Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Selamat Jalan Rinduku

Pagi hari,
Mengapa parasmu dingin, begitu mengiris hati…

Siang hari,
Mengapa panasmu terik, menyengat sekujur tubuh…

Sore hari,
Mengapa senjamu kejam, menguap tanpa mega…

Malam hari,
Semuanya hilang, terpendar bersama mataharimu…

 

~RTM
Akhir Juli, 1998

Belajar Ikhlas

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” gumam ku dalam hati saat mendengar kabar buruk di pagi itu. Entah musibah apalagi yang menimpa keluarga ku di tahun ini. Rasanya sudah bertubi-tubi musibah ini datang silih berganti menghampiri kami di tahun 2016 ini. Mulai dari harus merasakan 7 kali bolak-balik menginap di rumah sakit menemani istri, orang tua serta iu mertua ku. Masih belum selesai dengan itu saja, pagi itu musibah yang tak kalah besar nya kembali menimpa keluarga ku. Ya, mobil pick up yang biasa dipakai oleh abah untuk mengais rejeki setiap hari, hilang di curi orang. Bahkan tepat di saat si abah hendak melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid.

B 9630 FAC sebelum hilang

B 9630 FAC sebelum hilang 😥

Aku yang tinggal sekitar 500 meter dari rumah orang tua, sama sekali tak menduga musibah ini akan kembali menimpa kami. Bagaimana tidak, mobil tersebut bukan mobil penumpang ataupun mobil mewah. Mobil tersebut hanya mobil pick up keluaran tahun 2011 yang mungkin jika dijual secara resmi harganya tidak lebih dari 40 juta-an apalagi jika dijual secara tidak resmi. Bagaimana mungkin si pencuri akan tertarik dengan mobil seperti itu? Bahkan secara logika saja, mobil tersebut diparkir di rumah orang tua dengan garasi terbuka sudah lebih dari 10 tahun bersama dengan mobil jenis yang sama keluaran tahun 2005. Toh selama kurun waktu tersebut, semuanya aman saja tanpa ada kendala meski 5 tahun lalu pernah part distributor untuk businya ada yang mencuri .

Bukan masalah seberapa besar kerugian yang harus kami derita, akan tetapi jauh lebih berharga dari itu semua adalah kesehatan si abah yang lebih penting. Baru saja sebulan ini dirinya tidak mengeluh merasakan sakit yang di derita akibat pembengkakan jantung, aku takut penyakitnya akan kembali meyerang dirinya. Bukankah penyakit itu awalnya timbul dari pikiran? Semoga saja hal itu tidak terjadi, di saat kondisi yang seperti ini.

Jum’at pagi itu menjadi hari yang begitu sibuk untuk ku, mulai dari laporan ke pak RT hingga laporan ke kantor kepolisian. Ada satu hal yang cukup menarik ketika melapor kehilangan di kantor kepolisian saat itu. Biasanya jika kita kehilangan cukup melapor di sentra pelayanan kepolisian saja, kemudian si petugas langsung membuatkan surat kehilangan yang dimaksud. Lain halnya jika barang yang hilang adalah kendaraan bermotor, kita tetap mengadu ke sentra pelayan kepolisian kemudian kita akan langsung dipertemukan dengan petugas Reskrim (Reserse kriminal) hingga dilakukan olah TKP (Tempat kejadian perkara) kemudian dibuatkan BAP (Berita acara pemeriksaan) baru setelah itu dibuatkan surat keterangan kehilangan. Cukup menyita waktu, untuk menyelesaikan laporan kepolisian. Bahkan aku harus kembali izin untuk tidak masuk kerja demi membuat laporan kehilangan di kanator kepolisian. Sungguh satu lagi kerumitan biroksrasi di negeri tercinta ini, padahal semuanya tentu akan lebih mudah apabila semuanya sudah dalam satu kesatuan system.

Akhirnya selesai sudah proses pemeriksaan dan pelaporan kehilangan kendaraan di kantor polisi, sambil menunggu kabar baik dari mereka saja. Semoga saja musibah kali ini kembali membuka mata hati kami bahwasanya kami masih banyak kekhilafan dan masih belajar untuk ikhlas jika memang kendaraan tersebut benar-benar tidak kembali lagi.

Semoga saja…

~RTM
31-10-16

Abah, Cepat Sembuh Ya….

Panjat Pinang

Rindu abah tersenyum seperti ini

Dia bukanlah seorang yang hebat seperti superman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang perkasa seperi hulk yang bisa menahan segala beban di pundak nya. Dia juga bukanlah seorang superstar yang terkenal dimana-mana. Dia hanyalah sesosok mahluk Tuhan yang begitu istimewa, dan sesempurna bagai seorang wali di mataku.

Ya, dia adalah abah ku. Abah yang telah mendidiku, membimbingku dan membesarkan ku dengan penuh kasih sayang. Meski tak pernah sepatah kata pun di ungkapkan tentang begitu besar rasa cinta dan sayangnya kepadaku, tapi aku yakin dia begitu menyayangiku. Dia begitu kuat menghadapi segalanya. Dia begitu perkasa menghadapi keras nya hidup dengan bekerja keras. Baginya tiidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan penuh kesabaran dan do’a. Tidak ada kata menyerah dalam dirinya. Dia terus berusaha dan selalu berusaha. Bagi dirinya hidup adalah perjuangan. Hidup bukan untuk diratapi atau ditangisi, akan tetapi hidup harus di siasati. Jangan mengeluh, jangan memaki apalagi ingin mati. Cukup dengan berdo’a dan bersyukur, membuat hidup jadi lebih berarti.

Tapi kini, sudah hampir setahun lebih dirimu terbaring lemah tak berdaya. Sisa keperkasaanmu masih terpancar jelas diraut wajahmu yang tak pernah memperlihatkan kepedihan dan kesedihan menahan sakit yang tak terperi. Engkau tetap tegar menghadapi semua nya. Malah kami semua yang bingung akan semua yang terjadi. Begitu sabar nya engkau menghadapi semua ini.

Abah, meski ini kali kedua dirimu terbaring lemah di sudut rumah sakit. Izin kan aku, untuk melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuatmu kembali tertawa bersenda gurau dengan ketiga cucu mu.  Semoga beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini untuk meminta kesembuhan bisa meringankan sakit ditubuh mu.

*Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya.  Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdoa :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

( Allahumma rabbanasi adzhibil ba’sa wasy fihu. Wa antas Syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughadiru saqomaa )

 “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari dan Muslim).

*Dari Abu ‘Abdillah ‘Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu, lalu bacalah sebanyak tiga kali :

 بِسْمِ اللهِ

   (bismillah)

kemudian bacalah sebanyak  tujuh kali:

أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

( A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru )

Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan” (HR. Muslim)

Cepat sembuh Abah, kami semua merindukan mu….

~RTM
29-07-16

Selamat Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Hari Bumi 2016

Makna dari hari bumi adalah mengingatkan bahwa begitu pentingnya merawat dan menjaga bumi kita agar tidak semakin rusak oleh ulah perbuatan manusia. Tidak hanya ikut untuk merayakan saja, tetapi sedikit berbuat untuk bumi tercinta harus kita lakukan demi kelestarian hayati. Demi masa depan kita dan anak cucu kita kelak….!Bagi yang belum mengerti hari bumi, silahkan di klik link tersebut !

Sok udah paling bener aja melakukan itu semua, padahal masih sering loh saya melakukan pelanggaran yang berdampak pada lingkungan. Contoh kecilnya saja, ketika istirahat malam. Apa susahnya untuk mematikan lampu kamar ? Susahnya bukan main, apalagi si kecil tentunya tidak akan betah gelap-gelapan di dalam kamar. Kalau saya sendiri sebenernya lebih nyaman tidur dengan lampu tidak menyala, karena terasa lebih bisa beristirahat. Bayangkan, dengan menyalakan lampu kamar, berapa energi yang harus terbuang percuma dari jam 5 sore hingga jam 6 pagi ?

Belum lagi pemakaian air tanah. Kalau sudah waktunya mandi, si kakak menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi. Padahal kalau di hitung, mandi aslinya paling hanya beberapa gayung saja :mrgreen . Beruntung saat ini sedang musim penghujan, hingga halaman luas di sebelah rumah malah jadi tempat resapan air. Tidak banyak sih, dalamnya hanya sekitar 30 cm saja kalau pas sedang hujan deras.

Kita sebagai makhluk yang hidup di bumi seharusnya sadar akan lingkungan di sekitar kita. Karena saat ini semakin banyak tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab merusak dan memperlakukan bumi semena-mena, karena kedepannya bumi yang kita tinggali juga akan menjadi tempat bagi anak cucu kita kelak. Ayo mulai hari ini kita jaga bumi dan lingkungan di sekitar kita ! Lakukanlah hal-hal positif untuk lingkungan yang kita tinggali, kalau bukan kita siapa lagi ?

Semoga dengan peringatan hari bumi di tahun ini, menjadi momentum bagi kami para penggiat alam untuk semakin gigih mengecam para perusak bumi.
Semoga saja…

~RTM
22 04 16

Hidup Ini Memang Terlalu Rumit Untuk Ditebak

Hidup ini memang terlalu rumit untuk ditebak. Terkadang posisi kita berada di atas, dan tak tak jarang terkadang kita berada pada posisi paling bawah. Sahabat, terkadang ada saat dimana roda kehidupan akan membawa kita pada sisi terbawah dari kehidupan. Saat segalanya berjalan bertolak belakang dengan semua harapan. Saat itulah semua impian ternyata jauh dari kenyataan. Saat jiwa kita terasa hampa, pikiran kosong, dan semua ide terpenjara, saat dimana kita merasa tak sanggup untuk berbuat apa-apa. Itulah saat kita berada di titik nadir kehidupan.

Berbagai macam rintangan sudah menanti di depan kita.
Apakah kita sudah siap untuk menghadapinya…?
Apakah kita mampu untuk melewatinya…?

Disetiap ujian kehidupan, akan selalu ada sebuah pembelajaran. Akan selalu ada sebuah pengalaman berharga bagi kita yang benar-benar mengambil kesempatan untuk belajar di sekolah kehidupan. Kesadaran bahwa setiap orang sebenarnya sedang belajar dalam kehidupan ini akan berdampak pada sikap dan perilakunya memandang kehidupan ini. Dia tidak akan lagi membenci orang lain secara berlebihan. Karena dia menyadari semua orang itu adalah murid yang sedang belajar menjadi yang terbaik. Dia akan menjadi manusia yang rendah hati karena menyadari setiap orang adalah guru. Alangkah eloknya kita wajib mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri etika mengalami sebuah kejadian dalam hidup ini? Selalu tanyakanlah pada diri kita “Apa yang sudah saya pelajari dalam hidup ini?”

“Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui, di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat dan bingung! Sering rasanya sampai pada jalan tak berujung. Namun, jika kita punya keyakinan pada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu ingin kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, Terbaik untuk kita! – A.J. Cronin.

Kawan, selamat belajar…
Ijinkan diri kita untuk selalu belajar, dan ijinkan pula orang lain untuk belajar kepada kita.

Sudut kantor Cikarang
~RTM
05-02-2016

Kehadiranmu selalu kami rindukan

Tahun Baru

Awal Tahun

Hampir sebulan lebih tak lagi aktif menulis membuat sebagian jari-jemari ini mulai lamban mengetik tombol keyboard. Belum lagi otak yang berasa buntu karena tidak ada satu pun ide yang membuat saya ingin menulis terlintas di pikiran. Mumpung pekerjaan sudah sedikit senggang, tak ada salahnya saya kembali belajar menulis lagi tentang aktivitas di kantor yang baru dijalani beberapa bulan ini. Setelah tulisan tentang budaya di kantor baru saya buat di bulan desember lalu dan itu juga merupakan satu-satunya tulisan saya di bulan tersebut, tak ada salahnya kali ini saya juga akan menulis tentang beberapa kejutan awal tahun dan akhir tahun yang membuat saya merasa beruntung bergabung dengan perusahaan ini.

Akhir desember ini saya terkena beberapa musibah yang cukup menyita waktu dan tenaga saya. Ibu mertua yang harus dirawat secara intensif di rumah sakit selama hampir dua pekan, ayah saya yang sampai saat ini masih berkutat dengan sakit diperutnya dan terkadang kambuh saat dia terkena cuaca dingin. Pernah suatu malam, saya harus melihatnya menangis menahan sakit yang teramat sangat. Hati ini serasa pedih karena harus melihatnya menahan sakit yang hingga saat ini belum kami ketahui hasilnya. Anehnya sakit tersebut akan menyerang di waktu malam dan tidak pernah terjadi jika siang hari.

Meski dengan kondisi yang serba tidak mengenakan dirumah, agak berbeda dengan kondisi yang terjadi di kantor tempat saya bekerja. Setelah mendapat spesial bonus dari laba perusahaan di tahun ini, selang beberapa hari kemudian kami mendapat beberapa bingkisan berupa parcel tahun baru. Wah, satu per satu kejutan di akhir tahun yang dijanjikan si bos sudah mulai nampak di depan mata. Alhamdulillah, semoga akan ada kejutan-kejutan berikutnya di tahun depan.

Begitu pula di pertengahan januari ini. Biasanya setelah 2 bulan berlalu, sachou (Presiden direktur;bhs Jepang) akan kembali mengunjungi kami di Indonesia. Kedatangannya selalu kami tunggu. Bukan apa-apa, oleh-oleh coklat dan amplopnya lah yang menjadi obat penghilang kegelisahan saat memasuki pertengahan bulan. Bukan cuma saya sendiri loh yang berkata seperti itu, tetapi teman-teman sekantor pun demikian. Hahaha, apapun alasannya kedatangan beliau memang selalu kami tunggu.

Akhirnya, 18 januari kemarin beliau datang ke negeri tercinta. Senin pagi itu, suasana ruang kantor menjadi ceria. Raut wajah mereka seperti tanpa beban, maklum ketika masuk kantor sudah disiapkan amplop kecil dan sekotak coklat. Alhamdulillah, akhirnya datang juga. Lumayan bisa untuk menyambung hingga akhir bulan. Kedatangan beliau kali ini adalah untuk meninjau beberapa proyek yang telah rampung dikerjakan di daerah Bekasi dan Karawang. Jadwalnya pun hanya beberapa hari saja, dan akan kembali minggu depannya. Tidak apa-apalah, yang penting pekerjaan saya sudah selesai untuk proyek tersebut dan hanya beberapa penambahan sehingga tidak akan menyebabkan hal yang serius. Meski datang untuk beberapa hari, beliau hanya 2 hari di kantor. Alhasil, kami hanya bertemu beberapa hari saja.

10000 yen-bill-front

10.000 Yen

Akhirnya beliau kembali ke Jepang pada tanggal 24 januari kemarin, dan akan kembali lagi pertengahan maret bulan lusa. Ehm, ada lagi tabungan di bulan maret nih :D. Alhamdulillah Ya Allah…

Selepas terbang pada pagi harinya, ternyata beliau mengirimkan sesuatu yang tidak kami sangka-sangka. Senin pagi, saat membuka email ternyata ada kredit masuk sebanyak 2 bulan gaji ditabunganku. Ada apa ini……? Apalagi….? Hingga bertubi-tubi….?

~RTM
28-01-2016

Melewati Sidang Proposal Tesis

Presentasi Proposal Tesis

Presentasi Proposal Tesis

Alhamdulillah, minggu 08 november 2015 saya telah rampung menyelesaikan sidang proposal tesis dikampus. Meski harus terseok-seok menghadapi cecaran pertanyaan dari dosen penguji, fase tersebut saya lalui dengan baik. Anehnya, untuk sidang kali ini saya tidak merasa gugup sama sekali. Tidak seperti presentasi atau sidang-sidang sebelumnya yang mengharuskan saya membawa handuk untuk menyeka keringat, padahal suhu didalam ruangan sidang sangat dingin bahkan cukup membuat penghuni didalamnya sedikit merasa terkena hypothermia.

Apakah mungkin karena sudah berpengalaman dalam melakukan sidang ketika sidang sarjana dulu, atau mungkin karena persiapan saya dalam menghadapi sidang kali ini cukup baik sehingga tak sedikitpun ada rasa ragu ketika pemimpin sidang memanggil nama saya untuk melakukan presentasi penelitian. Padahal jika dilihat, para dosen penguji adalah mereka yang telah berpengalaman dan semuanya bergelar doktor. Awalnya sih sedikit ngeri jika melihat deretan nama dosen penguji, apalagi salah satunya adalah mantan dirjen perhubungan serta mantan menteri dikabinet presiden KH. Abdurahman Wahid. Bagaimanapun juga, mereka dulunya adalah mahasiswa juga seperti saya yang mungkin ketika beliau-beliau hendak menyelesaikan studinya tentu menghadapi rasa grogi seperti saya juga.

Alhasil meski nilai sidang proposal belum keluar hingga saat ini, saya bisa berbesar hati karena telah melewati satu tahap untuk menyelesaikan studi saya yang sudah kelewat 1 semester. Maklum, kondisi saat ini adalah sebagai pekerja hingga tidak begitu fokus untuk menyelesaikan penelitian. Apalagi beberapa bulan kebelakang sebagai seorang pekerja, saya harus melakukan tugas luar kota seperti ke Padang, Tanjung Tabalong, Surabaya dan kota lain dalam beberapa minggu. Sehingga jatah untuk bimbingan yang seharusnya saya lakukan mau tidak mau harus menunggu hingga saya menyelesaikan tugas kantor. Jadilah, masa studi harus ditambah lagi dan mau tidak mau biaya juga harus kembali dikeluarkan.

Melewati fase proposal tesis ini memang sedikit sulit, karena hampir 10 tahun lebih saya tidak bergelut dengan ilmu pengetahuna dan jurnal teknologi. Apalagi untuk penelitiannya diharuskan memakai jurnal-jurnal internasional yang dikeluarkan 5 tahun ke belakang. Meski bahasa Inggris saya “little-little I can”, kali ini akan saya paksakan sampai titik kemampuan saya. Beruntung, tema yang saya ambil yaitu “Rancang bangun mesin stirling tipe gamma sebagai tenaga penggerak kipas angin” belum ada yang meneliti, hingga ketika diajukan judul tersebut langsung di approve oleh si pembimbing. Sehingga melengganglah saya hingga akhirnya bisa melakukan sidang proposal pada awal november kemarin.

Semoga saja dengan diberinya kemudahan dalam mengambil judul tersebut, saya bisa cepat melakukan penelitian dan menyelesaikan studi ini yang sudah cukup banyak menyita waktu dan biaya. Semoga saja…

Bissmillah…

~RTM
12-11-2015

Dirgahayu Anakku Sayang

RE Dixiezetha Ayesha Ainur Rahmat

RE Dixiezetha Ayesha Ainur Rahmat

Nak, Izinkan hari ini ayah menulis suatu kisah tentang dirimu….

Berawal tentang kehadiranmu nak, kamu hadir tepat disaat kami berdua sedang mengharapkan kehadiran seorang teman bagi kakak mu Rinjani. Hati kami berdua senang luar biasa, dan tak henti-hentinya kami sujud syukur kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya. Kami berdua pun mempercayakan perkembanganmu pada seorang dokter di salah satu rumah sakit islam di Cikarang. Ya, dr. Yedi.,Sp.Og namanya. Awalnya kami ingin dokter wanita saja yang memantau perkembanganmu, akan tetapi karena saat itu dokter wanita di rumah sakit tersebut tidak ada, maka kami tak ada pilihan lain selain mempercayakan perkembangannmu kepadanya. Dokter nya sangat baik loh, bahkan tak segan-segan kami harus berlama-lama berkonsultasi dengannya selama beberapa menit meskipun diluar banyak orang antri untuk melakukan pemeriksaan rutin. Jujur, kami merasa puas dengan pelayanan dokter Yogi tersebut, apalagi beliau berasal dari Bandung yang notabene kota kedua setelah Bekasi yang menjadi kota tempat ayah bunda menimba ilmu dahulu.

Bicara tentang ngidam, sepertinya dirimu tidak terlalu berlebihan. Tidak seperti hamil kakak mu dahulu. Ayah harus rela bolak balik menutup pintu dapur untuk menghalau bau tak sedap dari nenek mu ketika menanak nasi. Begitupun dalam keseharian mu, bunda masih bisa beraktivitas seperti biasa untuk mengajar. Padahal ketika hamil kakak mu, bunda tidak pernah beranjak dari tempat tidur selama beberapa bulan karena bau tak sedap dan mual yang tak berkesudahan.

Dirimu Saat Usia 13 Minggu

Dirimu Saat Usia 13 Minggu

Tepat usia kandunganmu 13 minggu kami melakukan USG untuk melihat bagaimana perkembanganmu dan mencegah sesuatu yang tidak kami inginkan terjadi. Di fhoto tersebut kamu nampak sehat, hanya saja kami belum bisa mengetahui jenis kelaminmu. Tak apalah fikir kami, melihatmu sehat dan normal saja sudah membuat hati kami bertiga cukup senang. Kamu tahu tidak, saat itu kakak mu berdo’a supaya dirimu adalah perempuan sama seperti dirinya agar kelak dirinya ada teman untuk main masak-masakan. Ah, ada-ada saja kakak mu ini…

Sedikit yang membuat kami agak khawatir adalah ketika seorang bidan memeriksakan detak jantungmu. Butuh sekitar 1 bulan lebih untuk mengetahui detak jantungmu. Kami tidak mengerti mengapa ketika diperiksa, detak jantungmu tidak terdengar. Apakah ada sesuatu ketika itu atau kamu memang sengaja menyembunyikan jantungmu sehingga kami harus bersusah payah untuk mencarinya. Alhamdulillah, karena merasa penasaran kami pun melakukan USG yang kedua untuk memastikan keadaanmu baik-baik saja. Dan ternyata memang keadaanmu baik-baik saja. Amien ya Rabb…

Dan jika berbicara tentang kelahiranmu, setelah bunda harus menahan sakit sejak pukul 23.00 malam maka dengan tergesa-gesa ayah menelpon abah untuk mengantarmu ke rumah sakit pada jam jam 03.00 pagi. Dan ternyata, setelah sampai dirumah sakit baru bukaan 3. Masih butuh beberapa saat lagi untuk menanti kelahiranmu. Bisa kamu bayangkan, betapa sakitnya bunda yang harus menahan sakit sejak jam 11 malam kemarin. Dan sumpah, ayah tak bisa tidur mendampingi bunda yang terbaring lemah menahan sakit di ruang ICU. Baru setelah jam 06.00 pagi, bidan Eka dan bidan Yuyun membawa bunda ke kamar bersalin hingga menunggu kehadiran dokter. Tak terhitung berapa kali kami beristighfar memuji kehadirat Allah SWT untuk proses persalinanmu. Dan tepat jam 09.00 lewat, air ketuban dalam kandungan bunda pecah yang mengakibatkan seiisi ruangan terkena. Apakah sudah selesai, ternyata belum sayang… Bunda harus menahan sakit selama 2,5 jam lagi baru setelah itu dirimu lahir ke dunia.

Dirimu lahir pada hari rabu 11 November 2014 tepat pada jam 11.30 dengan kulit putih mulus dan mata sipit mirip seperti bunda mu. Hanya saja raut wajahmu bulat seperti wajah bibi mu yang kini sedang bersekolah disalah satu pesantren tahfidz di Bogor. Dirimu lahir dengan berat 3,4 Kg dan panjang 49 cm dan terlihat begitu sehat. Tak lupa ayah lantuntan adzan dan iqamah di kedua telingamu setelah kamu seleasai dimandikan.

Tak perlu banyak perdebatan ketika kami sepakat memberikanmu nama “RE. Dixizetha Ayesha Ainur Rahmat” yang berarti Bunga mawar yang cantik dan kuat serta tetap bersinar seperti bunda Aisah istri Rasul. Ya, semuanya karena pemberian nama kakak mu dahulu ayah dan bunda telah berjuang habis-habisan untuk tetap menamakannya RE. Rinjani Permata Hati Rahmat yang terus di Complaint oleh eyang kangkung dan kakek nenekmu.

Minal milad Ayesha…
Semoga saja kamu akan menjadi wanita cantik dan shalehah seperti Aisah….

~RTM
06-11-2015

Ternyata Dunia Ini Sempit

Dunia atau dalam hal ini planet bumi memiliki luas seluruhnya 510.072.000 km². Luas daratan 148.940.000 km² (29,2 %), sedangkan luas perairan  yaitu 361.132.000 km²  (70,8 %). Menurut wikipedia, massa bumi adalah sekitar 5,98×1024 kg. Komposisi Bumi sebagian besarnya terdiri dari besi (32,1%), Oksigen (30,1%), Silikon (15,1%), magnesium (13,9%), belerang (2,9%), nikel (1,8%), kalsium (1,5%), dan aluminium (1,4%); sisanya terdiri dari unsur-unsur lainnya (1,2%). Akibat segregasi massa, bagian inti Bumi diyakini mengandung besi (88,8%), dan sejumlah kecil nikel (5,8%), belerang (4,5%), dan kurang dari 1% unsur-unsur lainnya.

Bisa dibayangkan dengan luas permukaan yang begitu besar, maka kemungkinan besar jika kita tidak akan saling mengenal satu sama lain adalah sebuah hal yang cukup masuk akal. Akan tetapi apa jadinya jika orang yang baru kita kenal tersebut adalah temannya dari teman kita sendiri. Situasi di mana saya terkadang tidak mengerti kenapa si ini kenal si itu, terus si itu kenal si anu. Eh si anu juga ternyata temannya si ini. Ya ilah, ternyata dunia ini sempit amat ya? Semuanya bisa sama-sama saling kenal kaya gini.

Ya begitulah kejadian seperti ini sering sekali dialami oleh kita yang makin hari bikin dunia makin berasa beneran selebar daun kelor. Terus mengapa kejadiannya bisa seperti ini? Apanya yang salah?

  • Apakah kita yang tidak berkembang – mainnya cuma sama yang itu-itu aja? atau
  • Apakah kita malah kelewat gaul dan terlalu populer hingga semua orang kenal kita? Atau
  • Eranya media sosial, sehingga tidak heran jika mutual friends seseorang jadi makin banyak? Atau
  • Atau sesuatu yang lain?

Semuanya bisa saja terjadi, bisa jadi…

Setelah berkenalan dan berbincang-bincang beberapa saat, terkadang kita menemukan bahwa kita dengan orang yang baru kita kenal tersebut ternyata sama-sama mengenal seorang teman yang sama. Selanjutnya kita biasanya mengatakan, “…memang dunia ini kecil.” Pengalaman ini membawa kita kepada apa yang disebut sebagai fenomena dunia kecil (small world phenomenon).

Tapi jauh sebelum era social media seperti facebook, Linkedin, twitter dan semuanya bisa seperti sekarang ini, ternyata ada sebuah teori yang menjelaskan tentang fenomena ini. Teori itu bernama Six Degrees of Separation. Menurut wikipedia juga teori Six Degrees of Separation adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa setiap manusia di bumi memiliki hubungan dengan manusia lainnya, yang hanya terpisah sejauh 6 orang. Dengan kata lain, dua orang yang tidak saling kenal di dunia ini dapat dihubungkan satu sama lain melalui (rata-rata) 6 pihak.

Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Frigyes Karinthy, cerpenis tahun 1929 dalam cerpennya yang berjudul Chains (dalam kumpulan cerpen Everything is Different). Semenjak teori tersebut dicetuskan, banyak dari orang-orang yang penasaran dan ingin membuktikan teori tersebut. Salah satu orang yang melakukannya adalah Stanley Milgram, seorang pakar psikologi sosial Amerika yang bereksperimen lewat sebuah penelitian berjudul Small World Problem pada tahun 1967 di Universitas Harvard.

Milgram membuat penelitian dengan mengirimkan paket kepada 160 orang yang tinggal di Omaha, Nebraska dimana pada paket tersebut tertulis nama seorang pialang saham yang tinggal di Boston. Orang yang menerima paket diminta mencantumkan namanya, kemudian mengirimkan paket tersebut kepada kenalannya yang dianggap mengenal/lebih dekat dengan si pialang saham/penerima. Intinya nggak langsung dikirim ke alamat si penerima, kecuali bener-bener kenal banget. Milgram kemudian mencatat jumlah perpindahan paket, dan menemukan bahwa dari seluruh paket yang sampai ke tujuan, rata-rata hanya dibutuhkan enam kali pengiriman atau 5 orang yang jadi penghubung. Dari sinilah Milgram berkesimpulan bahwa semua orang di dunia hanya terpisah sejauh enam tingkat (six degrees of separation).

Kemudian pada tahun 2001, Duncan Watts, seorang profesor di Columbia University, mengulangi percobaan Milgram di Internet. Dia menggunakan surat elektronik dengan 48.000 pengirim dan 19 target. Ditemukan bahwa jumlah rata-rata adalah perantara sekitar enam. Hasil yang lebih baru 6,6 derajat rata-rata diperoleh oleh para peneliti Microsoft baru-baru ini setelah memeriksa 30 miliar pesan elektronik. Six Degrees of Separation populer setelah jadi judul film karya John Guare tahun 1993.

Bahkan seorang aktor bernama Kevin Bacon juga pernah membuktikan teori “Six Degrees of Separation”. Bacon mengklaim bahwa ia pernah bekerja dengan semua orang Hollywood di sepanjang karirnya. Melalui klaim inilah muncul sebuah permainan trivia yang bernama “Six Degrees Of Kevin Bacon” atau “The Kevin Bacon Game”, yang muncul pada tahun 2007

Nah fenomena “six degrees of separation” juga saya alami beberapa kali, seperti kejadian ketika saya di lokasi Tambang Melak Kutai Barat Kalimantan Timur dan terakhir adalah kejadian di gedung CIMB Lippo Cikarang. Anehnya kejadian yang terakhir ini adalah kejadian yang cukup unik. Bagaimana tidak, ketika melakukan wawancara kerja sang user bertanya tentang asal kampus S1 saya. Dengan jawaban yang cukup singkat saya jawab : “UNPAS”. Dan ternyata, beliau pernah mempunyai beberapa kawan-kawan dari kampus saya. Disebutkanlah beberapa orang, Si A tapi beliau tidak tahu angkatan berapa hanya saja seusia saya. Tidak lama saya sebutkan bama panjangnya, dan ternyata beliau mengiyakan. Saya sebut lagi satu persatu Si B dan Si C. Ternyata betul juga, astaga semuanya bukan hanya kawan satu angkatan saya akan tetapi mereka adalah kawan-kawan saya satu kost selama menimba ilmu di Mesin Unpas.

Hahaha, “Ternyata dunia ini sempit ya….!!! “

Sumber :
1. Sini
2. Sini

3. Sini

~RTM
02-11-2015

2 Tahun Ngeblog

Sudah dipenghujung bulan maret lagi, berarti genap 2 tahun saya ngeblog di sini. Menuliskan berbagai cerita serta pengalaman selama setahun ke belakang dan berbagi pengalaman mengarungi kehidupan. Blog ini merupakan sarana saya untuk belajar, belajar dan belajar untuk menulis. Cukuplah saja saya mengingat, bahwa dengan ngeblog mungkin menjadi salah satu cara saya untuk meninggalkan jejak bagi saya mengarungi kehidupan ini. Meski semuanya masih jauh dari kesempurnaan, saya tetap berharap bahwa kedepannya masih tetap bisa menulis.

Dirgahayu RTB

Dirgahayu RTB

Tulisan-tulisan saya mewakili perasaan hati saja serta menjadi cara ampuh bagi saya sebagai pengobat lupa. Karena sudah sifat manusia yang pelupa sehingga saya menuliskannya, karena itu cara ampuh untuk mengingatnya dan membuatnya abadi.

Semoga saja saya bisa tetap menulis dan berbagi…

~RTM
28-03-2015