Seni Packing Tas Carrier Yang Benar

Bagi para pecinta olahraga kegiatan alam terbuka (KAT), packing  atau menyusun peralatan merupakan sebuah seni tersendiri yang wajib dilakukan saat hendak bepergian baik untuk  perjalanan selama beberapa hari atau perjalanan dalam waktu singkat. Bahkan sering pula dikatakan bahwa cara seseorang dalam melakukan packing merupakan cermin dari karakter pribadinya sendiri. Seni packing ini pada dasarnya bertujuan untuk efisiensi pada peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa ketika melakukan sebuah perjalanan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk mengupas sedikit tentang cara melakukan packing yang baik yang telah saya lakukan ketika akan melakukan sebuah perjalanan baik itu dalam melakukan pendakian, ultralight hiking, backpackeran atau hanya sekedar melakukan perjalan dinas untuk pekerjaan.

Packing Tas Carrier

Packing Tas Carrier

Meskipun barang yang akan dibawa cukup banyak pada saat melakukan perjalanan, namun bisa ditampung semuanya ke dalam ransel atau tas carrier serta nyaman dan tidak merepotkan saat dipakai selama perjalanan. Jika cara packing tersebut salah, maka akan menyebabkan ransel tersebut menjadi berat dan tidak seimbang sehingga tentunya akan membahayakan bagi si pemakai. Apalagi jika kita akan melakukan sebuah pendakian gunung yang berada di atas ketinggian lebih dari 2000 mdpl (meter diatas permukaan laut).

Ada empat hal mendasar yang harus di perhatikan dalam seni menyusun barang ke dalam tas carrier sebelum melakukan pendakian, yaitu :

  1. Barang terberat harus berada di bagian paling atas dan yang paling ringan berada di bagian paling bawah dari tas carrier. Hal ini bertujuan agar barang terberat tidak membebani pinggul yang dapat menyebabkan anda susah melangkah sehingga lebih banyak menghabiskan tenaga.Cara packing juga menentukan letak CG (Center of Grafity/ titik berat) ransel. Peletakan beban berat sedekat mungkin dengan punggung akan meminimalis jarak antara CG  tubuh dengan CG ransel. Dengan jarak yang minimum, maka momen yang terjadi ketika berjalan menjadi minimum. Dampaknya, otot-otot yang harus bekerja ekstra adalah otot yang memang biasa dipakai untuk menopang tubuh, seperti pinggang, punggung, dan bahu. Dalam proses pendakian, kaki harus di upayakan lebih bebas bergerak sehingga dapat mempercepat langkah dan juga tidak cepat membuat anda lelah. Perlu juga di perhatikan, penempatan barang-barang yang lebih berat diusahakan untuk lebih mendekati punggung. Hal ini agar beban lebih memberikan dorongan ke depan bukan ke belakang yang dapat menghabiskan tenaga anda untuk menahannya dan juga lebih rentan membuat anda terjungkal ke belakang saat dalam pendakian.
  2. Seimbangkan berat tas carrier antara sisi kiri dan kanannya. Hal ini berguna agar bagian pundak dapat lebih nyaman saat mengangkat ransel. Selain itu pula lebih memudahkan anda dalam menjaga keseimbangan selama pendakian, terutama saat melintasi jalur yang rawan dan berbahaya seperti saat berada di tepi jurang.
  3. Sesuaikan ukuran tas carrier dengan kemampuan kita untuk membawanya. Para pendaki pemula biasanya selalu membawa tas carrier dengan ukuran yang besar untuk sekedar gagah-gagahan pada saat hendak bepergian, padahal hal tersebut sangat fatal akibatnya. Karena dengan fisik yang sudah terkuras sebelum memulai pendakian, tentunya akan memberikan kesulitan ketika kita mulai melakukan perjalanan yang menanjak.
  4. Cari informasi yang terkait dengan gunung atau tempat yang akan kita datangi sehingga kita bisa mengestimasi berapa banyak barang bawaan dan bekal yang harus dibawa. Jangan terlalu memaksakan ingin membawa tas carrier dengan ukuran di atas 50 liter jika kita hendak melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu singkat atau ultralight hiking.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan berpegang pada empat hal mendasar di atas, maka kita dapat memulai packing. Berikut tips-tips yang bisa anda lakukan ketika akan memulai packing.

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat checklist barang-barang sebelum dan sesudah anda packing. Hal ini berguna untuk meminimalisir terjadinya kehilangan barang atau lupa pada saat packing.
Membuat Check List

Membuat Check List

  • Masukkan matras secara melingkar di sisi dalam tas carrier sehingga matras tersebut berfungsi sebagai frame pada tas carrier. Hal ini  juga berguna agar lebih mudah untuk menyusun ataupun mengambil barang di dalam ransel. Selain itu pula dengan memasukkan matras melingkar di sisi dalamnya, bentuk ransel akan lebih tegak dan lebih rapi. Biasanya matras yang melingkar di dalam ransel ini dibungkus pula dengan kantong plastik atau biasa kami sebut trash bag besar seukuran ransel. Hindari untuk meletakkan matras di luar ransel karena kurang efektif, terutama jika melakukan pendakian pada jalur yang memiliki vegetasi lebat karena rentan tersangkut dan membuat matras kotor duluan sebelum digunakan.
Matras

Matras

  • Jadikan barang dalam satu wadah sesuai dengan kegunaannya. Seperti kumpulan alat mandi, pakaian dan beberapa barang lain yang tidak boleh terpisah. Usahakan wadah yang digunakan kedap air sehingga lebih aman dari rembesan air. Untuk pakaian sendiri sebaiknya wadahnya di pisah antara yang bersih dan yang kotor.
  • Selain mempertimbangkan berat barangnya, anda juga harus mempertimbangkan waktu penggunaannya. Barang yang sewaktu-waktu akan digunakan seperti jas hujan, P3K dan cemilan, sebaiknya letakkan di atas atau pada tempat yang mudah di jangkau. Sedangkan barang yang penggunaannya belakangan seperti slepping bag atau selimut dapat ditaruh di bagian paling bawah ransel. Jika masih memungkinkan, anda dapat pula membawa sebuah tas kecil  (wash bag) untuk diisi barang yang sering digunakan tadi.
Wash Bag

Wash Bag

  • Bawalah barang yang memiliki fungsi ganda (multi fungsion) dan sebisa mungkin terbuat dari bahan ringan dan tidak mudah pecah. Seperti misalnya aluminium foil yang bisa menggantikan piring dan jika membawa piring, bawalah yang berbahan plastik atau aluminium. Barang ini bisa dengan mudah kita dapatkan di pasaran, seperti contohnya barang-barang milik TNI.
Tool Multifungsion

Tool Multifungsion

  • Manfaatkan ruang-ruang kosong pada peralatan seperti nesting atau panci sehingga lebih menghemat tempat. Ruang kosong tersebut bisa anda isikan dengan beras, telur ataupun dengan yang lainnya.
  • Selalu sediakan kantong plastik cadangan. Selain berguna untuk mengganti kantong yang rusak, hal ini berguna pula sebagai wadah sampah yang anda hasilkan untuk dibawa turun kembali nantinya.
  • Packinglah semua barang yang anda bawa ke dalam ransel. Hindari meletakkannya di luar ransel karena selain terkesan tidak rapi dan merepotkan saat di perjalanan, hal ini pula akan mengundang tindak pencurian atau kehilangan akibat tercecer di jalan.

Demikianlah cara menyusun barang atau packing di dalam tas ransel  atau carrier merupakan suatu seni tersendiri sehingga dalam prosesnya tergantung pada tingkat keahlian dan selera dari masing-masing individu. Selain itu pula desain ransel yang digunakan juga dapat menjadi salah satu faktor perbedaaan dalam penyusunan barang. Namun meskipun tergantung pada itu semua, penyusunan barang ke dalam ransel ini tetap harus memperhatikan hal-hal mendasar yang sudah di jelaskan di atas yaitu berat, ukuran, informasi dan keseimbangannya.

Semoga dengan melakukan teknik packing yang benar, kita bisa lebih aman dalam melakukan sebuah perjalanan dalam mendaki gunung sehingga perjalanan tersebut akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Nah… selamat berpacking ria kawan, selamat berpetualang!

Referensi :

  1. Pengalaman Pribadi
  2. Wisata Gunung
  3. 360 Derajat
  4. Nirmunir
  5. Alam Endah
  6. Mapalagegama

~RTM

21-05-2014

Iklan

21 thoughts on “Seni Packing Tas Carrier Yang Benar

  1. Jadi inget jaman dulu mendaki gunung, kalau packing pasti sleeping bag memang harus di letakkan paling bawah. kalau obat2an dan minuman kecil saya taro di tas slempang saja biar mudah mengambilnya 🙂

  2. ternyata ada teknik lain. saya seh belum pernah bawa tas karir eh Carrier. punya juga nggak. cuma pernah lihat teknik menyimpan pakaian biar bisa muat banyak… masukin tasnya digulung

    • Iya bang, tekniknya ternyata membantu ketika kita melakukan perjalanan. Apalagi ketika harus melewati jurang serta hutan rimbun. Selain bisa mengurangi beban yang berlebih, bisa juga untuk keseimbangan badan sehingga tidak terjatuh ketika berjalan…

  3. stujuuu sama teknik ini. Waktu pertama kali naik gunung sama suami, diajarin caranya persis kayak gini. Selain teknik packing, pemilihan tas juga ngaruh banget, kalo saya pilih tas yang bebannya ga langsung nempel di punggung, jadi ga panas ke punggung juga pas lagi naek/turun gunung:)

    • Betul mbak, selain teknik ini kita juga harus perhatikan pemilihan tas serta bantalan pungung. karana bantalan punggung adalah titik utama sentuhan antara ransel dan punggung kita, oleh karenanya harus nyaman dan mudah untuk diatur.

  4. Jarang packing yg ribet karena banyak bawaan sih..
    Kalaupun naik gunung cuma bawa sleeping bag, pakaian, makanan, air, matras dan perintilan kecil.. Hehehee
    Lebih ngandelin temen cowo buat bawa barang banyak pas naik gunung

  5. Selalu pengin mengamalkan prinsip packing, ujung2nya yg diinget cuma sleeping bag paling bawah, barang yg paling dibutuhkan macam jaket paling atas. Sisanya suami saya aja yg bawa, berat soalnyah :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s