Nasib Pekerja Tambang Jika Perusahaan Tutup

Ilustrasi pekerja tambang

Ilustrasi pekerja tambang

Terinspirasi dari pertanyaan salah seorang teman di fb mas Ibra Rodes, tentang bagaimana kelak nasib dari seorang pekerja tambang jika bahan yang ditambang sudah habis? Tentunya perusahaan akan melakukan efisiensi besar-besaran untuk memangkas pengeluaran perusahaan. Sebenarnya, saya agak sedikit kerepotan untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena aslinya saya bukanlah seorang yang mengerti tentang legal. Saya hanyalah bekas seorang pekerja tambang yang pernah merasakan bagaimana situasi di area tambang saat tambang tersebut berhenti beroperasi dan bahkan hingga tutup.

Pada umumnya, perusahaan akan melakukan pemberitahuan pada karyawan tentang masa kontrak perusahaan. Sejak awal bekerja, seorang karyawan akan diberikan pengetahuan mengenai jangka waktu izin beroperasi perusahaan di Indonesia. Jadi, karyawan bisa bersiap-siap atau setidaknya tahu konsekuensi bahwa perusahaan tempatnya bekerja punya waktu beroperasi yang terbatas.

Bagi perusahaan yang baik, mereka tidak akan mem-PHK karyawan secara tiba-tiba. Beberapa saat sebelum kontrak izin operasi di Indonesia usai, mereka akan kembali melakukan pemberitahuan pada karyawan. Proses PHK juga dilakukan secara benar sesuai prosedur hukum. Biasanya, karyawan akan diberikan surat keterangan mengenai alasan mereka di-PHK. Surat ini dapat digunakan sebagai bukti bahwa alasan PHK bukan berada di pihak karyawan.

Salah satu contoh dari kasus perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia dan akan habis kontraknya adalah perusahaan tambang Chevron di Kalimantan Timur. Kontrak kerja perusahaan ini dengan Pemerintah Indonesia dalam penggarapan proyek Blok East Kalimantan, akan habis pada tahun 2018 dan memutuskan tidak akan diperpanjang.

Seperti dilansir dari situs berita dan riset Katadata, pihak Chevron mengatakan akan mempertahankan sejumlah karyawan untuk bekerja di proyek tambang milik Chevron di wilayah Indonesia lain. Sedangkan mereka yang tidak dipindahkan di tambang lain, akan menerima PHK disertai kompensasi sesuai dengan perjanjian kerja. Sedangkan aset Blok East Kalimantan akan dikembalikan oleh Chevron ke pemerintah Indonesia.

Di samping itu, pihak Manajemen Chevron yakin kontraktor baru yang akan melanjutkan pengelolaan Blok East Kalimantan akan membutuhkan orang yang berpengalaman untuk menjalankan operasionalnya. Pernyataan ini diperkuat oleh ungkapan Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono. Ia menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari berakhirnya kontrak ini, karena siapapun kontraktornya, kebutuhan akan tenaga kerja tetap sama.

Melihat dalam sudut pandang recruiter perusahaan, Rinanti Nur Hapsari, HRD Manager ECC UGM, menyebutkan bahwa PHK dengan alasan di atas sebenarnya bukan merupakan suatu riwayat karir yang buruk. PHK dilakukan semata-mata murni karena perusahaan tempat bekerja dulu tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya. Maka saat orang tersebut kembali melamar pekerjaan, alasan ia di-PHK tidak akan mempengaruhi hasil nilai tes rekrutmennya.

Jika perusahaan asing tersebut tidak lagi mempertahankan karyawannya karena tidak punya cabang atau proyek lain di Indonesia, PHK memang jalan yang harus ditempuh. Namun, tak perlu khawatir, catatan PHK karena hal ini tidak akan menodai perjalanan karir karyawan. Selain itu, perusahaan biasanya akan memberitahukan pada karyawan jauh hari sebelum kontrak berakhir agar karyawan bisa bersiap membidik karir yang baru.

Jadi, tidak usah khawatir bagi kalian yang ingin berkarir di dunia pertambangan, karena semuanya sudah tercantum dengan jelas. Meskipun terkadang ada beberapa perusahaan nakal yang tidak transparan tentang hal tersebut. Pintar-pintarlah dalam mencari pekerjaan di perusahaan tambang, jika anda tidak ingin nasib anda menjadi tidak jelas.

Sumber : sini

~RTM
09-01-17

Untuk kesembuhan abah

Abah! Abah! Abah! Abah jangan pergi..! ” Abah harus kuat, Jangan pernah menyerah melawan penyakit yang kau derita..! Kami di sini selalu bersama mu.
Antara sadar dan tidak beliau bersandar di pundak ku, raut wajahnya pucat, kepala nya sudah tak bisa tegak karena sakit yang teramat sangat.

syafakallah-1
Berulang kali kata tersebut terlontar dari bibirku, membelah keheningan  sepertiga malam. Tak banyak yang bisa ku lakukan, hanya berusaha semampuku untuk tetap terjaga bersama nya. Berulang kali pula dia berdiri untuk meredakan sakit yang tak kunjung usai. Biasanya sakit nya akan hilang setelah beberapa lama. Biasanya setelah (maaf) sendawa, perut nya akan sedikit membaik. Tapi kali ini, sakitnya tak kunjung mereda. Bahkan malah semakin menjadi.

Setelah melalui beberapa perdebatan, akhirnya kami bawa si abah menuju rumah sakit terdekat. Meski waktu sudah menunjukan jam 01:00 malam, kami tetap membawanya dengan kondisi berdiri di atas bak pick up. Bukannya tega, jika beliau didudukan didalam mobil maka sakitya bertambah parah. Alhasil, kami harus membawanya dengan cara seperti itu.

Alhamdulillah, setelah mendapatkan perawatan yang intensif selama beberapa hari beliau diizinkan untuk pulang dan hanya melakukan check up seminggu sekali. Itupun dengan santai nya si dokter spesialis mengatakan kalau tidak perlu lagi ke rumah sakit, cukup ke puskemas atau klinik terdekat saja untuk membeli obat nya yang kurang.

Allah SWT memberikan ujian berupa sakit kepada setiap manusia, baik itu sakit yang ringan ataupun yang berat atau sakit fisik maupun sakit emosi. Sekiranya sakit tersebut menimpa  keluarga kita, maka amatlah penting untuk kita mengetahui cara menjaga atau mengurus orang yang sedang sakit ini. Ujian sakit yang Allah berikan adalah untuk menyucikan dosa serta mengangkat derajat seseorang dan sekaligus menjanjikan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu orang menjaga ataupun yang datang menjenguk orang yang sakit perlu memberikan kata-kata yang bisa merangsang si penderita agar sentiasa berprasangka baik terhadap Allah SWT.

Setiap ujian sakit dari Allah adalah untuk memberikan keampunan terhadap dosa yang telah dilakukan dan mengembalikan hamba kepada sang Pencipta, yaitu kembali ke jalan yang benar. Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Baqarah, ayat 156 :

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya : (Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: “Sesungguhnya Kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami kembali.”

Kini setelah hampir 1 bulan beliau keluar dari rumah sakit, sakit pada bagian perutnya mulai terasa lagi. Aneh memang ketika pagi ini kami bawa ke RS. Harapan Kita, beliau dinyatakan terkena gejala pembengkakan jantung. Masya allah, cobaan berat apalagi yang harus kami hadapi setelah hampir 2 tahun si abah di dera penyakit.

Adalah hal yang sangat tidak mudah bagi siapapun untuk belajar dan menerima bahwa ada anggota keluarganya yang sakit parah. Begitupun dengan keluarga kami, meski si abah tetap tegar menghadapi nya. Kami hanya bisa berpasrah dan berdo’a serta tetap berusaha untuk kesembuhannya…

~RTM
29 08 16

Ternyata, Ada Juga Razia Di Lokasi Tambang

Sambil mengisi waktu senggang setelah berjibaku lebih dari beberapa bulan mengais rejeki serta sambil sedikit demi sedikit menyapu beberapa comment dari blog yang belum sempat di jawab, alangkah baiknya untuk sedikit berbagi pengalaman kepada rekan-rekan yang ingin mengabdikan diri bekerja dan berkarir di perusahaan pertambangan. Bukan kah berbagi itu indah ? Meski tulisan ini sudah lawas dan saat ini pun saya sudah beralih profesi menjadi pekerja kantoran lagi, semoga isi nya masih bermanfaat untuk para pembaca.

APD Pekerja Tambang

APD Pekerja Tambang

Tugas Non Destructive Test (NDT) untuk pekerjaan Mandatory dump truck EH-3500 ACII sudah hampir selesai, tinggal menunggu saja untuk moving lagi ke site lain di Batu Kajang Kalimantan Timur. Alhamdulillah, hingga pekerjaan ini selesai saya masih diberikan kesehatan dan keselamatan kerja. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya tentang apa itu Safety induction dan beberapa kali tentang Standar kerja bagi para pekerja tambang, kali ini pun saya akan tulis sebuah pengalaman menarik seputar aktivitas ditambang.

Pagi itu, cuaca cukup dingin sehingga beberapa pekerja mungkin akan enggan beranjak dari tempat tidur. Maklum, sehari ini Kalimantan selatan dilanda hujan yang cukup lebat dan kondisi asap akibat pembakaran lahan gambut juga cukup mengganggu di hari itu. Kebetulan saya bangun dari tidur pukul 04:23 pagi, karena malam tadi saya tidur lebih cepat. Selesai showan dengan yang Maha agung, saya lanjutkan untuk sarapan pagi di camp. Beruntung pagi itu camp cukup lengang, maklum masih terlalu pagi untuk memulai aktivitas. Segelas susu tawar ukuran 300 ml sudah selesai saya tenggak, begitu pula dengan dua buah roti tawar dilapisi selai nanas sudah melenggang ke dalam perut. Tetapi kenapa suasana masih sama, sepi. Entah apa yang terjadi ditambang, biasanya jam segini para pekerja sudah mulai berlalu lalang.

Sesekali saya tengokan kepala ke ara belakang, mungkin ada pekerja yang saya kenali. Ya, “lokasi tambang memang tak selebar daun kelor”. Artinya, orang yang dilokasi tambang adalah orang itu-itu saja. Jadi, saya punya pengalaman, saya kebetulan akrab dengan salah satu perusahaan blasting (bahan peledak) dan kebetulan bertemu di Melak – Kutai Barat Kaltim karena selalu makan bersama satu meja selama hampir sebulan lebih. Selang beberapa tahun saya tidak bertemu dengannya, akhirnya diakhir penghujung 2013 lalu saya bertemu kembali dengannya di Site Senakin Kalsel, tentunya dengan seragam yang sudah berganti pula. Begitulah tambang, para pemainnya hanya itu-itu saja.

Beruntung kali ini saya bertemu dengan orang yang saya kenal ketika tugas di Vale Sorowako, Sulawesi Selatan. Saya lambaikan tangan kepada nya, kemudian saya tanyakan tentang apa yang terjadi pagi ini. Mengapa camp kelihatannya sepi sekali ? Sambil berbisik dia berkata, “Ada razia safety di akses pintu masuk, oleh karena itu sebagian besar bus jemputan dan mobil kecil tertahan di gate masuk”. Oalah, ternyata hal itu yang menyebabkan sebagian besar pekerja sibuk melengkapi diri agar tidak ditangkap karena lupa membawa Mine permit (Izin masuk area pertambangan), APD (Alat Pelindung Diri) serta kelengkapan lain seperti lupa mengisi form P2H (Prosedur Pemeriksaan Harian) dari kendaraan operasional, serta beberapa lampu kendaraan yang sudah tidak beroperasi sebagaimana mestinya.

Razia bagi para pekerja tambang dilakukan secara random, dengan harapan bisa meminimalisasi angka kecelakaan kerja. Konsekuensi nya cukup berat bagi mereka yang melanggar. Mulai dari peringatan verbal, hingga pengusiran dari lokasi pertambangan bagi mereka yang melanggar cukup berat. Contoh pelanggaran berat yang dapat mengakibatkan kita di usir dari lokasi pertambangan adalah sebagai berikut :

  1. Mengoperasikan unit tanpa ada SIMPER (Surat izin Mengendarai Mobil Perusahaan).
  2. Tidak Memakai Safety belt saat berkendara baik bagi pengemudi maupun penumpang.
  3. Menggunakan Handphone ketika berkendara.
  4. Tidak memasang gembok dan danger tag ketika melakukan maintenance unit.
  5. Merokok didalam kabin kendaraan operasional.
  6. Mengerjakan pekerjaan yang bukan bidang nya.
  7.  dll.

Begitulah, memang sedikit agak keras bagi yang merasa baru bekerja di dunia pertambangan. Akan tetapi, semuanya demi kebaikan bersama dan untuk kesejahteraan bersama. Kecelakaan kerja tentu saja merupakan masalah yang besar bagi kelangsungan suatu operasional pertambangan. Kerugian yang akan diderita tidak hanya berupa kerugian materi, namun lebih dari itu adalah timbulnya korban jiwa. Kehilangan sumber daya manusia merupakan kerugian yang sangat besar karena manusia adalah satu-satunya sumberdaya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun. Tentunya kita tidak ingin kecelakaan berat dan fatality (meninggal dunia) sampai terjadi di lingkungan kerja kita. Kalau untuk urusan si pekerja yang mengalami nya, mungkin sudah selesai hingga di situ saja. Tapi bagaimana dengan nasib mereka yang ditinggalkan ? bagaimana dengan kelangsungan biaya hidup mereka ? Alangkah bijaksana nya jika kita bekerja dengan aman, kapan pun dan dimana pun !

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Apalagi untuk point no.1, hal tersebut sudah menjadi fatwa wajib bagi semua area pertambangan. Tidak ada kata ampun untuk para pelanggar aturan. Cukup dengan satu kata singkat untuk memulai bekerja di dunia keras pertambangan “TAKE IT or LEAVE IT ..!”.

Semoga bermanfaat ….!!!

~RTM
-03-2015

Tak Selesai Lagi

Wah, sudah dipenghujung bulan lagi nih. Alih-alih target bisa setiap hari nulis, malah sekarang sepertinya 1 bulan 1 tulisan. Itupun target nya biar blog gak ditumbuhin lumut aja….
Sibuk, alasan klasik yang selalu dilontarkan disetiap awal menulis. Meski sebenernya memang sungguh padat jadwal dikehidupan nyata. Agenda pemberian kantor sepertinya sudah penuh, belum lagi jadwal sama nyonya Rahmat di rumah. Ditambah agenda kecil si Rinjani dan Zetha yang meskipun sedikit tetap butuh waktu saya.

Begitulah setiap kali mata ini terbuka dari tidur malam, selalu saja tumpukan jadwal sudah menunggu. Begitupun hari ini baru saja beberapa kalimat ditulis, sudah ada panggilan untuk segera pergi lagi…

Tak terselesaikan lagi, tulisan kali ini…
Mungkin besok, atau lusa…

~RTM
30-03-2016

Kado Cinta Untuk Istriku

BundaHari ini, 09 September 2015 tepat hari ulang tahun istriku tercinta, Enar Sunarsih. Pada usianya yang ke-35, ibu dari dua orang anak lulusan Universitas Islam ’45 Bekasi dan Universitas Islam Assafi’iyah Jakarta ini masih tetap semangat menjalankan aktivitasnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan seorang guru di salah satu instansi pendidikan di Cikarang.

Sedikit bercerita tentang istriku, dia adalah manusia segala medan. Tangguh dan handal di setiap keadaaan dan selalu saja bisa diandalkan. Pertama kali kami bertemu disalah satu acara ulang tahun sepupu ku di tahun 1997. Saat itu usia ku masih 18 tahun, dan masih duduk dibangku sekolah menengah kejuruan di Jakarta. Gaya nya yang khas tipikal wanita shalehah terpancar dari cara berdandan nya yang sangat sederhana. Sedikit pemalu dan sedikit bicara menjadi satu hal yang menjadi daya tarik ketika itu.

Singkat kata barulah ketika dibulan Mei 1998 saat aku menjadi salah satu mahasiswa di kota Bandung, dia mengantarkan kepergianku di terminal Cikarang dan semenjak itu kami secara intensif melakukan interaksi. Hubungan kami semakin mengarah ke jenjang serius, apalagi ketika dirinya mengikuti jejak ku untuk melanjutkan kuliah di jurusan Hubungan Internasional di kampus yang sama. Meski sama-sama di Bandung, kami jarang sekali bertemu. Mungkin karena sama-sama sibuk atau aku adalah orang yang super cuek. Bahkan ketika beliau OSPEK di kampus, aku malah sibuk jadi panitia OSPEK dan tidak memperdulikannya. Barangkali karena alasan tersebutlah di tahun 1999 kami harus putus.

Barulah di awal tahun 2000-an, seiring dengan bertambah dewasa nya kami akhirnya kami memutuskan untuk kembali memadu kasih. Pasang surut hubungan diantara kami menjadikan kami lebih dewasa, hingga pada akhirnya kami harus terpisah kembali karena dirinya memutuskan untuk berhenti kuliah dan memilih meneruskan kuliah di tanah kelahirannya. Semangatnya dalam melanjutkan pendidikan membuatku tidak segan untuk mengacungkan empat jempol untuknya. Disela padatnya jadwal kerja yang mengharuskan dirinya masuk malam, hingga kuliah dari pagi hingga tengah hari membuat dirinya sempat drop dan memutuskan hendak berhenti saja. Ditambah lagi kebiasaanku yang sering keluar masuk gunung dan hutan, seakan meracuni dirinya untuk ikut hobby ku tersebut. Semakin komplit lah kesibukannya menjadi seorang pekerja, mahasiswa dan pecinta alam.

Hingga akhirnya pada tanggal 11 Juni 2005 kami putuskan untuk melegalkan hubungan kami menuju ke jenjang pernikahan. Saat itu usia kami 25 tahun dan sudah berpacaran selama hampir 8 tahun. Alhamdulillah, resepsi pernikahan kami merupakan sebuah acara yang cukup menyita perhatian di kampung. Maklum saja, resepsi pernikahan kami memang sedikit unik dan berbeda seperti biasanya. Proses ngebesan dari pihak ku membawa hampir seluruh keluarga besarku yang berjumlah lebih kurang 300 orang dengan 20 kendaraan pribadi dan ditambah motor. Belum lagi ditambah kawan-kawan seperjuangan ku di KPA RANTING dan teman satu tongkrongan. Alhasil, semua tenda yang berjumlah 7 lokal penuh sesak dan hidangan di meja tamu ludes dalam waktu sekejap. Begitulah suasana resepsi pernikahan dikeluarga Betawi Cikarang. Jadi jika nanti kawan-kawan mendapatkan menantu pria dari Cikarang, persiapkan saja tempat yang luas dan hidangan yang cukup untuk mereka yang datang. 😀

Tidak menunggu lama setelah resepsi pernikahan kami, tepat 1 bulan setelahnya dirinya hamil. Alhamdulillah, Allah mempercayaiku untuk memiliki keturunan darinya. Ditengah hamil muda saat usia kandungan istriku baru 2 bulan, dirinya harus melaksanakan KKN disebuah desa di kabupaten Garut. Ada perasaan was-was, karena harus melepas dirinya pergi sendirian. Apalagi saat hendak pergi dirinya (maaf) muntah di dalam bus kota, yang membuat seisi bus penuh dengan air ludahnya. Tapi dirinya tetap semangat, hingga akhirnya dirinya kembali dengan selamat dan menyelesaikan tugas KKN nya.

Hal lain yang paling kusukai dari istriku tercinta adalah kesederhanaan sebagai seorang istri dan wanita. Ya, istriku ini jarang memakai make-up karena aku pun memang tak pernah membelikannya. Meski begitu, dirinya terlihat jauh lebih cantik dan alami dibandingkan banyak wanita dengan make-up profesional sekalipun. Kesederhanaan lain juga terlihat dari barang-barang yang dibeli tidak lebih dari yang sekedar dibutuhkan. Tas seadanya, sepatu seadanya, pakaian juga seadanya. Kesederhanaan inilah yang membuatku terkesan meskipun dia sebenarnya bisa saja menuntut haknya sebagai seorang istri untuk dibelikan ini dan itu ketika dulu masih banyak rejeki ketika diriku bekerja di Kalimantan. Seorang istri yang bisa diajak hidup susah tapi juga tidak menolak diajak hidup enak. Bahkan ketika harus kutinggalkan selama 3 tahun merantau di negeri seberang, dirinya tak pernah mengeluh karena harus membesarkan putri kami seorang diri.

Atas kecintaan dan kekaguman tersebutlah aku membuat tulisan kecil ini. Semoga tulisan ini akan menjadi kado yang istimewa dibandingkan kado-kado lainnya di hari yang indah ini. Teriring doaku untuk istriku tercinta : Semoga Allah memberikan keberkahan pada usia yang telah diberikan kepadanya, maupun sisa usia yang masih akan dijalaninya. Semoga Allah memudahkannya untuk belajar sabar dan mengambil pelajaran yang banyak dalam mendidik kedua putri kami, melayani suami yang suka minta dirinya serta menjalani suka duka kehidupan. Semoga istriku dapat mengatur waktu lebih baik untuk berbagai aktivitasnya. Selamat Ulang Tahun istriku sayang, semoga Allah menguatkan cinta diantara kita untuk meraih cinta-Nya.

~RTM
09-09-2015

Jangan Pernah Minum Air Kalimantan Mat….

“Makanya jangan minum air Tanjung mat, biar gak kembali ke Kal-sel….!!!”

Itulah kalimat pertama yang dilontarkan salah satu teman akrab saya ketika menjejakan kaki ini ditanah Kalimantan Selatan lagi. Ya, ucapan tersebut memang menjadi salah satu kata “ajaib” bagi kami para pekerja tambang. Barang siapa yang telah meminum air Kalimantan, niscaya mereka akan kembali lagi ke pulau ini meskipun mereka telah meninggalkan pulau ini untuk beberapa lama. Entah mitos atau fakta, yang pastinya saya tetap tidak mempercayai hal tersebut. Karena menurut hemat saya, karena saya bekerja diperusahaan tambang tentunya tak menutup kemungkinan untuk melakukan pekerjaan di pulau ini lagi meski hanya untuk beberapa saat lagi. Seperti itulah keadaannya seperti yang pernah saya tuliskan diblog ini dahulu.

APD Pekerja Tambang

APD Pekerja Tambang

Kali ini saya juga mesti melakukan perjalanan dinas untuk beberapa saat ke site PT Adaro Indonesia di kabupaten Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan. Entah memang kebetulan atau apalah, ternyata saya harus memback-up pekerjaan teman saya yang harus melakukan cuti project selama dua minggu. Ternyata pekerjaan ini adalah pekerjaan yang saya tinggalkan dahulu ketika hendak mengambil magister saya. May 2013 saya mulai membuka proyek Mandatory Dump Truck Hitachi EH3500 ACII sebanyak 17 unit, dan baru genap satu unit selesai saya kerjakan akhirnya saya tinggal karena jadwal kuliah tidak memungkinkan untuk berada di Kalimantan. Nah sekarang May 2015, ternyata saya juga harus kembali menyelesaikan proyek ini. Ternyata unit ini adalah unit terakhir yang mesti saya lakukan pengecekan. Betul-betul sebuah kebetulan yang tidak direncanakan.

Kembali saya harus dihadapkan oleh berbagai macam peraturan tambang yang telah saya tinggalkan selama 2 tahun ke belakang ini. Mulai dari medical check up hingga harus melakukan safety induction lagi. Ya, melakukan safety induction yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Bagaimana tidak, saya mesti masuk kelas selama sehari penuh lalu melakukan post test tentang aturan keselamatan bagi pekerja tambang. Belum lagi berbagai peraturan sang owner dan selama saya berada di site saya harus selalu patuh dan tunduk pada aturan yang telah ditetapkan oleh sang pemilik lahan yaitu PT Adaro. Meskipun sangat menguras tenaga dan pikiran, saya tetap semangat menjalaninya. Karena jika tidak, tentunya saya tidak lulus sehingga tidak bisa bekerja di tambang.

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

ID Card Untuk Masuk Area Pertambangan

Beruntung kali ini safety officer pembawa materi nya  sangat bagus, sehingga saya bisa mengikuti dengan penuh dan saat melakukan post test hanya sekali saja dan langsung mendapatkan mine permit. Mine permit adalah sebuah kartu pengenal yang harus selalu ada dan dibawa ketika kita akan melakukan pekerjaan di dalam tambang. Jika tidak, jangan harap untuk bisa melakukan pekerjaan di tambang. Sanksi nya cukup berat jika kita tidak membawa, karena akan langsung mendapat 2 lubang di kartu tersebut. Sedangkan jumlah total lubang dikartu tersebut adalah 6 lubang. Jika mendapat 6 lubang, otomatis kita harus keluar dari tambang dan tidak boleh kembali ke tambang tersebut selama beberapa tahun. Bayangkan beberapa tahun….? Mau kerja di mana lagi kita…? Untuk itulah, seorang pekerja tambang harus selalu patuh dan mentaati peraturan.

Accident in Pit Area

Accident in Pit Area

Apalagi untuk sang operator. Jangan coba-coba untuk mengoperasikan unit jika kita tidak membawa mine permit atau tidak ada izin di mine permit tersebut. Bisa-bisa langsung lubang 6 dan tidak bisa bekerja selama 5 tahun di tambang tersebut. Untuk itulah para pengendara LV (light vehicle), DT (Dump Truck), HE (Heavy equipment) dan semua alat bergerak harus memiliki izin operasional. itu baru untuk izin, belum lagi peraturan berlalu-lintas nya. Jika ada tanda “STOP” jangan coba-coba untuk melanggar, karena bisa langsung terkena beberapa lubang. Yang lebih parah jika kita tidak menggunakan “Safety belt” makan akan terkena sanksi beberapa lubang. Bukan hanya yang melanggar yang akan kena sanksi, si pengendara dan kawan-kawan kita yang ada didalam mobil tersebut akan terkena sanksi yang sama juga. Nah jadi “KESELAMATAN KAMU ADALAH TANGGUNG JAWABKU…!”. Oleh karena itu, ada anekdot yang cukup menggelitik “Jika aturan berlalu lintas ditambang diterapkan di jalan raya, tentunya keselamatan pengguna jalan akan lebih baik”. Begitulah kira-kira yang terjadi area kerja tambang.

~RTM
09-05-2015
Tanjung Tabalong Kal-Sel

 

Elisya dan Anemia Aplastik

Mungkin ada dermawan yang berbaik hati mau menolong Elisya yang menderita Anemia Aplastik bisa langsung menghubungi kontka berikut: Contact Person: Muhamad Rizki Ramdani HP: 082240 449871 Facebook : Muhammad Rizki Ramdani Ziwanztone Twitter : @RZiwanztone Email : iky.ziwanztone@gmail.com

santistory

Gadis cilik itu bernama Elisya Agustin Indallah. Biasa dipanggil Elisya. Hari ini sudah hampir 2 bulan gadis manis itu meninggalkan teman-teman bermainnya dan bangku sekolahnya di kelas 4 SD Negeri Cisarua Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan  di Bandung. Tepatnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Saya sendiri mulai mengenal Elisya lewat komunitas volunteering saya @Blood4LifeID.  Saat itu ada permintaaan darah AB+ yang cukup banyak dan terus menerus. Setelah menghubungi pendamping pasien, kakak Elisya yang bernama Rizki, akhirnya diperoleh informasi bahwa Elisya menderita Anemia Aplastik.  Menurut Wikipedia, Anemia Aplastik adalah suatu kondisi di mana sumsum tulang tidak lagi bisa memproduksi sel darah baru.

Screenshot_2015-03-17-13-33-03 Elisya dan Rizki. taken from Rizki’s twitter 😀

Awal gejala dari anemia aplastik Elisya adalah kulit yang mudah sekali memar dan gatal. Selain itu kaki juga terasa pegal sekali. Awalnya Elisya dibawa ke Puskesmas, tapi tak kunjung sembuh. Jumat, 6 Februari 2015, Elisya pingsan saat sedang di…

Lihat pos aslinya 339 kata lagi

Posting lagi setelah Vakum

Alhamdulillah… setelah beberapa lama gak pernah ngabsen di dunia nge-blog, baru hari ini saya kesampaian untuk nyoba kembali menulis. Setelah beberapa tugas dari kampus diselesaikan meskipun tetap saja proposal tesis masih ditolak oleh jurusan karena dianggap terlalu ringan untuk mahasiswa S2, hal ini tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap berjuang hingga bisa seminar tepat waktu.

Begitu pula dengan beberapa tugas dari kantor yang membuat saya harus merapat sedikit ke pinggiran laut, maklum saja teknisi alat berat dengan ukuran Giant Excavator yang mungkin ukurannya hampir sama dengan rumah type 29 rasanya tidak mungkin dilakukan di kantor pusat. Pekerjaan yang cukup menyita otot dan otak ini, akhirnya dapat terselesaikan selama hampir 1,5 bulan. Biasalah customer besar di daerah Sorowako sana, meminta alat mereka sudah siap untuk delivery pertengahan januari kemarin.

Giant Unit (Ilustrasi)

Giant Unit (Ilustrasi)

Bahkan atasan saya yang nun jauh diseberang laut sana, tutup mana mengenai jam kerja kawan-kawan. Tak pelak, saya kelimpungan menghitung jumlah overtime rekan kerja yang jumlahnya jauh diatas rata-rata. Padahal jobdesk saya adalah senior technician, kesampaian juga jadi seorang HRD yang harus menghitung absen dan tetek bengek termasuk tiket pesawat dan hotel tempat mereka menginap. Rasanya cukup membuat saya mengernyitkan dahi melihat pekerjaan yang menumpuk yang mesti terselesaikan dalam kurun waktu 1,5 bulan tersebut.

Itulah alasan mengapa saya menghilang beberapa saat ke belakang. Bukan tidak ingin menulis dan berbagi cerita dengan kawan-kawan, akan tetapi kesibukanlah menjadi kendala saya untuk menulis. Mudah-mudahan selepas semuanya berlalu, saya bisa kembali menulis dan tetap berbagi cerita kepada kalian tentang hal apa saja.

Do’akan saya ya…
Semoga bisa tetap berbagi….

~RTM
30-01-2015

Apakah Anak-ku harus rangking 1?

"Happy every day"

Si Ranking 23 : “Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan”

Di kelasnya terdapat 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun ternyata anak kami  menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji “Superman cilik” di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja. Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak kami rangking nomor 23 dan tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya begitu bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita…

Lihat pos aslinya 1.300 kata lagi

Undangan Terbuka Rapat Penolakan PT Gunung Garuda

Semoga akan ada kejelasan bagi warga Kecamatan Cikarang Barat dalam menuntut keadilan bagi perusak lingkungan…

tolakekspansigununggaruda

Ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat Desa Telaga murni dan masyarakat Kecamatan Cikarang barat yang peduli akan isu perusakan lingkungan oleh aktivitas perluasan pembangunan pabrik peleburan baja PT Gunung garuda, bahwasanya akan dilakukan rapat terbuka yang akan dilaksanakan pada :
Hari          : Senin
Tanggal   : 15 September 2014
Jam           : 09.30 – Selesai
Tempat   : Aula Kecamatan Cikarang barat kab. Bekasi
Mengingat pentingnya acara tersebut, diharapkan kehadirannya untuk mengikuti rapat terbuka ini.

Diusahakan untuk memakai baju hitam sebagai simbol perlawanan terhadap ekspansi PT Gunung garuda. Mari kita kawal Tim 11, Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Ulama dan BPD.

Ttd
Camat Cikarang Barat

Rahmat Atong

Nb : Mohon disebarkan undangan ini

Lihat pos aslinya