebih mantap jika antara kaki dan pergelangan kaki seperti dijadikan satu oleh sepatu tadi.

  3. Pola Jahitan.
    Pola Jahitan Sepatu

    Pola Jahitan Sepatu

    Jika kita perhatikan pola jahitan dari potongan sepatu pada gambar diatas lebih mengikuti bentuk kaki jika. Hal ini memberikan kenyamaman saat kita pakai, karena seakan akan sepatu menempel secara menyeluruh pada permukaan kaki kita.
    Tetapi perlu di ingat bahwa sepatu yang menutup tumit tidak se fleksibel jika di bandingkan sepatu low cut. Sepatu low cut sangat bagus digunakan untuk olah raga lari, tennis atau badminton yang memerlukan kefleksibelan mata kaki.

  4. Sol Sepatu.

    Sol Vibram

    Sol Vibram

    Sol sepatu merupakan salah satu hal terpenting dalam pemilihan sepatu gunung. Untuk itu pilihlah sepatu gunung yang memiliki sol bertekstur kasar (mempunyai kembang yang besar dan tajam). Hal ini akan sangat terasa jika medan yang kita daki adalah tanah licin ataupun berpasir. Pastikan sol terbuat dari karet yang berkualitas dengan cara menekuknya sedikit. Apabila terlihat solid dan tidak pecah kemungkinan sol tersebut bagus. Selain pengecekan manual, salah satu hal yang sudah nggak asing lagi yaitu lihat merk. Merk luar “bisanya” lebih bagus jika dibandingkan yang lokalan.
    Ada beberapa produk sepatu gunung yang memakai sol dengan merk dagang Vibram yang sangat kuat. Untuk Vibram (Bramanai/Pemilik Vibram) sendiri sering disebut sebagai penemu pertama dari sol untuk sepatu boot gunung sebagai pengganti sol kulit, yang dilengkapi dengan hobnail (baut dengan bagian kepala yang tebal ditanam pada sol luar sepatu) yang umum digunakan sampai saat ini. Sol yang diproduksi oleh Vibram disebut sol Vibram, karet Vibram atau Vibram saja.
    Demikianlah sedikit tips dalam memilih sepatu gunung yang baik, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan mereka yang akan berpetualang dialam bebas. Tetap mendaki gunung dengan aman dan jaga kelestarian alam Indonesia.
    Salam Lestari…!!!

Sumber :
1. Disini
2. Disini

~RTM
29-10-2015

Pantai Samudera Baru

Bagi anda yang sedang mencari alternatif tempat wisata laut, dekat dan terjangkau, kini anda tidak perlu jauh-jauh untuk mencarinya. Sekarang di Desa Sungaibuntu, kecamatan Pedes kabupaten Karawang terdapat sebuah tempat wisata laut yang tidak kalah indahnya dengan wisata laut di daerah lain. Kabupaten Karawang memiliki banyak aset wisata pantai, salah satunya adalah Pantai Samudera Baru yang merupakan wisata andalan Kabupaten Karawang setelah Tanjung Pakis. Ya, nama tempat wisata tersebut adalah Pantai Samudera Baru. Pantainya relatif sepi tapi cukup bersih dan tidak banyak sampah. Meskipun di muara airnya agak kecoklatan namun semakin ke tengah airnya makin biru. Pasir pantainya bersih dan banyak kerang-kerang yang berbentuk unik yang terbawa ombak. Eits, jangan coba-coba untuk membandingkan dengan Pantai Ujung Genteng yang airnya sangat bening dan sudah terkelola dengan baik. Menyusuri tepian pantai sembari mengumpulkan kerang dan kepiting kecil akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Pantai Samudera Baru memang belum terpoles dengan baik, pengunjung biasanya hanya datang saat liburan sekolah atau hari raya.

Pantai Samudera Baru berada di wilayah utara Karawang, tepatnya di Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes. Jaraknya, hanya sekitar 40 kilometer dari kota Karawang. Memiliki pemandangan alam yang cukup eksotis dan layak untuk dijadikan tempat wisata unggulan. Di area pantai juga, terdapat warung-warung yang menjual hidangan laut yang menggugah selera. Jadi, ketika kita lelah dan lapar setelah bermain air, bisa langsung menikmati santapan laut yang di jual di warung-warung tersebut. Harganya pun cukup kompetitif dan tidak menguras kantong. Ketika liburan lebaran idul fitri 1436 H kemarin, 1 porsi ikan kakap bakar hanya dihargai Rp. 140.000. Sedangkan ikan etong bakar dihargai Rp.70.000/ekor nya.

Akses menuju pantai tersebut, tidaklah sulit. Anda cukup melewati jalur utama Rengasdengklok – Pedes, anda akan sampai ke tempat wisata. Dari arah pasar Rengas dengklok, tinggal lurus saja menuju ke arah Pedes. Hati-hati jangan sampai anda belok ke kanan, karena jika anda mengambil arah kanan maka akan ke arah Pantai Tanjung pakis dan Candi Jiwa. Tersedia angkutan umum dari Rengasdengklok sampai ke Pasar Sungai Buntu. Meskipun angkutan umum menuju lokasi sangat minim, akan tetapi sarana jalan sudah cukup bagus hingga ke lokasi. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, alangkah lebih baiknya jika kita membawa kendaraan sendiri.

Pantai Samudera Baru

Pantai Samudera Baru

Namun pantai ini menyimpan potensi besar jika benar-benar dikelola dengan serius. Wisata yang satu ini dapat menjadi alternatif tujuan liburan bagi warga  disekitar  Karawang, Cikampek, Cikarang, Bekasi, karena tidak perlu terlalu jauh jika ingin berlibur menikmati suasana pantai. Jarak yang dekat membuat biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar sehingga masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawahpun bisa menikmatinya keindahannya.

Saat libur lebaran seperti sekarang, pantai ini banyak dikunjungi wisatawan mungkin karena lokasinya yang cukup dekat dan tempat rekreasi lainnya sedang penuh. Menurut pengelola pantai wisata Samudera Baru, jumlah pengunjung saat libur lebaran membludak hingga mencapai puluhan ribu, bahkan banyak pengunjung yang tidak sampai dan beralih ke tempat wisata lain karena macet. “Ada juga beberapa pengunjung yang terpaksa balik arah, atau sengaja mengalihkan tujuan karena tidak ingin menghabiskan waktu ditengah kemacetan jalan menuju lokasi. Dengan harga tiket masuk Rp. 7.000/orang dewasa dan Rp. 5.000/orang anak kecil serta biaya parkir Rp. 20.000/motor sudah termasuk tiket masuk, kiranya tempat ini menjadi salah satu opsi untuk melewatkan libur lebaran tahun ini.

Berbasah Ria

Berbasah Ria

Sebenarnya ini kali ke empat saya dan keluarga berlibur ke lokasi ini. Selain jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, biaya yang murah satu lagi yang membuat saya senang berlibur ke sini adalah ikan bakar nya. Karena selain ikannya masih segar, ketika hendak pulang kita bisa mampir sejenak di pelelangan ikan untuk membeli ikan langsung dari nelayan. Jadi kita bisa membawa oleh-oleh ikan laut yang masih segar dengan harga yang cukup murah.

~RTM
21-07-2015

Buka Bersama KPA – RANTING

Sekian lama tidak mendaki gunung bersama, kegiatan organisasi pun masih hidup segan mati tak mau membuat tali silaturahmi kami hampir saja meredup. Beruntung, ditengah suasana tidak menyenangkan ini muncul sebuah ide brilian dari teman untuk mengadakan acara buka bersama teman-teman pendaki gunung KPA – RANTING. Mau tidak mau, semua undangan harus di reschedule dengan harapan saya bisa ikut bergabung di acara tersebut. Maklum schedule bulan ini agak sibuk, baru pulang dari Banjarmasin langsung ke Surabaya lanjut ke Marunda untuk project tambang Nikel Sorowako Sulawesi Selatan. Begitulah keadaanya, sudah seperti as roda yang berputar tanpa kenal lelah.

Ya buka puasa bersama para Pendaki RANTING, sebuah acara yang cukup menarik dan bisa menjalin kembali tali silaturahmi yang sudah hampir meredup ini. Jika di cermati tenyata tradisi ini juga memiliki manfaat bukan hanya bagi peserta buka puasa bersama namun juga bermanfaat bagi orang lain. Adanya ajang kumpul-kumpul ini mestinya dimanfaatkan pula untuk membuka jalan dalam berlomba-lomba dalam kebaikan dengan kegiatan ibadah secara kolektif, seperti mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke wadah yang membutuhkan misalnya. Dengan demikian, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan diharapkan untuk bisa terus eksis. Alangkah lebih baiknya apabila buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan ini juga ditingkatkan kwalitasnya dan bisa dinikmati jamaah dalam skala yang lebih luas.

Buka Bareng RANTING

Buka Bareng RANTING

Buka puasa bersama bukan sekedar temu kangen dan bersorak sorai bersama kolega sesama pendaki dan pecinta alam saja, namun lihatlah ini sebagai momen untuk menyambung tali silaturahmi yang telah lama terputus dari kawan lama atau saudara jauh misalnya. Adapun perkara menjalin silaturahmi ini sangat penting bagi umat muslim, seperti berikut ini:

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang amalan yang dapat memasukkan ke dalam surga, lantas Rasul menjawab :

تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983)

Dari Abu Bakroh, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا – مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ – مِثْلُ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya [di dunia ini] -berikut dosa yang disimpan untuknya [di akhirat]- daripada perbuatan melampaui batas (kezhaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR. Abu Daud no. 4902, Tirmidzi no. 2511, dan Ibnu Majah no. 4211, shahih)

Abdullah bin ’Amr berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)

Alhamdulillah meski total sekitar 60 orang yang masih tercatat sebagai anggota tetap RANTING, hanya setengahnya saja yang bisa hadir memenuhi undangan acara buka puasa bersama ini. Sebagai salah seorang pendiri dari organisasi ini sebetulnya saya agak sedikit kecewa dengan rasa kepedulian kawan-kawan terhadap kelangsungan organisasi ini. Tetapi disatu sisi, saya juga memaklumi kesibukan kawan-kawan yang saat ini mungkin sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing.

Jadi marilah kita perbaiki pandangan kita mengenai acara buka puasa bersama yaitu dengan niat ikhlas untuk ibadah dan tetap menjalin tali silaturahmi.

Ibu Negara Sudah bawa Momongan

Ibu Negara Sudah bawa Momongan

Hangat & Akrab

Hangat & Akrab

Tetap Ceria Meski Perut Lapar :D

Tetap Ceria Meski Perut Lapar 😀

Menunggu Beduk Maghrib

Menunggu Beduk Maghrib

Buka Bareng

Buka Bareng

Buka Bareng

Buka Bareng

Hangat & Akrab

Hangat & Akrab

Source : Lazada

 

~RTM
11 Juli 2015

Dirgahayu KPA – RANTING ke 16

KPA RANTING

KPA RANTING

Jika kamu rindu tentang satu tempat dimana kebersamaan dan arti kehangatan sebuah persahabatan berada, tempat itu adalah gunung. Jika kamu bertanya dimana tempat keheningan dan kedamaian berada, tempat itu adalah gunung. Jika kamu bermimpi dimana tempat kami berjuang dan merasakan hasil dari sebuah pendidikan alam, tempat itu adalah gunung. Ya, gunung adalah tempat dimana kebersamaan, kehangatan, keheningan dan kedamaian berada.

Kegiatan mendaki gunung menjadi satu kegiatan yang oleh sebagian orang hanya dipandang sebagai kegiatan yang sia-sia dan tanpa sebuah tujuan yang jelas. Tatapan mereka sinis dan tak jarang pula disertai dengan cibiran serta cemoohan sadis. Mereka pun sering berkata merendahkan, saat melihat sekolompok orang dengan tas ransel sarat beban, topi rimba, baju lapangan kusam, sepatu gunung yang dekil bercampur lumpur serta celana lapangan lusuh. Hanya sebagian saja yang menatap mereka dengan mata berbinar menyiratkan sebuah kekaguman dan penghormatan pada mereka.

Ketika mereka mencibir, mencemooh dan merendahkan kalian yang tetap konsisten untuk mendaki gunung, sebenarnya mereka tidak mengerti atau bahkan belum mengerti apa yang kalian rasakan. Karena perasaan tersebut hanyalah bisa dirasakan oleh orang-orang yang pernah mendaki gunung.

Mendaki gunung itu adalah kebersamaan, persaudaraan, dan saling ketergantungan antar sesama. Dan tidaklah mudah untuk bisa menjadi salah satu dari mereka. Karena di butuhkan orang-orang yang memiliki perasaan yang sama tentang alam semesta, yaitu cinta.

 

 

Dirgahayu RANTING ke 16
Perhimpunan Penjelajah Hutan dan Pendaki Gunung (KPA – RANTING)
Gunung Gede, 02 Juni 1999

Selamat Hari Bumi

Makna dari hari bumi adalah mengingatkan bahwa begitu pentingnya merawat dan menjaga bumi kita agar tidak semakin rusak oleh ulah perbuatan manusia. Tidak hanya ikut untuk merayakan saja, tetapi sedikit berbuat untuk numi tercinta harus kita lakukan demi kelestarian hayati. Demi masa depan kita dan anak cucu kita kelak….!

Sekilas tentang Hari Bumi

Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang Bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini, yaitu Bumi.

Hari Bumi diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator dari negara bagian Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Nelson sejak tahun 1969. Saat itu, ia memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu, jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak Bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.

Momentum ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Kini, Hari Bumi diperingati di lebih dari 175 negara dan dikoordinasi secara global oleh Jaringan Hari Bumi (Earth Day Networks).

Selamat Hari bumi 22 April 2015….

~RTM
22-04-2015

Pembangunan Saung RANTING

Bisa dibilang saat ini roda organisasi sedang mati suri, karena sebagian besar anggotanya sudah sibuk dengan urusan masing-masing. Belum lagi beberapa anggota yang tidak tentu rimbanya, bak hilang ditelan bumi. Entah telah berpindah tempat tinggal atau memang kondisi yang sudah tidak memungkinkan untuk kembali aktif berorganisasi dan kembali bebas berkumpul dengan kami di sini.

Pastinya mungkin didalam hati kawan-kawan seperjuangan pasti akan merindukan kebersamaan dalam menikmati taburan bintang didepan tenda sambil menikmati kopi hitam dan hangatnya api unggun yang tetap menyala. Bernyanyi bersama ditengah rapatnya vegetasi hutan pulau jawa, sambil menggigit sebatang rumput disela bibir mulai mengering. Dingin yang membeku tak pernah menghalangi kita untuk bersama melihat luasnya dunia dari puncak gunung. Ketika rasa lelah begitu mendera, terkadang ada setitik asa untuk berhenti hingga dititik ini saja. Tapi kalian terus menyemangati untuk kembali tegak berdiri melahap puluhan anak tangga yang terjal.

Disaat kerinduan akan kebersamaan kita kembali menyeruak direlung hati, aku dan beberapa kawan-kawan kita yang masih tersisa berusaha untuk tetap memfasilitasi asa itu. Hingga terbesitlah satu ide untuk membangun sebuah saung,  tempat yang bisa dijadikan satu media untuk tetap menjalin ikatan silaturahmi.

Proses Pembangunan Saung

Proses Pembangunan Saung

Ya… Saung, sebuah kata yang berasal dari bahasa Sunda yang artinya rumah atau gubug kecil. Biasanya kata saung digunakan untuk menyebut sebuah gubug kecil yang ada di luar rumah seperti di sawah, ladang, kebun atau dimana saja pokoknya terpisah dari bangunan rumah. Sebagai ilustrasi kalau disekitar rumah ada gubug kecil yang dipakai untuk menyimpan binatang piaraan, perabotan, kayu bakar, atau tempat istirahat, maka gubug itu biasa disebut Saung.

Lihat Kekompakannya

Lihat Kekompakannya

Semoga saja saung ini akan menjadi media komunikasi dan embun penyejuk bagi kita selaku keluarga besar Perhimpunan Penjelajah Hutan Dan Pendaki Gunung (KPA RANTING) sehingga tetap dalam ikatan tali silaturahmi.

Lumayan Bekas Bannernya Terpakai Juga

Lumayan Bekas Bannernya Terpakai Juga

Sudah Bisa Digunakan

Sudah Bisa Digunakan

Saung

~RTM
05-02-2015