Menikmati Kesendirian Sebagai Pribadi Introvert

Ilustrasi

Ada beberapa orang di luar sana yang selalu dianggap aneh oleh sebagian orang, sikapnya sangat sulit dibaca, dimengerti, dan susah ditebak, sehingga sering membuat orang lain tidak nyaman. Mereka itu adalah orang-orang introvert. Sementara ekstrovert di luar sana nampaknya begitu nyaman dengan sekelompok orang, merencanakan akan pergi kemana pada akhir minggu. Orang introvert mungkin hanya duduk di pinggiran suatu tempat sendirian, menghirup minuman sesekali menghisap rokoknya sambil bermain dengan pikirannya sendiri. Mencari sebuah kebenaran jalan kehidupan, atau dengan senyum sopan di wajahnya dan mengamati orang berlalu-lalang.

Saya pribadi adalah seorang yang introvert dan selalu merasa ingin sendiri serta benar-benar menikmati kesendirian. Untuk itulah saya lebih banyak senang untuk mendaki gunung dan berlama-lama di hutan hanya untuk menikmati desahan angin yang menggesek dahan pinus dan suara serangga kecil yang mengalun merdu dibalik semak belukar. Bukan pergi ke pantai untuk melihat keramaian dan berlari di pinggiran ombak. Saat itulah saya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam. Baik itu persoalan pribadi, keluarga maupun pekerjaan. Biasanya setelah proses perenungan tersebut, akan ada sebuah jalan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Menurut pandangan sebagian orang, seorang introvert mungkin akan dikatakan sombong, pemalu bahkan sering dikatakan tidaIntrovertk mau bergaul. Oleh karena itu, sebagian orang introvert kadang menjadi korban dari opini publik yang mengatakan demikian. Padahal sebenarnya orang introvert memang butuh waktu sendiri lebih banyak untuk mengumpulkan energi ketimbang mereka yang ekstrovert. Sehingga wajar jika orang-orang introvert tidak lebih sering berkumpul dengan kawan, energi mereka justru tersedot oleh keramaian.

Saya tidak menyukai keramaian mall dan bahkan kepala sedikit pusing dengan hiruk pikuk orang didalam nya. Saya menyukai rimbunnya vegetasi dan aroma tanah ketimbang parfum wangi. Saya lebih menyenangi dinginnya ketinggian dibandingkan dengan dinginnya AC central. Bahkan saya merasa dalam kondisi prima meski nafas tersengal menapaki ribuan anak tangga ketika mendaki dibandingkan dengan menaiki tangga escalator.

Menurut Susan Cain, penulis buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking, stigma dan perlakuan tak adil pada pribadi-pribadi introvert sudah berlangsung sejak abad ke-19 dan makin parah di awal abad ke-20. Bahkan menimpa hampir separuh manusia di muka bumi yang pada dasarnya adalah introvert.

“Setiap kali Anda mencoba hidup sebagai seseorang yang sejatinya bukan Anda, separuh jiwa Anda menghilang seiring waktu. Anda tidak akan ingat lagi cara menghabiskan waktu seperti biasanya,” tulis Cain.

 

Sumber : sini

~ RTM
26 09 17

Iklan

Keutamaan Menyambung Silaturahmi

Kumpul Keluarga

“Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim)

Setiap manusia  pastinya mendambakan diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Namun, tidak semua manusia dimudahkan dan diberikan semua oleh Allah ta’ala untuk mendapatkannya.

Padahal ada satu amalan mulia, yang sangat dianjurkan oleh Allah dan rasul-Nya untuk dilakukan, dan inshaAllah begitu mudah untuk dikerjakan. Amalan mulia tersebut adalah menyambung tali silaturrahmi. Dengan menyambung tali silaturahmi, seseorang akan mendapatkan beberapa hal yang telah disebutkan di atas, ditambah beberapa keutamaan lain.

Ibnu Manzhur rahimahullah menjelaskan bahwa silah yang berarti menyambung adalah lawan kata dari hujron yang berarti meninggalkan atau memutuskan. (Lisanul ‘Arob 11/726)

Sehingga silaturrahmi dapat diartikan dengan: “Sebuah ungkapan yang menggambarkan tentang perbuatan baik, kasih sayang dan kelembutan yang ditujukan kepada keluarga yang senasab (satu keturunan) dan karib kerabat, serta perhatian terhadap kondisi mereka, sekalipun mereka berada di tempat yang jauh dan berbuat tidak baik kepada kita. (Lisanul ‘Arob 11/728)

Dari definisi ini dapat kita ketahui bahwa tidak perbuatan baik yang ditujukan kepada semua orang seperti tetangga, teman dan sahabat bisa disebut silaturrahmi. Seseorang dikatakan menyambung tali silaturrahmi, apabila dia mengalamatkan perbuatan baiknya itu kepada keluarga senasab atau karib kerabatnya, tidak lebih dari itu.

Berikut ini beberapa gambaran singkat dari menyambung tali silaturrahmi:

Mengunjungi rumah saudara atau karib kerabat, Mengucapkan salam dan berjabat tangan ketika bertemu dengan mereka, Bertanya tentang keadaan mereka sekeluarga, Memberikan hadiah kepada mereka, Bersedekah kepada mereka yang fakir, Bersikap lemah-lembut dengan mereka yang berkecukupan, Menghargai dan menghormati orang yang lebih dewasa, Menyayangi mereka yang lebih muda, Menghubungi mereka via surat pos, sms atau telefon/handphone, Menjamu mereka dengan baik ketika mereka bertamu, Ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan, Menghibur mereka tatkala mereka dirudung kesedihan, Mendoakan mereka dengan kebaikan, Antusias untuk senantiasa menjaga hubungan baik dengan mereka, Membesuk orang yang sakit dari mereka, Mendatangi undangan mereka, Tetap menyambung silaturrahmi orang yang berusaha memutuskannya.

Dan yang paling utama dan terpenting dari itu semua adalah, hendaklah kita bersemangat dan antusias untuk mengajak mereka kembali kepada jalan agama, menasihati mereka, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari berbuat kemungkaran. Dan jangan lupa pula, doakanlah semoga mereka senantiasa mendapatkan hidayah taufiq dari Allah subahahu wa ta’ala.

Jadi, maukah diberikan rizki yang lapang, umur yang panjang, serta dapat mengisi umurnya dengan hal-hal yang bermanfaat ? Perbanyaklah silaturahmi…

Sumber : Sini

 

~ RTM – 25 07 17

Mimpi buruk jika telat lulus kuliah

Keluarga besar Mesin Unpas 98

Proses menanti saat-saat kelulusan serta mengenakan pakaian toga dan berfhoto dengan latar belakang buku perpustakaan adalah idaman bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang masih aktif. Ketika pertama kali diterima di sebuah perguruan tinggi, mayoritas dari mereka berkeinginan untuk cepat lulus, tepat waktu dan mendapatkan indeks prestasi kummulatif (IPK) yang tinggi. Merupakan hal yang sangat lumrah dan wajar bagi setiap mahasiswa mendapati keinginan seperti itu. Namun pada saat memasuki fase-fase rumitnya berkuliah, tugas yang menumpuk dan jadwal kuliah yang padat, mereka pun menyadari bahwa perjuangan dalam mencapai itu semua diperlukan usaha yang tidak mudah.

Sebagian dari mereka ada yang terpaksa kalah oleh seleksi alam dan memilih tidak melanjutkan kuliahnya. Beruntunglah bagi mereka yang tetap tabah menjalani perkuliahn dan harus merelakkan untuk tidak lulus tepat waktu dikarenakan berbagai macam hal seperti sibuk berwirausaha, menyelesaikan penelitian, bermasalah dengan dosen, malas, dan lain-lain.

Saya sendiri mengalami untuk kedua kalinya ketika harus berhadapan musuh terbesar kehidupan kampus yaitu menjadi mahasiswa abadi. Saat sedang menyelesaikan study sarjana yang semestinya bisa diselesaikan dalam 8 semester harus di tempuh selama 10 semester, padahal semua mata kuliah sudah selesai ketika semester 8. Hanya 1 saja yang masih nyangkut, yaitu tugas akhir atau skripsi. Bukan ingin berlama-lama di kampus, hanya saja memang kendala biaya yang harus dikeluarkan saat akan melakukan penelitian.

Begitupun saat akan menyelesaikan S2, kembali saya dihadapkan dengan mimpi buruk menyelesaian tesis. Letak kesalahan awalnya pada saat membuat proposal tesis, dimana sekertaris jurusan menyetujui untuk membuat laporan hingga bab III. Tapi setelah mengajukan judul dan meminta pembimbing, proposal saya di tolak dan harus ganti judul dengan alasan terlalu sederhana. Alhasil kerja keras selama beberapa bulan harus rela di buang ke laut dan kembali mengetik ulang lagi. Mirip kisahnya seperti saat mengambil mata kuliah praktikum Fisika Dasar I saat di Bandung.

Bila dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, telat lulus kuliah tentunya akan menjadi ancaman terbesar untuk masa depan kita. Saya tentunya harus membayar uang perkuliahan kembali untuk memperpanjang masa studi. Melihat teman-teman kita sudah pada lulus terlebih dahulu kerap kali membuat kita depresi, putus asa, tak tahu harus berbuat apa. Namun bila dilihat dari sisi lain, bahwa untuk para mahasiswa-mahasiswi yang bersemangat secara konsisten namun harus merelakan telat lulus tentu ini menjadi sebuah nilai-nilai positif buat kita, tak harus kecewa bila melihat orang lain lulus duluan karena bisa jadi mereka yang terlebih dahulu lulus tidak sebagus apa yang kita jalani saat ini.

Pasti akan selalu ada cara untuk memperbaiki kesalahan dan setiap orang mempunyai jalan yang berbeda-beda untuk meraih kesuksesan, ada yang rasanya lancar-lancar saja berkuliah namun setelah selesai menyelesaikannya kesulitan mencari kerja kemudian adapun yang harus telat lulus namun setelahnya langsung mendapatkan pekerjaan. Tidak selamanya kita harus menyalahkan orang lain atas keterlambatan kita untuk lulus, tentu kita pun harus introspeksi diri apa yang menjadi penyebab kita telat lulus. Melihat teman-teman kita yang sudah menyelesaikkan studi nya duluan tentu harus dijadikan cambuk hati untuk bersemangat dalam menyelesaikan perkuliahan. Jadikan kesuksesan mereka motivasi untuk memacu semangat kita agar terus berkembang lebih baik dari mereka. Percaya kita pun akan bisa seperti mereka.

Semangat Rahmat…!!!

Jauh di sudut kantor
~RTM 26 05 17

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Pagi hari,
Mengapa parasmu dingin, begitu mengiris hati…

Siang hari,
Mengapa panasmu terik, menyengat sekujur tubuh…

Sore hari,
Mengapa senjamu kejam, menguap tanpa mega…

Malam hari,
Semuanya hilang, terpendar bersama mataharimu…

 

~RTM
Akhir Juli, 1998

Belajar Ikhlas

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” gumam ku dalam hati saat mendengar kabar buruk di pagi itu. Entah musibah apalagi yang menimpa keluarga ku di tahun ini. Rasanya sudah bertubi-tubi musibah ini datang silih berganti menghampiri kami di tahun 2016 ini. Mulai dari harus merasakan 7 kali bolak-balik menginap di rumah sakit menemani istri, orang tua serta iu mertua ku. Masih belum selesai dengan itu saja, pagi itu musibah yang tak kalah besar nya kembali menimpa keluarga ku. Ya, mobil pick up yang biasa dipakai oleh abah untuk mengais rejeki setiap hari, hilang di curi orang. Bahkan tepat di saat si abah hendak melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid.

B 9630 FAC sebelum hilang

B 9630 FAC sebelum hilang 😥

Aku yang tinggal sekitar 500 meter dari rumah orang tua, sama sekali tak menduga musibah ini akan kembali menimpa kami. Bagaimana tidak, mobil tersebut bukan mobil penumpang ataupun mobil mewah. Mobil tersebut hanya mobil pick up keluaran tahun 2011 yang mungkin jika dijual secara resmi harganya tidak lebih dari 40 juta-an apalagi jika dijual secara tidak resmi. Bagaimana mungkin si pencuri akan tertarik dengan mobil seperti itu? Bahkan secara logika saja, mobil tersebut diparkir di rumah orang tua dengan garasi terbuka sudah lebih dari 10 tahun bersama dengan mobil jenis yang sama keluaran tahun 2005. Toh selama kurun waktu tersebut, semuanya aman saja tanpa ada kendala meski 5 tahun lalu pernah part distributor untuk businya ada yang mencuri .

Bukan masalah seberapa besar kerugian yang harus kami derita, akan tetapi jauh lebih berharga dari itu semua adalah kesehatan si abah yang lebih penting. Baru saja sebulan ini dirinya tidak mengeluh merasakan sakit yang di derita akibat pembengkakan jantung, aku takut penyakitnya akan kembali meyerang dirinya. Bukankah penyakit itu awalnya timbul dari pikiran? Semoga saja hal itu tidak terjadi, di saat kondisi yang seperti ini.

Jum’at pagi itu menjadi hari yang begitu sibuk untuk ku, mulai dari laporan ke pak RT hingga laporan ke kantor kepolisian. Ada satu hal yang cukup menarik ketika melapor kehilangan di kantor kepolisian saat itu. Biasanya jika kita kehilangan cukup melapor di sentra pelayanan kepolisian saja, kemudian si petugas langsung membuatkan surat kehilangan yang dimaksud. Lain halnya jika barang yang hilang adalah kendaraan bermotor, kita tetap mengadu ke sentra pelayan kepolisian kemudian kita akan langsung dipertemukan dengan petugas Reskrim (Reserse kriminal) hingga dilakukan olah TKP (Tempat kejadian perkara) kemudian dibuatkan BAP (Berita acara pemeriksaan) baru setelah itu dibuatkan surat keterangan kehilangan. Cukup menyita waktu, untuk menyelesaikan laporan kepolisian. Bahkan aku harus kembali izin untuk tidak masuk kerja demi membuat laporan kehilangan di kanator kepolisian. Sungguh satu lagi kerumitan biroksrasi di negeri tercinta ini, padahal semuanya tentu akan lebih mudah apabila semuanya sudah dalam satu kesatuan system.

Akhirnya selesai sudah proses pemeriksaan dan pelaporan kehilangan kendaraan di kantor polisi, sambil menunggu kabar baik dari mereka saja. Semoga saja musibah kali ini kembali membuka mata hati kami bahwasanya kami masih banyak kekhilafan dan masih belajar untuk ikhlas jika memang kendaraan tersebut benar-benar tidak kembali lagi.

Semoga saja…

~RTM
31-10-16

Abah, Cepat Sembuh Ya….

Panjat Pinang

Rindu abah tersenyum seperti ini

Dia bukanlah seorang yang hebat seperti superman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang perkasa seperi hulk yang bisa menahan segala beban di pundak nya. Dia juga bukanlah seorang superstar yang terkenal dimana-mana. Dia hanyalah sesosok mahluk Tuhan yang begitu istimewa, dan sesempurna bagai seorang wali di mataku.

Ya, dia adalah abah ku. Abah yang telah mendidiku, membimbingku dan membesarkan ku dengan penuh kasih sayang. Meski tak pernah sepatah kata pun di ungkapkan tentang begitu besar rasa cinta dan sayangnya kepadaku, tapi aku yakin dia begitu menyayangiku. Dia begitu kuat menghadapi segalanya. Dia begitu perkasa menghadapi keras nya hidup dengan bekerja keras. Baginya tiidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan penuh kesabaran dan do’a. Tidak ada kata menyerah dalam dirinya. Dia terus berusaha dan selalu berusaha. Bagi dirinya hidup adalah perjuangan. Hidup bukan untuk diratapi atau ditangisi, akan tetapi hidup harus di siasati. Jangan mengeluh, jangan memaki apalagi ingin mati. Cukup dengan berdo’a dan bersyukur, membuat hidup jadi lebih berarti.

Tapi kini, sudah hampir setahun lebih dirimu terbaring lemah tak berdaya. Sisa keperkasaanmu masih terpancar jelas diraut wajahmu yang tak pernah memperlihatkan kepedihan dan kesedihan menahan sakit yang tak terperi. Engkau tetap tegar menghadapi semua nya. Malah kami semua yang bingung akan semua yang terjadi. Begitu sabar nya engkau menghadapi semua ini.

Abah, meski ini kali kedua dirimu terbaring lemah di sudut rumah sakit. Izin kan aku, untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuatmu kembali tertawa bersenda gurau dengan ketiga cucu mu.  Semoga beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini untuk meminta kesembuhan bisa meringankan sakit ditubuh mu.

*Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

( Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa )

 “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari dan Muslim).

*Dari Abu ‘Abdillah ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah sebanyak tiga kali :

 بِسْمِ اللهِ

   (bismillah)

kemudian bacalah sebanyak  tujuh kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

( A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru )

Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim)

Cepat sembuh Abah, kami semua merindukan mu….

~RTM
29-07-16

Selamat Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Makna dari hari bumi adalah mengingatkan bahwa begitu pentingnya merawat dan menjaga bumi kita agar tidak semakin rusak oleh ulah perbuatan manusia. Tidak hanya ikut untuk merayakan saja, tetapi sedikit berbuat untuk bumi tercinta harus kita lakukan demi kelestarian hayati. Demi masa depan kita dan anak cucu kita kelak….!Bagi yang belum mengerti hari bumi, silahkan di klik link tersebut !

Sok udah paling bener aja melakukan itu semua, padahal masih sering loh saya melakukan pelanggaran yang berdampak pada lingkungan. Contoh kecilnya saja, ketika istirahat malam. Apa susahnya untuk mematikan lampu kamar ? Susahnya bukan main, apalagi si kecil tentunya tidak akan betah gelap-gelapan di dalam kamar. Kalau saya sendiri sebenernya lebih nyaman tidur dengan lampu tidak menyala, karena terasa lebih bisa beristirahat. Bayangkan, dengan menyalakan lampu kamar, berapa energi yang harus terbuang percuma dari jam 5 sore hingga jam 6 pagi ?

Belum lagi pemakaian air tanah. Kalau sudah waktunya mandi, si kakak menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi. Padahal kalau di hitung, mandi aslinya paling hanya beberapa gayung saja :mrgreen . Beruntung saat ini sedang musim penghujan, hingga halaman luas di sebelah rumah malah jadi tempat resapan air. Tidak banyak sih, dalamnya hanya sekitar 30 cm saja kalau pas sedang hujan deras.

Kita sebagai makhluk yang hidup di bumi seharusnya sadar akan lingkungan di sekitar kita. Karena saat ini semakin banyak tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab merusak dan memperlakukan bumi semena-mena, karena kedepannya bumi yang kita tinggali juga akan menjadi tempat bagi anak cucu kita kelak. Ayo mulai hari ini kita jaga bumi dan lingkungan di sekitar kita ! Lakukanlah hal-hal positif untuk lingkungan yang kita tinggali, kalau bukan kita siapa lagi ?

Semoga dengan peringatan hari bumi di tahun ini, menjadi momentum bagi kami para penggiat alam untuk semakin gigih mengecam para perusak bumi.
Semoga saja…

~RTM
22 04 16

Hidup Ini Memang Terlalu Rumit Untuk Ditebak

Hidup ini memang terlalu rumit untuk ditebak. Terkadang posisi kita berada di atas, dan tak tak jarang terkadang kita berada pada posisi paling bawah. Sahabat, terkadang ada saat dimana roda kehidupan akan membawa kita pada sisi terbawah dari kehidupan. Saat segalanya berjalan bertolak belakang dengan semua harapan. Saat itulah semua impian ternyata jauh dari kenyataan. Saat jiwa kita terasa hampa, pikiran kosong, dan semua ide terpenjara, saat dimana kita merasa tak sanggup untuk berbuat apa-apa. Itulah saat kita berada di titik nadir kehidupan.

Berbagai macam rintangan sudah menanti di depan kita.
Apakah kita sudah siap untuk menghadapinya…?
Apakah kita mampu untuk melewatinya…?

Disetiap ujian kehidupan, akan selalu ada sebuah pembelajaran. Akan selalu ada sebuah pengalaman berharga bagi kita yang benar-benar mengambil kesempatan untuk belajar di sekolah kehidupan. Kesadaran bahwa setiap orang sebenarnya sedang belajar dalam kehidupan ini akan berdampak pada sikap dan perilakunya memandang kehidupan ini. Dia tidak akan lagi membenci orang lain secara berlebihan. Karena dia menyadari semua orang itu adalah murid yang sedang belajar menjadi yang terbaik. Dia akan menjadi manusia yang rendah hati karena menyadari setiap orang adalah guru. Alangkah eloknya kita wajib mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri etika mengalami sebuah kejadian dalam hidup ini? Selalu tanyakanlah pada diri kita “Apa yang sudah saya pelajari dalam hidup ini?”

“Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui, di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat dan bingung! Sering rasanya sampai pada jalan tak berujung. Namun, jika kita punya keyakinan pada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu ingin kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, Terbaik untuk kita! – A.J. Cronin.

Kawan, selamat belajar…
Ijinkan diri kita untuk selalu belajar, dan ijinkan pula orang lain untuk belajar kepada kita.

Sudut kantor Cikarang
~RTM
05-02-2016

Kehadiranmu selalu kami rindukan

Tahun Baru

Awal Tahun

Hampir sebulan lebih tak lagi aktif menulis membuat sebagian jari-jemari ini mulai lamban mengetik tombol keyboard. Belum lagi otak yang berasa buntu karena tidak ada satu pun ide yang membuat saya ingin menulis terlintas di pikiran. Mumpung pekerjaan sudah sedikit senggang, tak ada salahnya saya kembali belajar menulis lagi tentang aktivitas di kantor yang baru dijalani beberapa bulan ini. Setelah tulisan tentang budaya di kantor baru saya buat di bulan desember lalu dan itu juga merupakan satu-satunya tulisan saya di bulan tersebut, tak ada salahnya kali ini saya juga akan menulis tentang beberapa kejutan awal tahun dan akhir tahun yang membuat saya merasa beruntung bergabung dengan perusahaan ini.

Akhir desember ini saya terkena beberapa musibah yang cukup menyita waktu dan tenaga saya. Ibu mertua yang harus dirawat secara intensif di rumah sakit selama hampir dua pekan, ayah saya yang sampai saat ini masih berkutat dengan sakit diperutnya dan terkadang kambuh saat dia terkena cuaca dingin. Pernah suatu malam, saya harus melihatnya menangis menahan sakit yang teramat sangat. Hati ini serasa pedih karena harus melihatnya menahan sakit yang hingga saat ini belum kami ketahui hasilnya. Anehnya sakit tersebut akan menyerang di waktu malam dan tidak pernah terjadi jika siang hari.

Meski dengan kondisi yang serba tidak mengenakan dirumah, agak berbeda dengan kondisi yang terjadi di kantor tempat saya bekerja. Setelah mendapat spesial bonus dari laba perusahaan di tahun ini, selang beberapa hari kemudian kami mendapat beberapa bingkisan berupa parcel tahun baru. Wah, satu per satu kejutan di akhir tahun yang dijanjikan si bos sudah mulai nampak di depan mata. Alhamdulillah, semoga akan ada kejutan-kejutan berikutnya di tahun depan.

Begitu pula di pertengahan januari ini. Biasanya setelah 2 bulan berlalu, sachou (Presiden direktur;bhs Jepang) akan kembali mengunjungi kami di Indonesia. Kedatangannya selalu kami tunggu. Bukan apa-apa, oleh-oleh coklat dan amplopnya lah yang menjadi obat penghilang kegelisahan saat memasuki pertengahan bulan. Bukan cuma saya sendiri loh yang berkata seperti itu, tetapi teman-teman sekantor pun demikian. Hahaha, apapun alasannya kedatangan beliau memang selalu kami tunggu.

Akhirnya, 18 januari kemarin beliau datang ke negeri tercinta. Senin pagi itu, suasana ruang kantor menjadi ceria. Raut wajah mereka seperti tanpa beban, maklum ketika masuk kantor sudah disiapkan amplop kecil dan sekotak coklat. Alhamdulillah, akhirnya datang juga. Lumayan bisa untuk menyambung hingga akhir bulan. Kedatangan beliau kali ini adalah untuk meninjau beberapa proyek yang telah rampung dikerjakan di daerah Bekasi dan Karawang. Jadwalnya pun hanya beberapa hari saja, dan akan kembali minggu depannya. Tidak apa-apalah, yang penting pekerjaan saya sudah selesai untuk proyek tersebut dan hanya beberapa penambahan sehingga tidak akan menyebabkan hal yang serius. Meski datang untuk beberapa hari, beliau hanya 2 hari di kantor. Alhasil, kami hanya bertemu beberapa hari saja.

10000 yen-bill-front

10.000 Yen

Akhirnya beliau kembali ke Jepang pada tanggal 24 januari kemarin, dan akan kembali lagi pertengahan maret bulan lusa. Ehm, ada lagi tabungan di bulan maret nih :D. Alhamdulillah Ya Allah…

Selepas terbang pada pagi harinya, ternyata beliau mengirimkan sesuatu yang tidak kami sangka-sangka. Senin pagi, saat membuka email ternyata ada kredit masuk sebanyak 2 bulan gaji ditabunganku. Ada apa ini……? Apalagi….? Hingga bertubi-tubi….?

~RTM
28-01-2016

Melewati Sidang Proposal Tesis

Presentasi Proposal Tesis

Presentasi Proposal Tesis

Alhamdulillah, minggu 08 november 2015 saya telah rampung menyelesaikan sidang proposal tesis dikampus. Meski harus terseok-seok menghadapi cecaran pertanyaan dari dosen penguji, fase tersebut saya lalui dengan baik. Anehnya, untuk sidang kali ini saya tidak merasa gugup sama sekali. Tidak seperti presentasi atau sidang-sidang sebelumnya yang mengharuskan saya membawa handuk untuk menyeka keringat, padahal suhu didalam ruangan sidang sangat dingin bahkan cukup membuat penghuni didalamnya sedikit merasa terkena hypothermia.

Apakah mungkin karena sudah berpengalaman dalam melakukan sidang ketika sidang sarjana dulu, atau mungkin karena persiapan saya dalam menghadapi sidang kali ini cukup baik sehingga tak sedikitpun ada rasa ragu ketika pemimpin sidang memanggil nama saya untuk melakukan presentasi penelitian. Padahal jika dilihat, para dosen penguji adalah mereka yang telah berpengalaman dan semuanya bergelar doktor. Awalnya sih sedikit ngeri jika melihat deretan nama dosen penguji, apalagi salah satunya adalah mantan dirjen perhubungan serta mantan menteri dikabinet presiden KH. Abdurahman Wahid. Bagaimanapun juga, mereka dulunya adalah mahasiswa juga seperti saya yang mungkin ketika beliau-beliau hendak menyelesaikan studinya tentu menghadapi rasa grogi seperti saya juga.

Alhasil meski nilai sidang proposal belum keluar hingga saat ini, saya bisa berbesar hati karena telah melewati satu tahap untuk menyelesaikan studi saya yang sudah kelewat 1 semester. Maklum, kondisi saat ini adalah sebagai pekerja hingga tidak begitu fokus untuk menyelesaikan penelitian. Apalagi beberapa bulan kebelakang sebagai seorang pekerja, saya harus melakukan tugas luar kota seperti ke Padang, Tanjung Tabalong, Surabaya dan kota lain dalam beberapa minggu. Sehingga jatah untuk bimbingan yang seharusnya saya lakukan mau tidak mau harus menunggu hingga saya menyelesaikan tugas kantor. Jadilah, masa studi harus ditambah lagi dan mau tidak mau biaya juga harus kembali dikeluarkan.

Melewati fase proposal tesis ini memang sedikit sulit, karena hampir 10 tahun lebih saya tidak bergelut dengan ilmu pengetahuna dan jurnal teknologi. Apalagi untuk penelitiannya diharuskan memakai jurnal-jurnal internasional yang dikeluarkan 5 tahun ke belakang. Meski bahasa Inggris saya “little-little I can”, kali ini akan saya paksakan sampai titik kemampuan saya. Beruntung, tema yang saya ambil yaitu “Rancang bangun mesin stirling tipe gamma sebagai tenaga penggerak kipas angin” belum ada yang meneliti, hingga ketika diajukan judul tersebut langsung di approve oleh si pembimbing. Sehingga melengganglah saya hingga akhirnya bisa melakukan sidang proposal pada awal november kemarin.

Semoga saja dengan diberinya kemudahan dalam mengambil judul tersebut, saya bisa cepat melakukan penelitian dan menyelesaikan studi ini yang sudah cukup banyak menyita waktu dan biaya. Semoga saja…

Bissmillah…

~RTM
12-11-2015