Kota Kecil Yang Indah Itu Bernama Sorowako

Raut wajah lusuh dan nampak jelas lelah yang mendera tubuh ini, ketika mengetahui perjalanan panjang kami masih menyisakan lebih dari 12 jam lagi melalui jalan darat. Menempuh perjalanan dari tempat kami saat ini Sengatta menuju Balikpapan yang memakan waktu 5-6 jam saja sudah membuat bulu kuduk ini merinding. Di tambah lagi dengan perjalanan naik bus cepat bernama “PO Liman” lebih dari 12 jam, bisa-bisa bokong ini makin tipis pikirku. Alhasil setelah pesawat kami landing di bandara Sultan Hasanudin Makasar, langsung kami lanjutkan booking taksi untuk menuju perwakilan bus di Kota Makasar. Tepat pukul 16.00 Wita, masih ada kesempatan untuk jalan-jalan sebentar karena keberangkatan bus ini adalah jam 19.00 nanti. Sungguh tepat rasanya karena perut ini masih kosong semenjak dari Balikpapan tadi, ada baiknya makan dahulu di sini. Karena setahuku untuk lauk di Makasar ini hampir semuanya terbuat dari ikan laut jadi sehingga harganya masih relatif lebih murah dibandingkan di Kalimantan. Belum lagi Sop Konro dan Coto makasarnya, dengan berbekal uang Rp. 50.000 kiranya cukup membuat cacing dalam perut tidak akan berteriak-teriak lagi.

Sop Konro

Sop Konro

Coto Makasar

Coto Makasar

Ada perasaan tak percaya jika bus yang akan kami tumpangi ini terasa begitu mewah, apalagi dibandingkan bus-bus luar kota yang rata-rata kotor dan terkadang sudah tidak laik jalan. Bus ini sangat terawat, hal ini bisa terlihat dari tampilan luar, kebersihan lantai maupun tempat duduknya. Karena ketika kami masuk, tak ada sedikitpun sampah yang di sapu oleh petugas kebersihan dan hanya debu dan serpihan snack saja. Harus dicontoh nich oleh perusahaan otobus di jawa, sehingga selama perjalanan kenyamanan penumpang bisa terjaga.

Bus PO Liman Sorowako - makasar

Bus PO Liman Sorowako – makasar

Sumber gambar di sini

Selesai makan dan shalat jama takdim (karena perjalanan lebih dari 12 jam ini) akhirnya kami naik bus tersebut menuju Kota Sorowako. Mungkin bagi sebagian orang nama Sorowako ini begitu asing di telinga. Sorowako adalah sebuah kota kecamatan, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota ini Berada di ketinggian ± 1388 kaki dpl sudah terbayang akan sejuknya udara di sini. Di sekitar Sorowako terdapat 3 buah danau yang terkenal yaitu Danau Matano yang Sorowako berada persis di pinggirnya, Danau Mahalona dan Danau Towuti. Ketiga danau tersebut dihubungkan oleh sungai Larona dan bermuara di Malili ibukota Kabupaten Luwu Timur. Dan beruntung sekali, hotel tempat menginap kami nantinya terletak persis di depan Danau Matano.

Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut. Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia. Danau Matano bukan merupakan pembentukan dari beberapa anak sungai, tetapi terbentuk dari ribuan mata air sehingga tidak akan pernah mengalami kekeringan. Airnya sangat jernih sehingga dijadikan sebagai sumber PLTA oleh PT INCO.

Danau Matano Di Kala senja

Danau Matano Di Kala senja

Sumber gambar di sini

Sunset Di Tepi Danau Matano

Sunset Di Tepi Danau Matano

Danau Matano

Danau Matano

Sumber gambar di sini

Perahu Ketinting

Perahu Ketinting

Sorowako 25 April – 25 May 2011,
Thank’s for HAP Sorowako Member

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s